Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Biasa bagi Warga Magelang, tapi Tidak Biasa untuk Orang Jogja

Kenia Intan oleh Kenia Intan
16 September 2024
A A
4 Hal yang Biasa bagi Warga Magelang, tapi Tidak Biasa untuk Orang Jogja Mojok.co

4 Hal yang Biasa bagi Warga Magelang, tapi Tidak Biasa untuk Orang Jogja (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Jarak Jogja dan Magelang cukup dekat, 44 km saja alias bisa ditempuh selama 1,5 jam menggunakan sepeda motor. Walau jarak keduanya tidak begitu jauh, dua daerah ini memiliki beberapa perbedaan. Banyak hal yang tampak biasa saja bagi warga Magelang, ternyata tidak biasa untuk Orang Jogja. 

Saya berani menulis pernyataan itu setelah mendengar cerita kawan saya. Dia orang Magelang yang sudah bertahun-tahun hidup di Jogja. Seperti kuis serupa tapi tak sama, begitulan Jogja dan Magelang. Sekilas memang terlihat mirip, tapi setelah dikulik lebih dalam, banyak juga perbedaannya. Banyak hal terlihat biasa saja bagi warga Magelang, ternyata tidak lumrah bagi orang Jogja.

#1 Angkringan dengan berbagai lauk pauk

Angkringan di Jogja dan Magelang sekilas mirip yakni gerobak yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Perbedaannya, terletak pada nasi kucingnya. Nasi kucing di Magelang disajikan seperti di warteg. Penjual baru mengambilkan nasi dan lauk ketika ada pembeli memesan. Hal itu nggak lumrah bagi warga Jogja karena kebanyakan angkringan menjual nasi kucing dalam bungkus-bungkus kecil. 

Selain itu pilihan lauk nasi kucing di angkringan Magelang nggak sebatas teri dan oseng tempe. Bahkan, ada juga pilihan menu berkuah. Mirip seperti warteg, hanya saja pilihan menunya lebih terbatas dan dijual di gerobak angkringan. Terkait harga, nasi kucing angkringan Magelang memang lebih mahal daripada angkringan Jogja. Tapi, selisih harganya tidak jauh kok, paling mentok Rp1.000-Rp2.000 lebih mahal.

Soal makanan sampingan, seperti gorengan dan sate-satean masih sama saja, begitu juga minumannya. 

#2 Pulang melayat di Magelang dijamin kenyang

Kata teman saya, tradisi melayat di Magelang dan Jogja sangat berbeda. Di Kota Sejuta Bunga, makanan besar, nasi dan lauk pauk, biasa disajikan saat atau setelah saat takziah atau melayat. Berbeda dengan Jogja yang biasanya disuguhi makanan ringan atau snack. 

Bukan bermaksud membanding-bandingkan ya, tapi kebiasaan ini membuat banyak orang Jogja kaget ketika melayat ke Magelang. Setidaknya di desa-desa Magelang.

#3 Begitu mudah menemukan jathilan 

Pertunjukan seni jathilan jauh lebih mudah ditemui di Magelang daripada di Jogja. Jathilan sering tampil saat ada hajatan seperti khitanan dan tujuhbelasan. Selain hajatan, ada hari-hari tertentu kelompok jathilan di sana berlatih dan pentas. 

Baca Juga:

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Kelompok Jathilan memang dilestarikan dengan baik di Magelang. Setidaknya satu desa punya satu kelompok jathilan. Pertunjukannya masih diminati, bahkan jadi ajang sosialisasi warga hingga ajang cari jodoh. 

#4 Kemana-mana bisa naik angkot

Angkot begitu mudah dijumpai di Magelang. Pilihan jalurnya beragam dan meliputi hampir seluruh daerah di Magelang. Memang, waktu beroperasinya hingga sore hari saja, tapi menurutnya itu sudah cukup untuk mobilitas warga. Keberadaan angkot didukung dengan banyaknya kawasan yang ramah pejalan kaki. Jadi, penumpang tidak begitu repot ketika melanjutkan perjalanan setelah turun dari angkot.

Kondisi ini jelas berbeda dengan Jogja. Angkot sudah tidak ada, digantikan dengan TransJogja. Memang, sistem bus perkotaan modern ini nggak kalah nyaman dari angkot, tapi banyak dikeluhkan soal jalurnya. Selain itu, kawasan yang ramah pejalan kaki di Jogja sangat jarang. Hanya situ-situ saja.

#5 Memilih gubernur

Sebenarnya ini bukan hanya perbedaan antara Jogja dan Magelang sih, ini perbedaan antara Jogja dan provinsi lain di Indonesia. Satu hal yang banyak dilakukan di daerah-daerah lain, tapi warga Jogja hanya bisa menontonnya adalah memilih gubernur. Seperti yang kita tahu, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipimpin oleh seriang sultan yang tahtanya ditruunkan seacar turun termurun. Jadi tidak ada pemilihan gubernur di Jogja. 

Sementara di warga Magelang yang tergabung dengan provinsi Jawa Tengah, melakukan pemilihan gubernur setiap 5 tahun sekali. Dan, nuansa pemilihan gubernur biasanya ramai dan hidup.

Di atas beberapa hal-hal sederhana yang biasa bagi warga Magelang, tapi nggak lumrah bagi warga Jogja. Terdengar sepele memang, tapi perbedaan-perbedaan itu tetap saja menimbulkan kekagetan sehingga perlu penyesuaian. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Hal-hal yang Lumrah di Nganjuk, tapi Sulit Ditemui di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2024 oleh

Tags: Jogjamagelang
Kenia Intan

Kenia Intan

ArtikelTerkait

Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

20 Agustus 2024
Feeder Batik Solo Trans, Angkutan yang Bikin Iri Orang Magelang Mojok.co

Feeder Batik Solo Trans, Angkutan yang Bikin Iri Orang Magelang

2 Desember 2025
warnet bilik tinggi jogja asya net bella net bimo net mojok.co

Mengenang 3 Warnet Bilik Tinggi Penuh Gairah di Jogja

18 Juli 2020
Julukan Kota Sejuta Bunga Masih Pantas Disematkan pada Magelang, tapi Ada Syaratnya

Julukan “Kota Sejuta Bunga” Masih Pantas Disematkan pada Magelang, tapi Ada Syaratnya

18 Juni 2025
Kiat-Kiat Mengobati Patah Hati di Kota Jogja

Kiat-Kiat Mengobati Patah Hati di Kota Jogja

7 Januari 2020
Mengulik Lebih Dalam Desa Wisata di Jogja supaya Orang Tidak Salah Kaprah Mojok.co

Mengulik Lebih Dalam Desa Wisata di Jogja supaya Orang Tidak Salah Kaprah

15 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.