Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di 'Monthly Magazine Home' – Terminal Mojok

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di ‘Monthly Magazine Home’

Artikel

Rumah, menurut Anda, definisi rumah itu apa, sih? Apakah sebatas bangunan tempat kita tinggal, tempat kita melepas penat dan lelah, tempat kita melepas beragam topeng atau lebih dari itu? Atau justru definisinya tergantung siapa yang memaknainya? Belakangan ini saya sedang mengikuti sebuah drama Korea bergenre komedi romantis, judulnya Monthly Magazine Home. Saya perhatikan di Twitter memang nggak terlalu banyak orang yang membahas layaknya drama Korea lain, seperti yang saat ini sudah masuk ke season 3 sampai mahasiswa seni si kupu-kupu. Padahal, tayangan ini nggak kalah menarik, lho. Dari drama ini saya jadi tahu ternyata makna rumah itu berbeda-beda dilihat dari kacamata yang berbeda pula.

Drama Korea Monthly Magazine Home menceritakan tentang Na Young-won (Jung So-min) yang berprofesi sebagai editor di sebuah majalah, ia berkeinginan untuk memiliki rumah dan Yu Ja-seong (Kim Ji-seok) sebagai atasannya yang juga seorang ahli di bidang properti. Nggak hanya tentang hubungan keduanya, Monthly Magazine Home juga mengisahkan tiap-tiap insan (sepaket dengan masalah dan keinginannya) yang ada di kantor majalah properti itu.

Nah, salah satu yang menarik dari drama Korea ini adalah penonton disuguhkan cara-cara yang dilakukan Na Young-won untuk bisa membeli rumah impian berdasarkan saran dari Yu Ja-seong, melalui kanal YouTube-nya. Setidaknya sudah ada 5 cara (dari 6 episode pertama) menabung yang juga bisa kita ikuti untuk beli rumah.

Baca Juga:  Scarcity Effect: Teknik Jualan Paling Nggateli yang Manfaatkan Rasa Takut dan Ketergesaan Pelanggan

Langkah pertama, jangan boros

Rumah bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan selembar kertas, kecuali kalau kertas tersebut merupakan cek bernilai nominal uang yang besar. Maka dari itu, Yu Ja-seong menyarankan untuk jangan boros. Kalau makanan, minuman, atau barang apa pun yang nggak begitu kita perlukan, jangan dibeli. Misalnya, Young-won gemar minum secangkir kopi setiap hari untuk menghilangkan stresnya. Kalau gadis 30 tahun itu tinggal di Jakarta dan membeli kopi di sana, paling nggak uang Rp30.000 akan keluar dari dompet atau dompet digitalnya. Bayangkan jika itu terjadi setiap hari, setiap pekan, setiap bulan, dan sepanjang tahun. Lumayan, kan, kalau uangnya disimpan demi mempercepat untuk beli rumah impian?

Selanjutnya, bergabung dengan komunitas untuk menemukan rekan

Saya pernah membaca entah di mana, yang pasti kata-kata ini tertanam kuat dalam pikiran saya, yang kurang lebih maksud dari tulisannya begini, “Kalau ingin berjalan cepat, maka jalanlah seorang diri, tapi kalau ingin berjalan jauh, maka jalanlah bersama rekan.” Bagi Young-won, untuk membeli rumah bukanlah sesuatu yang mudah, dia senang kalau ada orang yang mendukungnya meski hanya via komentar di laman situs web komunitas. Boleh jadi, hal yang sama bisa membantu kita-kita ini yang ingin membeli rumah. Lebih mudah lagi kalau ternyata rekannya sudah ada, hihihi.

Kontrol pengeluaran sehari-hari

Yu Ja-seong menyarankan penonton kanal YouTube-nya membuat kalender 10.000 won atau setara dengan kurang lebih Rp130.000 untuk kebutuhan hidup setiap harinya. Hal ini tentu perlu disesuaikan dengan kehidupan kita masing-masing, mengingat latar belakang, kewajiban, dan kebutuhan kita sebagai manusia pasti berbeda-beda.

Baca Juga:  Pesan dari Serial Drakor “Mystic Pop-up Bar” untuk Pelaku dan Korban Pelecehan Seksual

Pisahkan rekening

Rasanya tips kali ini sudah cukup banyak kita lihat di beranda media sosial (setidaknya sekali) seperti Twitter, Instagram, sampai di TikTok. Kalau di sini, Yu Ja-seong memberi informasi bahwa pembagian rekening itu didasarkan kepada tujuannya. Yang pertama rekening untuk tabungan rumah impian (karena sejak awal semua ini merupakan tips untuk membeli rumah), diisi dengan separuh gajian. Yang kedua untuk biaya hidup, setorkan 30% dari gaji ke rekening ini. Yang terakhir untuk diri sendiri sebesar 20% dari gaji. Lagi-lagi harus digarisbawahi kalau semua ini tergantung latar belakang dan kebutuhan tiap-tiap individu. Na Young-won yang tinggal seorang diri belum tentu sama kebutuhan dan kewajibannya dengan kita, warga di negeri ber-flower yang masih harus membeli masker kala pandemi ini, belum lagi untuk para generasi sandwich. Harap disesuaikan, jangan memaksakan untuk sama persis dengan saran bos majalah properti di drama Korea ini, lho.

Tingkatkan pengetahuan dengan membaca buku

Untuk bisa membeli rumah, ternyata juga perlu pengetahuan seputar properti, caranya ialah dengan mempelajari buku properti. Jangan sampai saat target uang yang telah ditabung tercapai, kita justru salah membeli rumah karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Lokasi dan kondisi rumah hanya salah dua hal yang harus diperhatikan dari sekian banyak komponen lain yang mesti menjadi bahan pertimbangan. Jadi, jangan hanya mengumpulkan uang, tapi juga perlu mengumpulkan pengetahuan.

Baca Juga:  Lika-Liku Anak Kos Jogja (1)

Sedikit tambahan, akan lebih baik kalau sudah memilih rumah impian mana yang ingin dibeli (atau bisa juga gambaran rumah yang ingin dibangun) sebagai motivasi kita untuk berusaha lebih keras. Layaknya saat tahu ke mana tujuan kaki ini melangkah, tentu akan terasa lebih bersemangat ketika berjalannya agar bisa sampai ke sana. Saya pikir tips menabung ini juga bisa digunakan ketika kita ingin membeli sesuatu selain rumah. Ya, bisa disesuaikan dengan keinginan kita saja pokoknya.

Oh ya, saya rasa di episode lanjutan Monthly Magazine Home juga masih akan ada tips menabung lain yang bisa dilakukan untuk membeli rumah. Kalau tertarik untuk menyaksikan, drama ini tayang setiap Rabu dan Kamis. Kalau nggak tertarik untuk membeli rumah juga tidak apa-apa, kok, untuk ikutan nonton.

Sumber Gambar: YouTube iQIYI K-Drama

BACA JUGA Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.