Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UNY yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Tidak Lagi Kampus Merakyat seperti yang Selama Ini Diromantisasi

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
20 Agustus 2025
A A
UNY yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Tidak Lagi Jadi Kampus Merakyat seperti yang Selama Ini Diromantisasi Mojok.co

UNY yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Tidak Lagi Jadi Kampus Merakyat seperti yang Selama Ini Diromantisasi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kampus pelarian orang-orang yang gagal tembus Universitas Gadjah Mada (UGM). Selentingan itu pasti nggak asing di kuping mahasiswa UNY atau orang Jogja asli. Entah sejak kapan narasi semacam itu beredar, sepertinya sih sudah dari generasi ke generasi ya. 

Dahulu, UNY yang berada di sisi timur UGM itu punya kesan lebih merakyat dan membumi. Mahasiswa UNY terima-terima saja, toh memang begitu adanya. Lagi pula, zaman dahulu, bisa kuliah saja sudah syukur.  

Akan tetapi, setelah dipikir-pikir lagi, selentingan itu kian tidak relevan saat ini. Sekarang, banyak lulusan SMA yang menargetkan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai pilihan pertamanya. UNY tidak lagi jadi “cadangan” setelah UGM. 

Selain itu, rasanya sudah tidak pantas menyebut Universitas Negeri Yogyakarta sebagai kampus merakyat dan membumi. UNY sudah masuk liga yang sama soal gengsi, biaya, dan masalah dengan kampus-kampus besar lain di Jogja. Itu mengapa, kalau ada yang bilang UNY itu kampus jelata, sata cuma bisa tersenyum miris dalam hati. 

Romantisasi yang mengaburkan realita

Romantisasi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai kampus yang merakyat sudah basi sekarang ini. Citra kampus negeri yang mudah diakses oleh siapa saja sudah usang. Kenyataannya, UNY tidak seperti itu. Kampus yang kini berstatus PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) ini punya banyak persoalan. 

Saya paham, banyak orang punya memori indah tentang UNY. Ada yang merasa UNY itu “rumah kedua” karena suasana kampusnya ramah. Ada yang bangga karena UNY melahirkan banyak guru hebat. Bahkan, di kampung saya, lulusan IKIP sebagai cikal bakal UNY itu disegani. 

Akan tetapi, semua memori indah itu jangan sampai menutupi persoalan Universitas Negeri Yogyakarta sekarang ini. Apalagi sampai melindungi kebobrokan yang ada. Misalnya, kasus ijazah mahasiswa yang sudah lulus, tapi tidak kunjung diterbitkan. Ini persoalan yang perlu mendapat sorotan secara terang benderang. 

Yang bikin tambah geleng-geleng kepal;a, aspirasi mahasiswa soal ini malah dibungkam. Ada semacam tembok tak kasatmata yang memisahkan mahasiswa kritis dan pihak kampus. Melihat kenyataan tersebut, apakah masih pantas UNY diromantisasi sebagai kampus kerakyatan? Rasa-rasanya kok tidak ya. 

Baca Juga:

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

PTNBH, janji mandiri yang malah membebani mahasiswa

Buat yang belum tahu, status PTNBH itu berarti kampus punya otonomi lebih dalam mengatur diri, termasuk soal keuangan. Teorinya, ini bikin kampus lebih mandiri, nggak melulu bergantung pada anggaran negara. Praktiknya? Di banyak kampus PTNBH, termasuk UNY, status ini sering jadi pintu masuk kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan komersialisasi fasilitas kampus.

Di satu sisi, PTNBH memang membuka peluang pengembangan kampus. Tapi di sisi lain, mahasiswa yang ekonominya pas-pasan bisa kelabakan. Ini ironis, mengingat UNY pernah di-branding sebagai kampus merakyat. Apa gunanya merakyat kalau rakyatnya malah megap-megap bayar kuliah?

Terimalah kenyataan bahwa UNY yang dahulu bukanlah yang sekarang

Saya nggak bilang kita harus membenci Universitas Negeri Yogyakarta. Sama sekali nggak. Kritik itu justru lahir dari rasa peduli. Kalau kita cinta sama kampus, kita harus berani mengakui bahwa ia punya sisi gelap.

Universitas Negeri Yogyakarta bukan lagi kampus yang cuma diisi anak-anak yang gagal masuk UGM. Ia sudah berkembang, punya nama, punya prestasi internasional. Tapi, bersamaan dengan itu, UNY juga membawa beban berat masalah tata kelola, transparansi, dan kebijakan. Masalah yang sering bikin mahasiswanya geleng-geleng. Kita harus segera menghentikan romantisasi UNY sebagai kampus merakyat agar melihat kenyataan secara lebih terang benderang. 

Penulis : Janu Wisnanto
Editor : Kenia Intan

BACA JUGA 13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2025 oleh

Tags: Jogjakampus jogjaptn jogjaUGMuniversitas gadjah madauniversitas Jogjauniversitas negeri yogyakartaUNY
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak Mojok.co

Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak

10 Oktober 2025
Rasisme Jawa Itu Nyata Dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan (Pexels)

Mencermati Rasisme Sesama Orang Jawa dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan

27 Januari 2025
Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

5 Hal yang Membuat Mahasiswa UNY Secara Terus Terang Merasa Iri Sekaligus Mengagumi UGM

15 Agustus 2025
Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan  Mojok.co

Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan 

3 Agustus 2024
Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya! Mojok.co

Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya!

2 Agustus 2024
5 Rekomendasi Tempat Makan Murah Sekitar UGM dan UNY Jokowi

UGM Justru Goblok kalau Menanggapi Orang Nggak Jelas Lewat Konferensi Pers

11 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Tapi Tumbal Orang Tua (Pexels)

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

27 Januari 2026
5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan Mojok.co

5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan

25 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.