Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
26 Desember 2025
A A
Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda

Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda (Dokumentasi UT)

Share on FacebookShare on Twitter

Birokrasi kampus yang rumit sih nggak relate buat mahasiswa UT.

Ketika berselancar di media sosial, saya sering menemukan curhatan para mahasiswa. Isinya kurang lebih sama: biaya UKT mahal, jadwal yang kaku, dosen susah ditemui, telat satu menit dianggap alfa, sampai birokrasi yang rumit.

Soal birokrasi kampus yang rumit ini, pernah ada yang cerita kalau untuk mengurus satu dokumen saja, bisa melibatkan lima ruangan berbeda, tiga tanda tangan, dua cap basah, dan satu petugas yang entah ke mana. Ada sih pilihan untuk mengurus lewat online. Tetapi, sekadar untuk buka laman layanan online-nya saja, butuh refresh lima kali dan istighfar ratusan kali. Padahal di depan gedung ada banner gede sekali: Digitalisasi Layanan.

Jujur saja, sebagai orang tua yang kelak juga akan menguliahkan anaknya, saya kadang mikir, “Kok bisa ya ada orang yang mau cari ilmu malah dibikin ribet dengan urusan birokrasi?” Padahal hidup ini sudah ribet. Masa urusan kuliah juga harus ikutan ribet?

Hal-hal ribet di kampus konvensional, tapi nggak ada di UT

Yang bikin saya makin heran ketika membaca keluh kesah mahasiswa konvensional ini adalah keribetan yang mereka keluhkan terasa kontras dengan pengalaman saya saat kuliah di Universitas Terbuka (UT). Berapa kali pun saya memutar ingatan dan membuka arsip ingatan lama, tak ada jejak keribetan saat saya berkuliah di kampus yang terkenal dengan pembelajaran jarak jauhnya ini.

Contoh, nih. Ketika ada yang mengeluh tentang jam kuliah kaku, kehadiran mutlak, toleransi nyaris nol yang berujung pada telat sedikit urusan jadi panjang. Semua hal tersebut, tidak terjadi sepanjang saya kuliah di UT. Di UT, waktu belajar sepenuhnya jadi milik mahasiswa. Mahasiswa dipercaya untuk mengatur ritmenya sendiri. Mau belajar pagi, malam, atau sambil rebahan, bebas. Yang penting tanggungjawab.

Administrasi di kampus konvensional yang kerap jadi momok juga tidak terjadi di UT. Formulir ini-itu, fotokopi berlapis, tanda tangan berjenjang, dsb, nggak ada tuh di kamus UT. Pasalnya, di UT hampir semuanya berbasis sistem. Jadi, mahasiswa UT nggak bakal ketemu dengan drama “Besok ke sini lagi, ya. Petugasnya lagi nggak ada,” seperti yang biasa terjadi di kampus konvensional.

Ada layanan Zoom untuk melayani mahasiswa

Saya jadi ingat. Dulu, saya pernah mengalami kendala saat berkuliah di UT. Persisnya apa saya lupa, yang jelas saat itu saya cukup membuat layanan aduan by ticketing. Gongnya adalah respons aduannya cepat sekali. Saya jadi nggak merasa di-PHP-in oleh pihak kampus.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Belakangan, saya baru tahu kalau sekarang UT juga punya layanan aduan via Zoom. Jadi, kapan pun mahasiswa UT punya kendala dengan perkuliahan, mereka tinggal isi form online, lalu masuk ke link Zoom yang diberikan setelah mengisi form. Selanjutnya akan ada petugas yang memberikan link sheet daftar tunggu. Nanti, setiap mahasiswa diberi waktu 10-15 menit untuk berkonsultasi. Jadi mahasiswa bisa mengira-ngira sendiri kapan giliran mereka. 

Misalnya dihitung-hitung masih lama, bisa banget keluar Zoom dulu buat jajan cilok. Setelah itu baru masuk lagi.

Di sesi layanan Zoom tersebut, segala permasalahan bisa menemukan titik temunya. Mau pindah ujian jadi remote proctoring? Bisa. Tinggal isi form, pilih jadwal, bayar biaya pindah ujian, semua dituntun dan dibantu sampai kelar. Cepat dan sat set. Mahasiswa UT jadi berasa kayak nasabah prioritas BCA.

Bukan soal menempa mental, tapi…

Balik lagi soal betapa ribetnya birokrasi di kampus konvensional. Yang bikin makin nyesek dari fenomena ini adalah keribetan tersebut sudah berlangsung lama, tetapi seolah dibiarkan begitu saja. Bisa jadi pembiaran ini karena orang sudah terbiasa dengan budaya ribet sehingga keribetan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar. 

Bayangkan, kita ada pada masa di mana keribetan itu dianggap wajar! Duh. Agak laen emang. Lama-lama mahasiswa tidak lagi bertanya kenapa prosesnya harus serumit itu, tapi lebih fokus ke strategi: “Mending berangkat habis subuh biar duluan antre tanda tangan.”

Eits, jangan bilang kalau keribetan birokrasi yang ada di kampus konvensional ini sebagai kawah candradimuka untuk mengasah mental mahasiswa, ya. Maaf, tapi itu nggak ada hubungannya sama sekali. Diskusi, proyek, presentasi, itu baru melatih mental.

Pada akhirnya, saya jadi bersyukur tidak pernah mengalami segala macam drama perkuliahan yang sering digegerkan oleh mahasiswa kampus konvensional. Apa itu dioper sana-sana untuk administrasi? Nggak ada. Nangis-nangis karena dosbing susah banget ditemui juga nggak ada.

Sistem yang ada di UT itu mudah. Semua terpampang nyata di kitab suci bernama Katalog UT. Kalau ada mahasiswa yang ngeyel bilang UT itu ribet… ah, pasti dia malas buka katalog.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kuliah Bukan Perlombaan Lulus Tepat Waktu, Universitas Terbuka (UT) Justru Mengajarkan Saya Lulus Tepat Tujuan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2025 oleh

Tags: alumni Universitas Terbukakuliah di Universitas Terbukakuliah Universitas Terbukamahasiswa universitas terbukapilihan redaksiuniversitas terbukaut
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Simpang Lima Semarang, Saksi Bisu Lika-liku Prostitusi di Kota Lumpia

Simpang Lima Semarang, Saksi Bisu Lika-liku Prostitusi di Kota Lumpia

20 Juli 2023
Alasan Orang Magelang Ogah Berwisata ke Candi Borobudur Mojok.co

Alasan Orang Magelang Ogah Berwisata ke Candi Borobudur

7 November 2024
Shopee Barokah, Cara Aman Menghindari Godaan Shopee PayLater

Shopee Barokah, Cara Aman Menghindari Godaan Shopee PayLater

11 Oktober 2023
Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

16 Desember 2023
Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

7 Kesulitan Menempuh Pendidikan di Universitas Terbuka yang Wajib Dipertimbangkan Calon Mahasiswa

10 Januari 2024
Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

14 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.