Penulis Archives – Terminal Mojok

Tag: Penulis

Artikel

Menulis kok buat Dapat Honor? Aneh!

Muhammad Dzal Anshar

Banyak penulis mengharapkan honorarium dari hasil tulisannya. Padahal tidak semua penulis menulis hanya demi honorarium semata.

Artikel

Apa yang Dipikirkan Penulis Pemula Saat Menulis Esai untuk Media Online?

Avatar

Penulis pemula menulis untuk media online. Kira-kira apa saja yang dipikirkan sebelum mengirimkan tulisannya?

Artikel

Jangan Kaget, Artikel Ramalan Zodiak Emang Sering Ditulis sambil Ngarang Bebas kok

M. Farid Hermawan

Ngapain sih pake terkejut ketika ada penulis artikel ramalan zodiak di satu majalah ternama mengatakan ia mengarang bebas?

Artikel

Memasuki Era Penulis Serba Ada dan Serba Bisa

Sofyan Aziz

Sekarang semua bisa di-handle lewat genggaman tangan, melalui gawai. Semua aktivitas bisa dilakukan tanpa menggeser pantat.

Artikel

5 Macam Duka Menjadi Editor di Media

Avatar

Meski jumlah pengirim artikelnya belum sebanyak Terminal Mojok, saya bisa merasakan kepala saya berdenyut-denyut nyeri karena berbagai hal.

Artikel

Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris

Nasrulloh Alif Suherman

Ini sering kali disalah-artikan oleh orang kebanyakan. Mentang-mentang alat kerjanya laptop atau komputer, penulis dan sekretaris dianggap satu paket.

Artikel

Bukan Karya yang Berhasil Dibukukan, Justru Ini 5 Hal yang Harus Dimiliki Penulis

Avatar

Orang yang bisa menulis tak serta-merta bisa disebut penulis.

Artikel

Cara Gampang Mendapat Ide Tulisan Bermodal Kuota 100 MB

Erwin Setia

Saya masih bisa menyebutkan 927 cara lain mendapatkan ide tulisan bermodal kuota internet 100 MB (atau kurang dari itu), tapi cukuplah empat saja.

Artikel

Tipe Komentator Tulisan di Terminal Mojok dan Cara Penulis Menanggapinya

Muhammad Arsyad

Lantaran keunikannya, saya akhirnya melakukan observasi kecil-kecilan untuk menemukan tipikal tukang komen tulisan di Terminal Mojok.

Featured

Emang Penulis Terminal Mojok Ada yang Punya Privilege, ya?

Reni Soengkunie

Setelah hampir 80 artikel saya tayang di Terminal Mojok, sampai detik ini pun saya juga belum tahu tulisan seperti apa yang sebenarnya diinginkan redaktur Mojok.