Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Menghitung Utang Maksimal untuk Biaya Nikah biar Nggak Langsung Kere Selesai Hajatan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
13 Juni 2024
A A
Menghitung Utang Maksimal untuk Biaya Nikah biar Nggak Langsung Kere Selesai Hajatan

Menghitung Utang Maksimal untuk Biaya Nikah biar Nggak Langsung Kere Selesai Hajatan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya nggak ada salahnya utang untuk biaya nikah. Tapi ada syaratnya…

Atas nama momen sekali seumur hidup, orang kerap mengupayakan yang terbaik untuk pesta pernikahan mereka. Alhasil segala daya dan upaya dikerahkan. Tiada hari berlalu tanpa hunting vendor. Algoritma Instagram mendadak dipenuhi dengan feed dari MUA, jasa videografi, katering, toko suvenir dan wedding organizer. Begitu juga obrolan yang mengalir. Semua tak jauh-jauh dari rencana persiapan menikah.

Memangnya salah?

Ya, nggak salah, sih. Namanya juga momen bahagia. Wajar jika semangatnya meluap-luap. Kalau nggak semangat justru patut dipertanyakan. Cinta nggak nih sama calon pasangannya? Tapi yang penting soal semangat mempersiapkan pernikahan ini, jangan sampai kebablasan. Kita harus tetap mengukur kemampuan dompet. Kalau dipaksakan, apalagi berkiblat pada momen pernikahan artis-artis, bisa-bisa malah berutang.

Utang untuk nikah, boleh nggak, sih?

Berutang demi menggelar resepsi pernikahan memang bukan hal yang baru. Banyak kok orang yang sudah melakukannya. Mulai dari utang yang terang-terangan seperti pinjam di bank hingga utang versi lite seperti yang terjadi di kampung. Itu, lho, tradisi pinjam-pinjaman beras, gula, telur, dll. tiap kali ada tetangga yang mau hajatan. Nanti, barang-barang tersebut dikembalikan lagi saat si tetangga yang menyumbang akan menggelar hajatan.

Lantas, boleh nggak sih sebenarnya berutang untuk menikah?

Kalau dilihat dari kacamata agama Islam—mohon koreksi jika saya salah—utang memang diperbolehkan. Asalkan utangnya tidak berbunga. Kalau berbunga, riba namanya. Haram.

Selain itu, berutang juga harus pakai otak, jangan pakai dengkul. Dengan kata lain, jumlahnya utang mbok dipikir. Itu mulut jangan asal nyebut nominal saja. Takutnya nanti kejadian yang ngutang lebih galak daripada yang ngutangin.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

Pertanyaannya, berapa utang maksimal untuk menggelar pernikahan supaya pihak mempelai nggak keteteran?

Menghitung besarnya anggaran pernikahan

Jadi begini, untuk bisa menghitung berapa utang maksimal yang aman diajukan untuk biaya nikah, kita terlebih dulu harus tahu berapa total pengeluaran yang kita butuhkan. Biaya pengeluaran pernikahan yang dimaksud antara lain biaya untuk venue, sewa baju, MUA, katering, suvenir, undangan, seserahan, mas kawin, fotografer… Etdah, banyak bener, yak. Ya begitulah risikonya kalau mau menggelar hajatan. Harus siap boncos.

Padahal rukun nikah itu aslinya hanya mensyaratkan adanya mempelai pria dan wanita, ijab kabul, wali nikah, saksi, serta mahar pernikahan. Dalam PP No. 59 Tahun 2019 pun disebutkan bahwa menikah di KUA tidak dipungut biaya jika akad dilakukan di kantor pada hari dan jam kerja. Kalau di luar kantor baru dikenai biaya. Itu pun hanya 600 ribu.

Akan tetapi kadang hidup nggak berjalan seperti yang kita mau. Bisa jadi calon mempelai ingin menikah di KUA saja, ehhh, keluarga besar yang ngotot ingin gelar hajatan.

