Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Dosa yang Tanpa Sadar Dilakukan Warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul

Mozara Kartika Putri oleh Mozara Kartika Putri
15 Desember 2024
A A
4 Dosa yang Tanpa Sadar Dilakukan Warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul Mojok.co

4 Dosa yang Tanpa Sadar Dilakukan Warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul (wikipedia,org)

Share on FacebookShare on Twitter

Bertobatlah wahai warga Sewon, Bantul.

Tulisan ini akan saya buka dengan sebuah tren yang beberapa pekan ini ramai di sosial media We Listen, We Don’t Judge. Tentu tren ini sudah tidak asing lagi, bahkan tren ini juga menjadi perdebatan karena banyak yang salah menginterpretasikannya. Tak sedikit yang justru menjadikan tren ini sebagai bahan mengemukakan unpopular opinion. 

Eitss, sebelum menjadi terlalu jauh, tulisan ini bukan akan membahas tren We Listen, We Don’t Judge. Tulisan ini akan membahas soal dosa-dosa yang tanpa sadar dilakukan warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul. Lebih spesifik lagi, warga Sewon seperti saya yang sering krisis identitas tempat tinggal. Saya lebih suka menyebutnya sebagai warga “Sewon coret”. 

Warga “Sewon coret” tidak punya sense of belonging terhadap Bantul

Kalian yang menetap di daerah Sewon, Bantul mungkin juga merasakan kegelisahan ini. Secara geografis, Sewon salah satu kecamatan di Bantul yang berbatasan langsung dengan Kota Jogja. Tak jarang, warga Sewon lebih familier dengan Kota Jogja dibandingkan dengan Kabupaten Bantul. 

Perasaan asing terhadap kabupaten sendiri itu membuat warga “Sewon coret” tidak memiliki sense of belonging terhadap Bantul. Kami cenderung tidak memiliki rasa bangga dan cinta terhadap Bantul. Ujung-ujungnya kami cenderung abai terhadap kabupaten dengan semboyan Projotamansari itu. 

Bukti sederhananya, kami sering sekali tidak merasa tersinggung apabila ada yang ngece warga Bantul. Bagi kami, buat apa tersinggung. Kan itu buat warga Bantul. Kami mah cuek. Parahnya lagi, kami malah ikut menimpali ejekan, ibarat kompor malah ikut nambahin bensin. Biar gerr..gerr..geerr!

Selalu meminta pemakluman sebagai validasi ketidaktahuan

Sebagai warga selatan yang lebih paham Yogyakarta sisi utara daripada selatan, kami ini selalu meminta pemakluman atas ketidaktahuan tentang daerah Bantul. Ini selalu menjadi validasi warga “Sewon coret” untuk tidak memperluas khasanah per-Bantul-an. Tentu saja, hal ini bisa terjadi karena warga Sewon coret tidak punya sense of belonging tadi. 

“Ya kami kan warga Sewon, lebih deket ke Kota Jogja daripada Bantul. Wajar dong kami nggak tahu, wajar dong kami nggak paham jalan ke Puncak Bibis atau ke Lembah Oya atau sekadar menikmati suasana syahdu Pantai Goa Cemara,” begitu kurang lebih pembenaran yang sering terucap. Andai saja kami punya sedikit rasa itu, tentu kami tidak akan ngang-ngeng-ngong ditanyai ini-itu terkait Bantul. 

Baca Juga:

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Kartu Tanda Penduduk, penduduk mana?

Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan tanda identitas resmi seorang penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Masih ingat istilah Islam KTP? Kristen KTP? Istilah-istilah tersebut merujuk pada kondisi seseorang yang mengaku dirinya beragama tetapi tidak menjalankan syariat atau tidak mencerminkan sikap orang yang beragama. Misalnya, Fulan pada KTP ditulis beragama Islam, tetapi ia tidak pernah sholat, mengaji, dan menjalankan kewajibannya sebagai Muslim. 

