Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Twitter adalah Rumah dari Media Sosial

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
22 Juni 2019
A A
twitter

twitter

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang teman pernah berkata bahwa, akan sangat capek bila mengikuti arus atau hal yang sedang tren pada masa kini. Entah dari outfit, gadget, dan lain sebagainya. Kecuali, jika memang memiliki hobi atau passion di bidang tersebut. Bukannya beban, melainkan kesenangan yang didapat saat menjalani prosesnya. Apalagi jika mendapat dukungan dari orang sekitar.

Hal tersebut juga dapat diaplikasikan saat mengikuti perkembangan media sosial, dalam artian menjadi penggunanya sampai memiliki beberapa akun untuk beradaptasi dengan tren yang ada juga agar tidak melewatkan info terkini. Maklum, dari awal kemunculan internet kita semua sudah menyadari bahwa arus informasi dapat tersebar cepat dengan segala bahaya laten yang terus menghantui dan harus tetap diwaspadai.

ADVERTISEMENT

Ketertarikan akan media sosial tersebut rasanya diawali saat generasi yang sama banyak yang menggunakan Friendster sampai akhirnya secara latah beramai-ramai beralih ke Facebook. Sedangkan MySpace biasanya hanya digunakan oleh kalangan tertentu pada masanya, saat itu saya ketahui lebih banyak musisi atau band yang menggunakan platform tersebut.

Setelahnya, hampir semua pengguna Facebook secara perlahan beralih ke Twitter, dengan segala keseruannya membuat update berupa cuitan beserta tagar #NowPlaying yang selalu menghiasi trending pada masanya. Kini, untuk tagar trending mulai beragam—dari yang menyenangkan sampai menyebalkan.

Walau terkesan minimalis, namun Twitter seperti pelengkap dan menjadi pelepas dahaga bagi mereka yang sebelumnya aktif di Facebook. Bagaimana tidak, jika di Facebook banyak orang yang berlomba-lomba membuat kata motivasi atau sok bijak beserta postingan foto narsis di dalamnya, di Twitter cuitan pengguna lebih beragam. Selain kata bijak, ada juga cuitan yang lucu, pada masanya akun anjinggombal bahkan hadir untuk memberi gombalan pada siapa pun yang kasmaran.

Belum lagi akun public figure yang selalu menghibur. Saat ini, bahkan Twitter hadir dengan segala thread yang dibuat oleh para penggunanya. Tentang gosip, cerita mistis, aib pribadi, keluarga, maupun teman, semuanya diceritakan secara rinci pada setiap 280 karakternya—sebelumnya terbatas hanya 140 karakter. Maka tak heran jika kelak—selain YouTube—Twitter pun akan lebih dari TV.

Sampai akhirnya kemunculan Instagram seperti menjadi penggoda kebanyakan pengguna media sosial aktif. Tak terkecuali saya termasuk public figure dan para artis pastinya. Itu pun akun yang saya miliki dibuatkan oleh seorang teman, dia memaksa agar followers dia bertambah dari akun saya yang sudah dibuatkan olehnya.

Kemunculan Instagram dianggap menarik oleh saya yang merasa akhirnya ada media yang memfasilitasi banyak orang untuk melampiaskan kebutuhan narsisnya. Mulai dari posting foto selfie seukuran wajah sampai dengan foto destinasi wisata yang sedang dikunjungi termasuk barang bermerk apa saja yang dibawa untuk kebutuhan gengsi—pamer.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Sempat ada masa di mana selebtwit beramai-ramai hijrah ke Instagram. Ada yang lalu fokus ke satu platform tersebut, ada juga yang seperti memiliki dua habitat, masih terbilang aktif di Twitter. Saya dan beberapa teman yang aktif di Instagram juga Twitter bahkan sempat memiliki keluhan yang sama terkait perbedaan cara berkomunikasi di dua media sosial tersebut.

Di Twitter—sebagaimana diketahui—banyak komentar ceplas-ceplos terbilang sembarang. Di kolom komentar Instagram, semuanya seperti serba serius. Apa pun yang jadi bahan candaan pengguna Twitter, selalu dianggap salah dan kurang menyenangkan oleh pengguna Instagram pun sebaliknya. Maka tak heran sempat ada saling klaim diantara mereka “lebih asik Twitter” dan “lebih seru Instagram”. Padahal bagi saya sama saja. hehe.

Saat ini, sedang terjadi beberapa teman saya bahkan selebtwit yang sebelumnya sempat meninggalkan Twitter dan terbilang vakum akhirnya muncul kembali. Akun @poconggg seperti menjadi pelopor fenomena ini. Dengan atau tanpa disadari, apa pun yang terjadi di Twitter seperti dirindukan oleh penggunanya terdahulu seakan di media yang baru tidak mendapatkan keseruan yang sama.

Mungkin itu kenapa, banyak yang comeback dalam waktu bersamaan untuk melampiaskan kerinduan yang terpendam akan ranah Twitter. Seberapa banyak pun akun media sosial yang dimiliki pada akhirnya akan kembali ke Twitter. Hal yang paling diingat dan terasa adalah saat semua beramai-ramai kembali ke Twitter sewaktu media sosial lain sedang down atau aksesnya dibatasi oleh pemerintah.

Maka rasanya tidak berlebihan jika kemudian saya menganggap Twitter sebagai rumah dari beberapa media sosial yang ada. Seperti seorang perantau yang ada kalanya merindukan rumah di kampung halaman, para pengguna media sosial pun akan ada masanya kembali ke Twitter sebagai pelampiasan rindu dan mengenang kembali hiruk pikuk yang terjadi dalamnya.

Dan terpenting karena di Twitter kita bisa menyindir dan misuh tanpa diketahui oleh orang yang disindir. Meski hal tersebut tidak berguna, paling tidak membuat perasaan menjadi lega untuk sementara.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Kritik SosialMedia SosialTrending hari iniTwitter
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

calon kepala desa

Negosiasi dengan Calon Kepala Desa Waktu Sosialisasi Visi dan Misi

10 Juni 2019
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co

YouTuber yang Kontennya Nyampah Cukup Dihadapi dengan 4 Hal Ini

8 Mei 2020
instagram anak-anak

Bikinin Akun Instagram Pribadi Buat Anak-Anak: Apa Nggak Berlebihan?

28 Juli 2019
Memahami Apa Itu NT dalam Bahasa Gaul yang Lagi Banyak Diomongin Belakangan Ini

Memahami Apa Itu NT dalam Bahasa Gaul yang Lagi Banyak Diomongin Belakangan Ini

16 Mei 2023
emak-emak

Di Medsos, Emak-emak Norak Lebih Menyebalkan daripada Cabe-cabean Kesepian

26 Juni 2019
eskapisme

Eskapisme Media Sosial Membumbui Penyimpangan Era Digital

28 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

28 Juni 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.