WandaVision Ep 6: Akankah 'Reverse House of M' Terjadi? – Terminal Mojok

WandaVision Ep 6: Akankah ‘Reverse House of M’ Terjadi?

Artikel

Avatar

Peringatan, tulisan ini mengandung spoiler dari serial WandaVision. Bagi yang sudah menonton episode terbaru atau yang belum menonton tapi tidak keberatan dengan spoiler, silakan lanjut membaca.

WandaVision episode 6 adalah segalanya yang saya butuhkan. Episode ini sempurna membagi hal-hal ceria, lucu, romantis, menegangkan, dan diakhiri dengan kengerian. Pun porsi antara kehidupan Wanda di Westview dan para anggota SWORD di luar dibagi dengan sangat pas. Ditambah, kekhawatiran saya bahwa WandaVision akan kehilangan nuansa ceria semenjak mulai terkuaknya kegilaan Wanda tidak terjadi.

Episode keenam dibuka dengan sangat ceria. Ada Billy dan Tommy, anak kembar Wanda dan Vision yang ceria, nakal, dan memiliki kekuatan super, berlarian di sepenjuru rumah. Ada pula Pietro, paman kedua anak itu yang sangat sayang kepada mereka. Ada pula, tentu saja, Wanda dan Vision yang kebingungan dengan polah nakal Billy, Tommy, juga Pietro.

Keluarga Wanda dan Vision tampak menyenangkan. Sebuah keluarga pahlawan super dengan semua anggota keluarga yang memiliki kekuatan, termasuk Pietro. Ini yang menjadi menarik, bahwa Pietro ternyata memiliki kekuatannya, yaitu speedster. Saya sempat curiga bahwa Pietro adalah Mephisto yang menyamar, tetapi jika memang demikian, tidak mungkin Mephisto memiliki kekuatan yang dimiliki Pietro.

Wanda, entah bagaimana telah memanggil Pietro dari kematiannya, sama seperti dia yang menghidupkan kembali Vision usai dia mencuri mayatnya dari markas SWORD. Akan tetapi berbeda dengan Vision yang kembali dengan wujud sama persis dirinya yang dulu, Pietro justru entah bagaimana kembali dengan sosok Evan Peters yang selama ini kita kenal berada di semesta X-Men.

Ada teori menarik tentang Evan Peters sebenarnya. Kita tahu bahwa Evan Peters memerankan Pietro (atau di semesta X-Men disebut Peter) untuk setting tahun delapan puluhan. Kalau mau lebih spesifik, event Apocalypse terjadi pada 1983, sementara Pietro versi MCU yang diperankan oleh Aaron Taylor berada di setting waktu 2015. Lantas pada tahun berapa saat ini di realitas buatan Wanda? Ya, tahun delapan puluhan. Itu artinya Wanda membangkitkan Pietro, kemudian sosoknya disesuaikan dengan setting delapan puluhan, sehingga penampilannya berubah menjadi seperti di semesta X-Men.

Sayangnya teori ini sepertinya luput menyadari sifat Pietro. Saya hapal betul betapa menyebalkannya tingkah Pietro versi Evan Peters, sementara versi Aaron Taylor tampak lebih kalem. Yang terjadi di WandaVision, Evan Peters benar-benar menjadi sosok Quicksilver seperti pada semesta X-Men, lengkap dengan gerak-gerik dan tingkah menyebalkannya. Ini sangat menarik, terlebih Wanda dan Pietro tampak memiliki perbedaan ingatan di masa lalu saat kanak-kanak.

Saya menjadi curiga bahwa entah bagaimana, Pietro yang hadir di WandaVision memanglah versi semesta X-Men. Kecurigaan saya semakin kuat ketika Pietro membahas tentang orang tua dengan Wanda, dilanjutkan dengan usaha Pietro meyakinkan Wanda untuk menceritakan bagaimana saudari kembarnya itu memanipulasi seisi kota. Ya, Pietro jelas mengetahui apa yang saudarinya itu lakukan. Dia berada di luar kendali Wanda. Pun Pietro di sini terlihat ingin membantu Wanda. Tidak seperti Vision yang menentang Wanda karena menyakiti banyak orang, Pietro memahami apa yang Wanda lakukan. Lantas kenapa hal ini membuat saya curiga bahwa Pietro memang datang dari semesta X-Men?

