Waktu itu Fana, Game Ular yang Abadi – Terminal Mojok

Waktu itu Fana, Game Ular yang Abadi

Artikel

Avatar

Saya masih ingat soal game snake xenzia di “Nokia senter” milik orang tua saya dulu. Saat itu, saya bahkan belum akhil baligh pas pertama kali memainkannya. Game itu menurut saya seru sekali. Saya bahkan sampai lupa waktu ketika memainkannya. Orang tua saya sampai kesal karena Hp itu selalu saya mainkan padahal sedang mereka butuhkan, dan saya, tentu saja ikut kesal dan tidak ingin memberikan hp itu karena sedang asyik main. Akhirnya, sering terjadi adegan pengambilan paksaan yang dibalas tangisan dan kemarahan saya. Duh, kalau ingat itu, saya selalu merasa durhaka sama mereka.

Setelah lama pensiun dari game snake xenzia ini, saya kembali menemukan game serupa dan sekarang game ini sedang sangat booming. Nama gamenya Worms Zone alias Zona Cacing. Sekarang saya lihat hampir semua orang memainkan game ini.

Gara-gara game ini laku lagi, saya jadi nostalgia soalnya ingat kalau dulu saya pernah bikin tombol 2, 4, 6 & 8 jadi susah ditekan gara gara kecanduan game snake xenzia. Saya dimarahi, tapi dulu saya tidak peduli hehehe. Saya pikir, game ini adalah game legenda karena dia selalu abadi. Tidak mengenal ruang dan waktu, juga selalu bisa mengakomodasi setiap perkembangan jaman.

Gara-gara hal ini, saya jadi penasaran tentang sejarah si game ular ini. Saya pikir banyak juga orang yang belum tahu sebenarnya dari mana asalnya, kapan dia diciptakan pertama kali, dan alasan apa yang bikin game ular ini jadi game abadi yang terus diminati dari jaman ke jaman.

Baca Juga:  Campervan : Sebuah Alternatif Berkemah yang Seru

Dari apa yang saya baca, begini kurang lebih sepakterjang si game ular ini dalam dunia per-game-an.

Game ular pertama kali diciptakan pada 1976, game itu bernama snake, game ini masih lebih mirip dengan balok yang meliuk liuk daripada ular, pada saat itu, game arkade ini langsung booming, terbukti dari munculnya ratusan versi game ular yang tercipta, kemudahan game ini membuat orang suka memainkannya. Pada 1998 game ini pertama kali dimuat di Nokia 3310. Game inilah yang lebih kita kenal sebagai snake xenzia.

Game ular memang selalu menjadi primadona bagi setiap pecinta game karena game ini cukup mudah untuk dimainkan. Caranya hanya tinggal makan sebanyak banyaknya makanan, ular akan semakin panjang, tapi di situlah keseruannya, game akan semakin sulit ketika ular semakin panjang karena kita harus mengontrol panjang ular dengan tidak menabrakkan tubuh ular, atau ke sisi ular yang lain.

Perkembangan zaman membuat permainan ini terus diperbarui, pada 2016 slither. Io menjadi penggagas game ular milenial, lagi-lagi game  ini kembali membuktikan eksistensi nya sebagai game yang dimainkan oleh seluruh umat.

Sekarang game ular telah berevolusi menjadi lebih mirip dengan cacing. Ya nggak salah sih, soalnya dulu kita juga suka bingung sebenarnya ini tuh ular apa cacing hehe.Yang bikin beda, sekarang game ini tidak lagi dimainkan sendiri, tapi dimainkan banyak pemain. Jadi, kita bisa bertemu dengan cacing-cacing yang lain.

Baca Juga:  Oh, Ternyata Begini Rasanya Terjaring Razia Masker

Perbedaan ini tidak membuat pecinta game berpaling malah jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Sekarang game cacing warmzone menduduki peringkat pertama game populer di playstore. Lebih dari 50 juta orang mengunduh game ini, itu baru dari 1 game dari berbagai game cacing serupa lainnya, masih ada sliter. Io, slink. Io dll. Jadi kalian bisa bayangkan, mungkin sekarang ada ratusan juta game cacing telah terunduh. Untung cacingnya cuma ada di HP, kalau beneran, kan serem, dia bikin manusia cacingan. Hiiih.

BACA JUGA Bisa Nggak Sih Bermain Game Berasa Beribadah atau tulisan Nafiis Anshaari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
10


Komentar

Comments are closed.