Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Usulan Pak Muhadjir Effendy Soal Nikah Antartingkat Ekonomi Memang Kompor Gas!

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
21 Februari 2020
A A
Usulan Pak Muhadjir Effendy Soal Nikah Antartingkat Ekonomi Memang Kompor Gas!
Share on FacebookShare on Twitter

Entah apa yang membuat Menko PMK kesayangan kita semua Pak Muhadjir Effendy sempat-sempatnya kepikiran bikin ide out of the galaxy seperti yang heboh baru-baru ini. Ide cemerlang Pak Muhadjir Effendy menyeruak ketika pada tanggal 19 Februari  2020 kemarin beliau menyampaikan ide bagaimana jika Menteri Agama membuatkan fatwa menyoal nikah antartingkat ekonomi. Jadi yang kaya diharuskan nikah sama yang miskin dan yang miskin harus pula nikah sama orang kaya, simpelnya gitu. Alasan beliau memunculkan ide tersebut karena menurut beiiau cara tersebut mampu mengentaskan kemiskinan yang sulit lepas dari negeri kita tercinta ini.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, terlepas dari hebohnya publik merespons ide Pak Muhadjir Effendy. Ide Pak Muhadjir Effendy soal nikah antartingkat ekonomi sebenarnya berasalan dan saya curiga mungkin ini adalah salah satu program unggulan beliau yang sudah dibikin, dipikirkan, dikonsep, dikaji sejak beliau jadi Menteri Pendidikan dahulu. Saya menyebut ide beliau beralasan, karena memang benar. Indonesia seolah-seoalah sulit melepaskan diri dari jerat kemiskinan. Padahal  program untuk melawan kemiskinan selalu muncul. Tapi hasilnya tetap gitu-gitu aja. Indonesia masih belum bisa lepas dari jerat kemiskinan.

Apa salahnya ide diutarakan? Begitu mungkin yang ingin ditunjukkan oleh Pak Muhadjir Effendy kepada kita semua. Ide yang dipendam tidak akan berguna, jadi alangkah lebih baiknya disampaikan. Toh mau pro atau kontra ya lagian itu masih cuma wacana. Betul kan, Pak Muhadjir Effendy?

Betapa wajarnya ide Pak Muhadjir Effendy ini sebenarnya membuat saya aneh sendiri melihat para netizen yang protes. Masak nggak ada yang mau jadi kaya. Ide beliau ini cerdas, lho. Bayangkan jika kamu miskin, terus peraturan ini ditetapkan. Kamu pada akhirnya tidak akan terus-terusan menjadi seorang yang selalu mengeluh soal privilese. Pak Muhadjir Effendy ini saya kira sangat paham betul dengan ide yang disampaikannya. Melihat betapa banyaknya para konglomerati yang mendapat hak istimewa di negeri ini. Beliau ingin melawannya dengan senjata yang paling ampuh dan paling dasar atau lebih tepatnya melalui fitrah yang dimiliki manusia: menikah.

Apalagi ketika beberapa menteri berbondong-bondong pamer program kerja yang terbarukan dan dicap inovatif. Beliau sebagai seorang pemain lama di lingkungan menteri tentu tidak mau dicap kinerjanya gitu-gitu aja. Perlu ada gebrakan revolusioner nan spektakuler. Hasilnya, ya ide soal menikah antartingkat ekonomi itu.

Ada mereka yang kontra dengan ide beliau karena menganggap jika peraturan atau fatwa itu dibuat, maka rakyat seolah dikekang oleh negara. Padahal, saya yakin Pak Muhadjir Effendy mikirnya nggak sampai kesitu. Saya yakin beliau bikin ide nikah antartingkat ekonomi itu mikirnya cuma dua, Indonesia bebas dari kemiskinan dan orang-orang miskin hidupnya akan lebih bahagia karena nikah dengan orang kaya.

Beliau ini tidak memikirkan nasib para kaum borjuis yang ingin melanggengkan status borjuisnya sampai seribu turunan dan tidak memikirkan mereka yang ingin merdeka menyoal siapa cinta sejatinya. “Padahal Indonesia adalah negara merdeka dan penganut sistem demokrasi, masa soal cinta dan nikah saja perlu diatur negara,” begitu seloroh netizen yang kemarin meributkan soal privilese.