Nah, dosa selanjutnya yang ingin warga Sewon Coret akui adaah KTP kami bukan KTP Kabupaten Bantul. Tervalidasi sebagai warga Bantul saja tidak, apalagi menjalankan kewajiban lainnya sebagai warga. Pendek kata, kami hanya numpang tinggal di Bantul. 

Kasus seperti ini masih banyak ditemui, apalagi jika dibenturkan dengan keinginan orang tua untuk bisa menyekolahkan anaknya ke Kota Yogyakarta. Sistem zonasi menjadi alasan valid bagi kami untuk masih mempertahankan KTP Jogja. Tentu karena anggapan sekolah di kota lebih keren dibanding di kabupaten. Lagi-lagi kalau mau kalian judge, kami sudah legowo.

Warga “Sewon Coret” nggak berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah

Bisa dibilang kami ini minim kontribusi, atau bahkan sama sekali nggak berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Kok bisa? Tidak adanya sense of belonging menyebabkan kami malas ngulik kuliner apa saja yang menjadi andalan warga Bantul. Ketidaktahuan inilah yang membuat kami tidak berkontribusi dalam menyukseskan promosi pariwisata di Bantul. Padahal kita sama-sama tahu, salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah tentunya dari Pajak Restoran dan juga Retribusi Pariwisata. 

Kami, warga Sewon coret, juga lebih sering nongkrong di kafe-kafe  Kota Jogja, bahkan di kabupaten tetangga, Sleman. Kami bisa dengan cepat dan sigap memberikan rekomendasi tempat nongkrong di utara dibandingkan eksplor hidden gems yang ada di Bantul. Mana pernah kami merekomendasikan mie lethek, Gudeg Manggar, ataupun sekadar jajanan tolpit yang melegenda di Bantul. Aih, berdosa banget kami.

Saya yakin sebetulnya masih banyak lagi dosa-dosa lain yang tanpa sadar warga “Sewon coret” lakukan. Kami juga sudah mendapatkan karma atas dosa-dosa itu dalam berbagai bentuk. Saya pribadi  pernah mendapat ajakan makan ayam di daerah Jalan Magelang. Bayangkan saja, harus menempuh belasan kilometer hanya untuk makan ingkung. Coba saja dari dulu saya mempromosikan ayam ingkung legendaris di daerah Pajangan, Bantul. Tentu saya tidak perlu jauh-jauh ke utara. Saking jauhnya, pas pulang perut ini sudah berbunyu lagi. 

Penulis: Mozara Kartika Putri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Alasan Tinggal di Bangunjiwo Bantul Semakin Tidak Nyaman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Desember 2024 oleh

Tags: BantulJogjasewonSewon BantulSleman
Mozara Kartika Putri

Mozara Kartika Putri

Pecinta Sheila On 7 garis tipis-tipis. Masih menjadi seorang associate researcher yang suka mengamati kelakuan manusia di bumi dan memiliki minat tinggi di bidang pemberdayaan masyarakat. Suka explore kuliner enak di berbagai kota dan gemar bermain badminton.

ArtikelTerkait

Mie Sapi Gajahan: Viral, tapi Nggak Bisa Disebut Spesial

Mie Sapi Gajahan: Viral, tapi Nggak Bisa Disebut Spesial

3 April 2023
Kasta Tempat Duduk di Stadion Sultan Agung Bantul terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Stadion Sultan Agung Bantul

6 Januari 2022
Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja mojok.co/terminal

Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja

16 Maret 2021
Dosa Pedagang Bubur Ayam Khas Jakarta yang Berjualan di Jogja Mojok.co

Dosa Pedagang Bubur Ayam Khas Jakarta yang Berjualan di Jogja

26 Februari 2025
Pengalaman Nonton Film di Studio VIP Cinepolis Jogja, Selama Nonton Berasa Sultan

Pengalaman Saya Nonton Film di Studio VIP Cinepolis Jogja, Selama Nonton Berasa Sultan

1 Agustus 2024
boso walikan mojok

Boso Walikan Mataraman: Sandi para Kriminal yang Beralih Menjadi Sapaan Akrab

8 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.