Bagi golongan ekonomi menengah, rata-rata biaya yang dibutuhkan untuk menikah berkisar antara 20-40 juta. Biar gampang, kita ambil tengahnya, 30 juta dengan rincian begini:

Sewa tenda + MUA + fotografer                                : 10 juta

Undangan + suvenir 300 tamu                                   : 1,5 juta

Konsumsi tamu                                                           : 15 juta

Seserahan + mas kawin                                              : 3,5 juta

Jumlah yang aman untuk berutang, yaitu…

Dengan kebutuhan pengeluaran sebesar 30 juta tadi, utang maksimal yang aman untuk kita pinjam adalah 30% dari pengeluaran, yaitu 9 juta rupiah. Mepet-mepetnya, maksimal 50% dari total pengeluaran. Jangan lebih. Bahaya.

Hitungannya begini. Anggaplah dari 300 tamu yang diundang, ada 250 tamu yang hadir. Seumpama rata-rata tamu menyumbang amplop 50 ribu, maka calon mempelai akan mendapatkan uang 12,5 juta. Jika utang untuk biaya nikah 9 juta, masih ada uang lebihan yang bisa dipakai untuk dana darurat. Kalau toh utangnya 50% dari pengeluaran alias 15 juta, masih ada kekurangan pembayaran sebesar 2,5 juta. Kecil ini. Dibayar bulan depan juga masih bisa. Jadi nggak membebani pengantin baru.

Ingat, perhitungan di atas kalau rata-rata tamu nyumbang 50 ribu, ygy. Kalau nyumbangnya di bawah itu, ya akan lain lagi ceritanya. Lagian salah juga sih kalau nggelar hajatan tapi berharap amplop dari tamu.

Tips biar calon mempelai nggak utang cuma demi menggelar resepsi pernikahan

Nah, supaya terhindar dari masalah utang piutang ini, ada baiknya anggaran biaya untuk menikah memang disiapkan sejak dini. Idealnya sih dimulai sejak kita mendapatkan penghasilan. Bodo amat calonnya belum ada, yang penting tabungan untuk menikah aman dulu. Jadi nanti kalau sudah ketemu dengan jodohnya, bisa langsung disahkan tanpa harus puyeng mikir anggaran.

Beberapa orang juga menyiasati besarnya pengeluaran untuk menggelar resepsi ini dengan membuat tabungan bersama pasangan. Kalau kamu tertarik untuk melakukan hal serupa, lebih baik baca dulu tulisan ini supaya nggak asal FOMO.

Ada pula yang menunda untuk melangsungkan resepsi demi menunggu tercukupinya dana. Jadi, mereka memilih untuk menggelar akad terlebih dahulu dan resepsi di lain waktu.

Namun jika pada akhirnya berutang untuk biaya nikah tak dapat dihindari, sekali lagi, patokan yang aman adalah 30% dari total anggaran. Jangan lebih. Toh, menikah itu bukan hanya soal resepsi. Apalah artinya resepsi bermegah-megah jika meninggalkan utang di belakangnya.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Minimal setelah Menikah biar Dapur Aman dan Tetap Bahagia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2024 oleh

Tags: acara pernikahanbiaya menikahbiaya nikahmenikahresepsi pernikahanUtang
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Suvenir Pernikahan biar Nggak Berakhir di Tempat Sampah terminal mojok

5 Rekomendasi Suvenir Pernikahan biar Nggak Berakhir di Tempat Sampah

17 November 2021
Usia Ideal Menikah Itu Nggak Perlu, Jadi Stop Bertanya Kapan Nikah Terminal mojok

Usia Ideal Menikah Itu Nggak Perlu, Jadi Stop Bertanya Kapan Nikah

2 Februari 2021
Rekomendasi Foto Prewedding Antimainstream Selain yang 'Nggak Muka Banget' terminal mojok.co

Rekomendasi Foto Prewedding Antimainstream Selain yang ‘Nggak Muka Banget’

9 April 2021
citra debt collector jaket kulit tampang sangar kredit motor mobil menagih mojok.co

Persepsi Debt Collector terhadap Pekerjaan Mereka: Tampang Sangar Memang Bermanfaat

20 Juni 2020
5 Menu Prasmanan Favorit Tamu Undangan Saat Acara Pernikahan di Gedung terminal mojok.co

5 Menu Prasmanan Favorit Tamu Undangan Saat Acara Pernikahan di Gedung

9 Februari 2022
Apa pun Genre Musik Kalian, Lagu Dangdut Wajib Ada di Acara Pernikahan terminal mojok

Apa pun Genre Musik Kalian, Lagu Dangdut Wajib Ada di Acara Pernikahan

15 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

30 Januari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.