Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Punya Dana Darurat Adalah Hak Setiap Manusia, Sobat UMR Pasti Bisa Juga Mengumpulkannya!

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
30 Juni 2021
A A
Punya Dana Darurat Adalah Hak Setiap Manusia. Sobat UMR Pasti Bisa! terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kata siapa gaji UMR sulit punya dana darurat? Yeuh, hold my cappuccino cincau heula. Dana darurat sendiri adalah dana yang dikhususkan terpisah untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Ambil contoh kayak benerin genteng bocor, ngebengkelin ban mobil yang mbledos, atau ganti speedometer motor kalian yang sudah matoy.

Posisi dana darurat pada perencaan keuangan adalah sebagai pondasi. Gambarannya, plarak-plirik investasi mah nanti dulu, deh, kalau kamu belum punya dana darurat. Soalnya begini. Dana itu nantinya yang bisa menjaga kamu dari “dikit-dikit ngutang”. Ya antisipasi jika-jika (amit-amit) keadaan ekonomimu lagi mbleret dan juga yang bisa mem-backup kalau suatu saat kamu ingin pindah quadran (misalnya dari karyawan ke merintis usaha sendiri). Kalau pondasinya kuat, harapannya tentu hal-hal berkelanjutannya jadi lancar.

Bagi saya, punya dana darurat itu lebih ke bagaimana kita mengusahakannya, bukan cepat-cepatan untuk punya. Besaran gaji yang dimilik bukan patokan utama bisa atau nggak. Soalnya nggak jarang dipertanyakan bagaimana bisa mengupayakan punya dana khusus ini jika pemasukan bulanannya kecil. Padahal, prinsip dasar punya dana khusus ini, sih, nggak jauh beda sama nabung biasa. Sisihkan saja uang sejumlah yang ditentukan.

Saya bukan perencana keuangan, bukan pula adiknya Mbak Ligwina. Tapi setidaknya untuk hal mendasar seperti menghitung dan mengupayakan punya dana darurat seperti ini, insyaallah saya mampu.

Kalau mau dirinci lagi, begini kiat-kita memilikinya.

Tentukan jumlah dana yang harus dikumpulkan

Jumlah dana darurat tiap orang berbeda-beda ya, Sahabat. Kuncinya ada di pengeluaran bulanan dan status. Misalkan, pengeluaran bulanan saya ada di angka 2 juta dengan status saya yang single. Jadi, jumlah pengeluaran 2 juta tadi dikali 6. Ketemulah angka 12 juta kan, tuh? Nah, dana yang harus saya miliki adalah 12 juta.

Beda status, beda pula jumlah yang dikalikan. Rumus idealnya begini:

Single: Pengeluaran per bulan x 6

Baca Juga:

Dana Darurat yang Perlu Disiapkan Kelas Menengah agar Bisa Selamat Menghadapi 2025

Judi Online Itu Masalah Struktural, Nggak Akan Kelar Hanya dengan Blokir Situs

Menikah: Pengeluaran per bulan x 9

Menikah dan punya anak: Pengeluaran per bulan x 12

Siapkan dana

Untuk dana khusus yang satu ini, kamu bisa ambil dari pendapatan/gaji bulanan kamu. Sobat UMR? Ehem, nggak usah khawatir. Ada 2 akal-akalan yang bisa kamu lakuin. Pertama, kurangi pengeluaran bersifat konsumtif. Kedua, alokasikan dana untuk pengeluaran yang nggak perlu ke dana darurat. Kalau kamu mau berupaya sedikit lebih nganu lagi, ya coba saja tambah-tambah penghasilan. Bisa jadi freelance atau kerja sampingan.

Prioritaskan anggaran

Habis gajian, kamu bisa langsung potong anggaran buat dana darurat. Menurut saran yang saya anut, bikin budget-nya teh di awal pas dapat duit. Tanpa fafifu wasweswos, langsung potong, terus masukin ke dana khusus ini.

Simpan di tempat yang tepat

Tempat tepat untuk menaruh dana darurat di mana, sih? Menurut saran yang saya anut, bisa ditaruh di tempat yang aman, mudah dijangkau, dan likuid. Dua contohnya di tabungan (usahakan terpisah dari tabungan untuk keperluan bulanan) atau di reksadana pasar uang (RDPU).

Kalau saya, 50% tabungan 50% reksadana pasar uang. Setengah dana darurat saya taruh di tabungan yang bila kepepet bisa dicairin saat itu juga (untuk kebutuhan mendesak banget), dan setengahnya lagi saya taruh di reksadana pasar uang (pencarian menunggu beberapa hari).

Jangan sampai karena pendapatan kecil, kamu jadi patah arang untuk punya dana darurat. Karena sejatinya, punya dana darurat itu adalah hak setiap manusia. Nggak cuma yang gajinya gede saja. Kuncinya adalah bagaimana kamu mengupayakan untuk punya. Ini bukan perihal bisa atau nggak, tapi lebih ke mau (mengusahakan) atau nggak.

Dah, gitu saja. Semangat menabung~

BACA JUGA Biar Nggak Bikin Ulah Lagi, Akun Perencana Keuangan Baiknya Di-unfollow Aja! dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: dana daruratKeuangan Terminalliterasi keuanganmanajemen keuangan
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

Peran Admin Dirjen Pajak dalam Konten TikTok 'Ganteng, Review Saldonya Dong!' terminal mojok.co

Peran Admin Dirjen Pajak dalam Konten TikTok ‘Ganteng, Review Saldonya Dong!’

13 Agustus 2021

Scarcity Effect: Teknik Jualan Paling Nggateli yang Manfaatkan Rasa Takut dan Ketergesaan Pelanggan

20 Juni 2021

Utang Bank Adalah Stimulus Etos Kerja, Benarkah Begitu?

18 Juni 2021
5 Hal yang wajib dipertimbangkan sebelum buka tabungan emas terminal mojok

5 Hal yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Buka Tabungan Emas

12 Juli 2021

Panduan Dasar Memulai Usaha Angkringan bagi Anak Muda

5 Juni 2021
4 Alasan Orang Malas Menggunakan Bank Digital terminal mojok

4 Alasan Orang Malas Menggunakan Bank Digital

15 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.