Alasannya adalah karena Pietro tampak menjadi pihak lain di luar Westview dan SWORD. Saya lantas berasumsi bagaimana jika para mutant selama ini mencoba berkomunikasi dengan Wanda yang mulai kehilangan kendali. Mereka lantas mengirim Quicksilver, mengingat hanya Quicksilver yang bisa ada di dua semesta, untuk membantu Wanda. Dugaan saya ini semakin menjadi-jadi jika mengingat ucapan Elizabeth Olsen yang mengklaim akan ada cameo super mengejutkan dengan level seperti kemunculan Luke Skywalker di serial The Mandalorian. Saya, tidak bisa tidak, langsung terpikir satu nama, yaitu Magneto, ayah Wanda dan Pietro itu sendiri. Lantas setelah gerbang multiverse terbuka, reverse House of M akan terjadi.

Apabila Wanda mengatakan, “No more mutant!” pada event House of M untuk melenyapkan semua mutant, maka akan sangat mungkin yang terjadi di akhir WandaVision, atau akhir dari kekacauan yang dibuat Wanda apabila memang belum berakhir saat serial ini tamat, yang akan terjadi adalah, “No. More mutant!” Atau dia ingin lebih banyak mutant hadir di MCU. Perlu digarisbawahi pula bahwa sesuai ucapan Jimmy Woo, Wanda dan Pietro sudah memiliki kekuatan jauh sebelum eksperimen oleh Hydra. Kekuatan mereka menjadi lebih kuat setelah eksperimen itu. Maka tidak menutup kemungkinan jika Wanda dan Pietro adalah mutant pertama di MCU, dan Wanda akan memunculkan mutant-mutant lainnya di masa depan.

Ingat, mutant pertama di MCU lho ya.

Saya juga tidak akan terkejut jika sebenarnya Wanda mengetahui perihal multiverse. Entah secara sadar mengetahui atau sebatas kilasan-kilasan memori yang menurutnya aneh dan belum pernah terjadi kepadanya. Buktinya adalah dia tidak terkejut dengan kemunculan Pietro versi Evan Peters. Dia sempat bertanya-tanya kenapa sosok Pietro berubah, tetapi sebatas itu. Sebagai saudara kembar, sangat aneh jika ada sosok yang sangat berbeda datang dan mengklaim sebagai saudara kembarnya yang datang dari jauh. Wanda, entah bagaimana, pasti pernah melihat sosok Pietro pada semesta X-Men, karena itulah dia tidak terlalu merasa aneh dengan perbedaan sosok Pietro. Dia tahu adanya multiverse, hanya saja dia tidak bisa ‘atau belum bisa’ menembus dan berkomunikasi dengan siapa saja dari semesta lain.

Sayangnya saat tenggelam dalam spekulasi ini, adegan mendadak berubah. Saya harus fokus menyaksikan Vision yang diam-diam mengunjungi pinggiran Westview, dan semua orang di sana terdiam. Wanda tampaknya tidak mengendalikan semua orang. Setidaknya, tidak mengendalikan orang-orang yang sedang tidak terlibat di sekitarnya. Vision melangkah lebih jauh dan berusaha menjebol keluar dari The Hex (sebutan Darcy untuk realitas ciptaan Wanda) dan berakhir dengan tubuhnya yang hancur lebur. Ya, terbukti bahwa Vision hanya bisa hidup apabila berada di dalam The Hex.

Wanda yang mengetahui ini dari Billy (anaknya yang bisa membaca pikiran) lantas melakukan tindakan berbahaya. Dia yang selama ini membatasi The Hex hanya di wilayah Westview, kini memperluas jangkauan agar Vision kembali berada di dalam The Hex dan bangkit dari kematian. Segalanya kacau. Wanda terus memperluas jangkauan The Hex dan menyedot lebih banyak orang ke dalam realitas buatannya. Sampai credit scene bergulir, tak ada tanda-tanda jangkauan The Hex akan berhenti.

WandaVision episode ini berakhir di luar ekspektasi saya. Dari semua dugaan yang saya buat, nyatanya masih menyisakan satu misteri besar. Siapa itu Agnes? Apakah dia memang perwujudan Agatha Harkness yang merupakan penyihir luar biasa, jahat, pun adalah guru Wanda seperti di komik? Lantas apakah benar bahwa ada keterlibatan Mephisto pada skenario mengerikan ini? Sangat tidak menutup kemungkinan episode berikutnya akan menyinggung salah satu dari mereka berdua, terlebih Wanda sempat mengatakan kepada Vision pada episode lima bahwa bukan dia sendiri yang mengontrol Westview.

Sumber gambar: YouTube E.O.I.A.

BACA JUGA ‘WandaVision’ Episode 5: Avengers Adalah Pihak yang Bertanggungjawab Atas Luka Wanda dan tulisan Riyanto lainnya.

Baca Juga:  Bisnis Angkringan: Modalnya Nggak Seberapa, Untungnya Bisa buat Nyicil Rumah
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
7


Komentar

Comments are closed.