Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq oleh Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
19 Februari 2026
A A
Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu pernah melintas dari Purwokerto ke arah Kemranjen, atau sebaliknya, ada satu titik yang hampir selalu disebut dengan nada setengah berbisik, yaitu Turunan Muria. Warga Alasmalang menuliskannya Murya. Tapi apa pun ejaannya, reputasinya sama, yaitu jalur tengkorak. Semua orang tahu. Warga tahu. Polisi tahu. Sopir-sopir lokal lebih paham lagi.

Tapi, meski semua orang tahu, kabar kecelakaan tetap datang hingga tak bikin orang-orang kaget lagi. Seakan-akan, masalah serius yang bikin orang mampus ini tidak pernah dicari penyelesaiannya.

Ruas Jalan Raya Purwokerto-Kemranjen, khususnya di Turunan Muria/Alasmalang, memang bukan jalur biasa. Dari arah Purwokerto, kendaraan akan menghadapi turunan panjang dan curam. Bagi mobil kecil mungkin masih terasa aman selama tidak ugal-ugalan. Masalahnya, jalur ini juga dilalui kendaraan berat: truk logistik, bus antar kota, bahkan anomali kendaraan bermuatan alat berat.

Turunan panjang membuat rem bekerja terus-menerus. Kalau sopir hanya mengandalkan rem kaki tanpa engine brake atau gigi rendah, risiko overheat tinggal menunggu waktu. Di ujung turunan, ada tikungan. Bukan tikungan lembut yang bisa ditawar. Kalau rem blong, pilihan tinggal dua, antara banting setir atau menghantam sesuatu.

Saat hujan turun, kondisi Turunan Muria makin berbahaya. Aspal licin oleh air, pasir dari tebing, dan kadang sisa oli kendaraan lain. Kombinasi ini cukup untuk membuat kendaraan kehilangan kendali dalam hitungan detik. Tak heran banyak yang menyebut jalur ini “alergi kendaraan berat”.

Kecelakaan di Turunan Muria yang polanya itu-itu saja

Februari 2026 belum lama berlalu, tapi sudah diwarnai beberapa kecelakaan di wilayah ini. Sebuah truk towing bermuatan alat berat mengalami rem blong di Turunan Muria dan terguling. Korban jiwa kembali ada. Beberapa hari sebelumnya, kecelakaan beruntun  juga terjadi di jalur Kemranjen-Sumpiuh, melibatkan bus dan kendaraan lain.

Sebelumnya lagi, truk diduga rem blong menabrak kendaraan di kawasan Tugu Durian, masih di Turunan Muria. Polanya hampir selalu serupa: kendaraan berat, turunan panjang, sistem pengereman bermasalah. Kita seperti sedang menonton pengulangan cerita yang sama dengan aktor berbeda.

BACA JUGA: Jalur Tengkorak Karanganyar-Gombong Dianggap Berbahaya karena Mistis, padahal Memang Kondisi Jalannya Aja yang Buruk

Baca Juga:

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

Semua sudah tahu, lalu siapa yang akan bertindak?

Pertanyaan yang mengganggu justru bukan soal medan Turunan Muria. Medannya sudah jelas berbahaya. Warga tahu itu. Sopir lokal tahu itu. Yang jadi pertanyaan, ke mana para pemangku kebijakan?

Apakah memasang rambu besar yang jelas seperti pembatasan tonase atau larangan kendaraan berat melintas di jalur tertentu biayanya semahal membangun jembatan layang? Apakah mengarahkan kendaraan berat ke jalur alternatif serumit merakit pesawat? Atau rambu itu sebenarnya sudah ada, tapi terlalu kecil, terlalu samar, atau terlalu mudah diabaikan?

Rasanya aneh ketika jalur yang reputasi Turunan Muria yang sudah lama dikenal sebagai jalur tengkorak justru terlihat miskin inisiatif pencegahan. Kita sering berkata kecelakaan adalah takdir. Betul, ada unsur tak terduga. Tapi membiarkan jalur berbahaya tanpa regulasi tegas dan pengamanan maksimal itu bukan lagi semata soal takdir. Itu bisa disebut kelalaian.

BACA JUGA: Turunan Muara Rapak, Jalur Pencabut Nyawa di Balikpapan, Hilang Fokus Sebentar, Nyawa Taruhannya!

Kita semua punya peran

Tentu saja, tanggung jawab tidak berhenti di pemerintah. Pengusaha angkutan wajib memastikan kendaraan laik jalan. Sopir harus paham teknik berkendara di turunan panjang, gunakan engine brake dan jangan hanya injak rem. Jangan paksakan kendaraan yang sudah tak prima. Jangan overload hanya demi mengejar setoran. Pengendara pribadi juga sama. Jangan tergoda memangkas waktu tanpa mempertimbangkan risiko.

Saya sendiri cukup sering melewati jalur ini dari Gombong menuju Purwokerto. Memang lebih cepat. Memang menghemat waktu. Tapi jalan di Indonesia tak selalu mulus. Kontur naik-turun dan tikungan tajam bukan sekadar variasi pemandangan.

Turunan Muria bukan sekadar potongan jalan. Ia sudah lama menjadi pengingat bahwa infrastruktur bukan hanya soal aspal dan beton, tapi juga soal keberanian mengambil keputusan sebelum korban berikutnya muncul. Karena kalau semua orang sudah tahu jalur ini berbahaya, tapi tak ada langkah berarti, mungkin masalahnya bukan lagi pada turunan itu. Melainkan pada kebiasaan kita yang terlalu sering menunggu kabar duka berikutnya sebagai evaluasi selanjutnya.

Penulis: Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Sokawera-Kemranjen Banyumas: Jalanan yang “Menggoda” Pengendara dengan Buah Durian, tapi Juga Berbahaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: jalur maut banyumaskemranjen banyumaspurwokertoturunan muria
Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Mahasiswa kabupaten yang sering pulang untuk mengamati rumah sendiri yang perlahan berubah. Menulis bareng AI, sambil terus berjuang membaca keadaan.

ArtikelTerkait

Purwokerto Mulai Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang (Unsplash)

Purwokerto yang Sejuk dan Tenteram Mulai Menjelma Menjadi Kota yang Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang

5 November 2023
Dosa Purwokerto kepada Dunia Literasi (Unsplash) grendeng

Dosa Purwokerto kepada Dunia Literasi

15 November 2023
Purwokerto, Kota Pelajar tapi Nggak Punya Trotoar yang Memadai, kok kayak Jogja?

Purwokerto, Kota Pelajar tapi Nggak Punya Trotoar yang Memadai

1 Desember 2023
Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026
Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

9 Maret 2024
Purwokerto, Tempat Tinggal Terbaik di Jawa Tengah (Shutterstock.com)

Culture Shock Kuliner Purwokerto: Soto kok Pakai Sambel Kacang? Tempe kok Lemes

12 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Pajak Naik dan UMR Mini- Sumber Derita Warga Jawa Tengah (Unsplash)

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

13 Februari 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam
  • Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.