Saya pribadi ketika pertama kali membaca ide yang disampaikan Pak Muhadjir Effendy memang agak terkejut. Keterkejutan saya ini bukan karena tidak setuju, hanya saja saya terkejut kenapa ide ini baru muncul sekarang. Coba ide ini sudah muncul lebih awal. Mungkin polemik soal kaum yang berprivilese kemarin itu tidak pernah ada. Konglomerat di Indonesia lebih merata. Hingga slogan si kaya menginjak si miskin pasti tidak akan pernah ada. Wong semuanya bakal jadi kaya, kok. Betul kan, Pak?

Baca Juga:

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

Ide atau wacana yang luar biasa memang awalnya sering dianggap konyol. Ilmuwan dunia dan para filsuf di zaman dahulu pun sempat dianggap gila karena berbagai teori anehnya yang mungkin saat itu tidak sesuai zamannya. Begitu pula ide Pak Muhadjir Effendy soal pernikahan antartingkat ekonomi. Ide tersebut jika dinalar dan dipikir-pikir lagi ya memang masuk akal dan relate dengan kondisi mereka yang sudah kepepet dengan kemiskinan. Menikahkan anak-anaknya dengan orang yang status ekonominya lebih tinggi nyatanya bukanlah cerita dongeng di negeri ini.

Hanya saja, beliau tidak menyadari bahwa banyak kekurangan dari ide beliau tersebut. Beliau entah sengaja atau tidak, tidak menyadari bahwa masyarakat Indonesia yang sekarang bukanlah jenis masyarakat yang sama ketika Indonesia dijajah 350 tahun. Masyarakat Indonesia yang sekarang jauh lebih berkembang dari segi pengetahuan, kebudayaan, peradaban, pakaian, minuman, hingga bacotan. Beliau mungkin lupa bahwa masyarakat Indonesia saat ini sangat kritis dalam menanggapi segala hal.

Melempar ide yang kontroversial yang masih belum matang tentu menjadi blunder yang mengerikan. Ide beliau saya yakin bertujuan baik. Tapi alangkah lebih baiknya lebih dimatangkan dan diperkokoh alasannya. Jikalau alasan yang Pak Muhadjir Efendy sampaikan tidak mempan meyakinkan masyarakat Indonesia menyoal ide nikah antartingkat ekonomi itu. Saya ingatkan Pak, pakai alasan pamungkas. Seperti kalimat, ”Ini untuk kepentingan rakyat Indonesia.” Saya jamin masyarakat Indonesia bakal tambah kritis sama ide Bapak.

Kalau saya boleh meminjam kalimat yang Om Indro Warkop DKI sering katakan ketika menjadi juri Stand Up Comedy. Maka saya akan pakai kalimat, “Kompor Gas!” Untuk ide Pak Muhadjir Effendy ini. Punchlinenya kena. Sering-sering bikin ide yang out of the galaxy ya, Pak!

BACA JUGA Sebelum “Marriage Story”, Ada “The Wife” yang Cerita Soal Perempuan dan Rumitnya Pernikahan atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2020 oleh

Tags: KayaMiskinMuhadjir EffendyNikah
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Bukan Rokok, Saya Malah Miskin Gara-gara Pelihara Kucing terminal mojok.co

Bukan Rokok, Saya Malah Miskin Gara-gara Pelihara Kucing

6 Oktober 2021
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Steven Pinker Bilang Dunia Jadi Lebih Baik, Itu Indonesia Masuk Hitungan Nggak Ya?

Steven Pinker Bilang Dunia Jadi Lebih Baik, Itu Indonesia Masuk Hitungan Nggak Ya?

26 Desember 2019
Salah Kaprah Hidup Hemat, dari Dinilai Pelit Sampai Dianggap Miskin terminal mojok

Salah Kaprah Hidup Hemat, dari Dinilai Pelit Sampai Dianggap Miskin

28 Agustus 2021
Honda BeAT

Rajin Pangkal Pandai, Honda BeAT Pangkal Kaya

15 Maret 2023
Cara Cepat Hamil bagi yang Sudah Nikah dari Tegal (Unsplash)

Cara Cepat Hamil bagi yang Sudah Nikah dengan Mantu Poci dari Tegal

23 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026
Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM  Mojok.co

Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM 

21 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.