Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kuliah di UIN Bandung: Ekspektasi Mau kayak Dilan 1990 Realitanya Malah Kaya Mad Max Fury Road

Indra Mulyana oleh Indra Mulyana
27 November 2025
A A
UIN Bandung Nggak Mencetak Mahasiswa, tapi Survivor (Unsplash)

UIN Bandung Nggak Mencetak Mahasiswa, tapi Survivor (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sumpah, gue nggak bermaksud menakut-nakuti kalian para maba yang baru saja lolos seleksi. Selamat, serius. Kalian hebat. Tapi, izinkan gue sebagai kating yang sisa hidupnya habis di jalanan AH Nasution ini memberikan sedikit disclaimer biar kalian nggak kaget-kaget amat kuliah di UIN Bandung.

Gini ya. Di brosur atau imajinasi liar kalian, kuliah di Bandung itu pasti visualnya estetik. Udara dingin menusuk tulang, jalanan Braga yang basah sisa hujan, outfit lapisan tiga kayak mau winter di Eropa, terus ngopi cantik di Dago Atas sambil bahas eksistensialisme. Indah banget, kayak FTV SCTV 10 pagi.

Tapi, begitu takdir melempar kalian ke Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati alias UIN Bandung, ya bubar jalan itu semua. Mari kita bicara jujur dari hati ke hati bahwa UIN Bandung itu bukan di Bandung. Itu di Cibiru. Itu aja dulu.

UIN Bandung nggak di Bandung

Buat yang belum tahu, Cibiru itu adalah sebuah glitch dalam simulasi Kota Bandung. Sama warga lokal, sini biasanya disebut DISKOTIK (Di Sisi Kota Saeutik). Memang, secara KTP, masuk Kota Bandung. Tapi secara vibes? Cibiru lebih mirip perbatasan Meksiko di film “Sicario”. Panas, berdebu, dan hukum rimba berlaku di aspalnya.

Elo nggak akan menemukan vibes Dilan yang nanyain cita-cita kamu dengan lembut. Yang ada suara sopir angkot Cileunyi-Cicadas yang teriak, GESER NENG! MASIH MUAT DUA PANTAT LAGI! padahal di dalam udah kayak ikan sarden dipresto.

Neraka bernama bundaran Cibiru

Kalau kota punya Gedung Sate sebagai ikon, UIN Bandung punya Bundaran Cibiru. Ini bukan sekadar bundaran, tapi kawah candradimuka. Tempat di mana kesabaran, keimanan, dan skill berkendara diuji sampai titik darah penghabisan.

Pagi hari di Bundaran Cibiru itu ibarat simulasi “Mad Max”. Motor dari arah Rancaekek dan Cileunyi menyerbu kayak Orc di “Lord of the Rings”. Truk-truk kontainer segede Gaban melenggang santai di jalur kanan, sementara angkot ngetem seenak udel di belokan.

Gue pernah berangkat kuliah wangi dengan gaya kalcer lengkap. Sampai kampus? Muka gue abu-abu, Bro. Rambut lepek kena asap knalpot bus Damri. Outfit anak UIN Bandung yang paling valid itu bukan coat tebal, tapi jaket parasut anti-angin plus masker medis dua lapis. Kalau perlu pakai kacamata las biar mata nggak kelilipan pasir.

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Dingin? Apa itu dingin?

Bandung, kan, dingin, Kak?

Hahaha. Ketawain aja 1374526 kali.

Cibiru dan sekitarnya (Cipadung, Manisi, Panyileukan) itu punya mikroklimat sendiri. Kalau Dago lagi hujan romantis, Cibiru itu panasnya bisa bikin aspal meleleh. Matahari di sini rasanya ada tiga, dan semuanya nyorot langsung ke ubun-ubun pas elo lagi jalan kaki dari gerbang depan ke Gedung Syarkum.

Makanya, jangan heran kalau lihat mahasiswa UIN Bandung outfit-nya agak ajaib. Atasnya pakai hoodie tebal (demi gaya), bawahnya celana bahan cingkrang, tapi mukanya banjir keringat. Itu bukan tren fashion, itu bentuk penyiksaan diri demi validasi sosial “Anak Bandung”.

