Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Tips supaya Tulisan Kalian Bisa Tembus Terminal Mojok

Kenia Intan oleh Kenia Intan
5 November 2024
A A
5 Hal Dasar yang Perlu Diperhatikan supaya Tulisan Kalian Bisa Tembus Terminal Mojok Mojok.co

5 Hal Dasar yang Perlu Diperhatikan supaya Tulisan Kalian Bisa Tembus Terminal Mojok (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Susah banget tulisan tembus Terminal Mojok.”

Kalimat di atas beberapa kali berseliweran di kolom komentar akun Instagram Mojok. Tidak sedikit pula yang menceritakan pengalaman tulisannya ditolak berkali-kali. Komentar semacam itu biasanya diikuti dengan meminta tip dan trik supaya tulisan bisa lolos kurasi. 

Sebagai salah satu kru yang mengurasi tulisan-tulisan yang masuk ke Terminal Mojok, saya akan jelaskan beberapa alasan dasar sebuah tulisan tidak diterbitkan. Saya tekankan, ini berlaku untuk tulisan terminal Mojok saja ya, tidak untuk esai apalagi liputan. 

#1 Tidak ada ruang untuk plagiarisme

Kru Mojok sama sekali tidak memberi ruang untuk plagiarisme. Bagaimana jadinya kalau penulis plagiat? Akun penulis akan masuk dalam blacklist dan tidak akan pernah bisa mengirimkan tulisan lagi. Kejam? Menurut saya tidak juga, plagiat adalah seburuk-buruknya perilaku dalam dunia kepenulisan. Tentu saja tindakan buruk itu harus diberi ganjaran yang sepadan. 

Apakah kemudian penulis Terminal Mojok sama sekali tidak boleh mengutip data atau pendapat orang lain? Tentu saja hal itu tetap diperbolehkan. Dengan catatan, penulis mencantumkan sumber dan lebih baik melakukan parafrase dalam tulisannya.

#2 Jangan copas tugas kuliah untuk Terminal Mojok

Beberapa kali saya mendapati kiriman tulisan yang strukturnya seperti tugas kuliah. Tulisan tersebut berisi latar belakang, rumusan masalah hingga kesimpulan. Kadang saya jadi curiga, jangan-jangan penulis dipaksa dosennya mengirimkan atau menerbitkan tulisannya ke media. Sebab, sewaktu kuliah dahulu saya sempat mendapat tugas serupa.  

Kalau memang seperti itu adanya, cobalah untuk menuliskan ulang tugas kuliah kalian itu dalam bahasa yang lebih populer. Bingung bagaimana bahasa populer yang diinginkan Terminal Mojok? Kalian bisa membaca dan mempelajari tulisan-tulisan yang sudah terbit. 

#3 Tulisan Terminal Mojok minimal 500 kata!

Tulisan yang dikirim ke Terminal Mojok minimal sepanjang 500 kata. Hal ini sebenarnya sudah tertulis di Ketentuan Artikel Terminal. Ketentuan itu muncul setiap kali penulis akan mengirimkan tulisan. Namun, entah mengapa, masih ada saja penulis yang membuat tulisan lebih pendek dari ketentuan itu. 

Baca Juga:

Iseng Ikut Kelas Menulis Terminal Mojok, TernyataLebih Berbobot daripada Mata Kuliah di Kampus

Kenapa Mahasiswa Jurusan Sastra Justru Jarang Jadi Penulis?

Hal yang kerap ditemui, kiriman tulisan memang sudah mencapai batas minimal 500 kata. Namun, setelah Kru Mojok membaca ulang, terlalu banyak kalimat dan paragraf pengulangan.  Itu mengapa saya perlu tekankan, pastikan tulisan kalian tidak ngalor-ngidul hanya demi memenuhi batas minimal. 

#4 Paragraf panjang membuat mata lelah

Saya pernah sangat kaget ketika membuka sebuah kiriman tulisan. Ya bagaimana nggak kaget kalau dalam tulisan tersebut tidak ada paragraf sama sekali. Saya juga pernah menemui sebuah tulisan dengan paragraf yang begitu panjang. Mungkin ada lebih dari 5 kalimat dalam satu paragraf. Mata saya sangat lelah menelusuri kata demi kata, kalimat demi kalimat dalam tulisan.  

Itu mengapa saya menyarankan kalian menulis dalam paragraf-paragraf pendek saja. Cukup 3-5 kalimat dalam satu paragraf apabila memungkinkan. Sangat disayangkan kalau ide-ide brilian kalian tidak tersampaikan hanya karena mata pembaca lelah ketika membacanya 

#5 Topik tulisan yang menarik

Satu subjudul ini sebenarnya tidak akan cukup untuk menjelaskan mengenai topik atau tema tulisan yang menarik. Namun, saya tetap menuliskannya untuk mewanti-wanti satu hal. Jangan sekali-kali kalian menulis hal-hal yang sudah usang. Misal, kalian mengulas sebuah ponsel yang rilis beberapa bulan lalu. Tema-tema usang semacam itu kemungkinan besar tidak akan tembus. Apabila kalian ingin mengulas hal yang sudah usang, pastikan untuk menambahkan konteks kebaruan. 

Di atas hal-hal dasar yang sebaiknya diperhatikan demi memperbesar peluang tulisan kalian lolos kurasi. Ingat, hal-hal dasar saja ya. Artinya, sekalipun tulisan sudah memenuhi hal-hal di atas, itu tidak serta merta menjamin tulisan kalian akan diterbitkan. Masih ada pertimbangan lain sebelum tulisan bisa terbit di Terminal Mojok. Apa pertimbangan lainnya itu? Saya akan menuliskannya kapan-kapan ya. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Biarkan Kematian Merayakan Kehidupan: Kisah tentang Maut dan Hidup yang Saling Bertaut

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 November 2024 oleh

Tags: MojokPenulisTerminal Mojoktulisantulisan terminal mojok
Kenia Intan

Kenia Intan

ArtikelTerkait

Wawancara Saya Bareng Tuyul Peliharaannya Seto Wicaksono Untuk Seto Wicaksono, Penulis yang Nyambi Karyawan Swasta dan Disangka Melihara Tuyul

Untuk Seto Wicaksono, Penulis yang Nyambi Karyawan Swasta dan Disangka Melihara Tuyul

8 Maret 2020
Festival Pustaka Sastra Tokopedia: Pembeli Nggak Bakal Dapat Buku Bajakan Saat Belanja, HKI Penulis pun Terlindungi

Festival Pustaka Sastra Tokopedia: Pembeli Nggak Bakal Dapat Buku Bajakan Saat Belanja, HKI Penulis pun Terlindungi

27 Oktober 2023
Beberapa Alasan untuk Tidak Menulis di Terminal Mojok

Gara-Gara Menulis di Terminal Mojok Saya Dikira Wibu Gila yang Kaya

28 Maret 2020
Iseng Ikut Kelas Menulis Terminal Mojok, TernyataLebih Berbobot daripada Mata Kuliah di Kampus Mojok.co

Iseng Ikut Kelas Menulis Terminal Mojok, TernyataLebih Berbobot daripada Mata Kuliah di Kampus

10 Desember 2025
Mahasiswa Jurusan Sastra Adalah Sengenes-ngenesnya Mahasiswa, Kerap Direndahkan hingga Disuruh Pindah Jurusan

Kenapa Mahasiswa Jurusan Sastra Justru Jarang Jadi Penulis?

25 Oktober 2025
terminal mojok

Terminal Mojok: Penulis sebagai Bis, Tulisan sebagai Penumpang, dan Pembaca sebagai Bis Mania

7 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.