Kosan murah anak UIN Bandung

Tapi ya, nggak adil kalau gue cuma sambat doang. Ada satu hal yang bikin UIN Bandung itu ngangenin. Yap, harga kosan yang masih masuk akal buat sobat misqueen.

Di mana lagi elo bisa nemu kosan di gang sempit Cipadung yang harganya masih ramah di kantong mahasiswa bidikmisi? Atau makan di warteg sekitaran Manisi yang porsinya brutal banget? Dengan modal ceban (10 ribu), elo udah bisa kenyang bego.

Terus kulturnya itu lho. UIN Bandung itu melting pot yang aneh. Elo bakal nemu mas-mas gondrong pake kaos band metal lagi diskusi fiqih muamalah sama mbak-mbak bercadar di selasar masjid. 

Elo bakal lihat anak Sastra Inggris yang gayanya British banget makan seblak pedas level setan di pinggir jalan. Dan nggak ketinggalan anak-anak kalcer pake sepatu garis tiga sama celana jeans sobek di dengkul.

Plus ada percampuran antara kesalehan ritual dan kebangsat-an tongkrongan anak UIN Bandung yang menyatu secara harmonis. Paginya setor hafalan Quran, malamnya push rank sambil misuh-misuh di warkop. Seimbang. Yin dan Yang kearifan lokal.

Pesan Moral (kalau ada aja)

Jadi, buat kalian yang sudah terlanjur nyemplung di UIN Bandung, nikmatin aja. Lupakan mimpi jadi Milea atau Dilan. Di sini kalian dididik jadi survivor. 

Mental kalian bakal ditempa jadi sekeras batu kali. Kalau kalian bisa lulus tepat waktu dengan kondisi harus menembus macetnya Soekarno-Hatta atau Cibiru tiap pagi, percayalah, tantangan hidup apa aja setelah wisuda bakal terasa enteng.

Dan ingat, kalau ditanya orang Jakarta kuliah di mana, jawab aja dengan pede di Bandung Timur. Biar misterius dikit. Nggak usah jelasin kalau Timur-nya itu udah mepet Sumedang.

Dah ah, mau ngerjain skripsi dulu. Dosen pembimbing gue susah ditemui. Ngalahin hilal.

Penulis: Indra Mulyana

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nama Resmi UIN Memang Terlalu Sulit untuk Dihapal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2025 oleh

Tags: BandungBandung TimurCibiruDilan 1990kampus UINUINUIN Bandung
Indra Mulyana

Indra Mulyana

Mahasiswa Semester akhir. Menaruh hati pada isu politik dan kondisi kehidupan di Indonesia. Hobi membaca, ngopi, dan menulis.

ArtikelTerkait

Jalan Dipati Ukur Bandung Bener-bener Nggak Keurus. Udah mah Semrawut, Kumuh, Ada yang Jualan Amer Pula

Jalan Dipati Ukur Bandung Bener-bener Nggak Keurus. Udah mah Semrawut, Kumuh, Ada yang Jualan Amer Pula

29 Agustus 2024
Saatnya Kita Berhenti Glorifikasi Bandung dan Yogya secara Berlebihan

Saatnya Kita Berhenti Glorifikasi Bandung dan Yogya secara Berlebihan

25 April 2022
Risiko Kuliah di International Women University Bandung: Dibikin Minder sampai Dikira Transgender

Risiko Kuliah di International Women University Bandung: Dibikin Minder sampai Dikira Transgender

29 Februari 2024
Nasib Terminal Dago Bandung yang Berdiri di Atas Tanah Sengketa dan Tidak Berfungsi Sebagaimana Mestinya Mojok.co

Nasib Terminal Dago Bandung yang Berdiri di Atas Tanah Sengketa dan Tidak Berfungsi Sebagaimana Mestinya

19 Juni 2024
5 Kesalahan Angkot di Bandung yang Bikin Penumpang Mengelus Dada

5 Kesalahan Angkot di Bandung yang Bikin Penumpang Mengelus Dada

25 Mei 2023
Berdamai dengan Stereotipe Alumni UIN, Satu-satunya Cara Hidup Tenang Setelah Lulus Mojok.co

Berdamai dengan Stereotipe Alumni UIN, Satu-satunya Cara Hidup Tenang Setelah Lulus

20 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.