Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Tukang Parkir: Pekerjaan yang Nggak Bakal Punah meski Zaman Telah Berubah

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
17 Oktober 2025
A A
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tertarik membaca tulisan Mbak Dyan Arfiana mengenai pekerjaan yang punah karena perubahan zaman hingga kini sulit ditemukan. Selain gagasan yang dibawa dalam tulisan itu bernas, saya juga tergelitik merespon di kalimat penutupnya. “Tukang parkir, kapan giliranmu?” pertanyaan singkat, padat dan jelas. Saya pun merasakan hal yang sama jika membahas profesi satu ini. Hampir setiap kota yang saya singgahi selalu ada saja alasan untuk bersitegang dengan pekerjaan ini.

Saya akui pekerjaan ini sepertinya lama akan punah dari Indonesia, utamanya di kota-kota besar. Selain aturan, profesi ini menjadi salah satu yang saya lihat sangat adaptif di tengah kemajuan zaman. Meski tidak dimungkiri akan ada banyak perdebatan jika membahas tukang satu ini. Saya ingat betul beberapa kali membaca keluh kesah penulis di terminal mengenai sepak terjang kang parkir dalam semesta bidang pekerjaan di Indonesia.

Alasannya memang masuk akal, rata-rata mereka memilih lokasi yang tidak tepat untuk dijadikan lahan parkir. Mulai ATM, angkringan, tempat fotokopi, sampai minimarket yang sudah jelas ada tulisan parkir gratis. Bahkan di kota-kota besar macam Jogja, parkir liar bak jamur di musim hujan.

Yang jelas, ada dasar kenapa saya bilang tukang parkir itu tidak akan hilang semudah itu, sekalipun zaman semakin maju.

Tukang parkir itu adaptif di segala masa

Adaptif menjadi kunci suatu profesi bisa bertahan lama. Dulu ketika membeli sepatu tidak semudah sekarang, tukang sol sepatu keliling mungkin sering jadi langganan. Bahkan tukang gorden pun sampai berkeliling kampung saat saya kecil. Belum lagi jasa panci keliling hingga jasa reparasi kasur keliling juga tersedia waktu itu.

Namun, sekarang profesi-profesi tersebut sepertinya sudah jarang ditemui. Di Kediri saya malah kaget ketika bertemu jasa reparasi payung keliling. Tapi ya itu, mereka berkawan sepi. Tanpa ada pelanggan yang menanti.

Berbeda dengan tukang parkir. Semakin maju zamannya semakin adaptif pekerja dan teknologi yang digunakan. Fakta ini saya lihat sendiri saat berada di Jalan Basuki Rahmat, Kampungdalem, Tulungagung beberapa waktu lalu. Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung sudah memberlakukan digitalisasi pembayaran parkir tepi jalan. Jadi alangkah kaget saya ketika kang parkir menawarkan QR code sebagai pembayaran jasa parkir melalui QRIS.

Nah, ternyata praktik ini sudah berkembang di berbagai daerah termasuk Surabaya, Semarang, Jogja, dan Purwokerto. Jadi alasan tidak bawa uang kecil sepertinya kini semakin tidak relevan. Mereka tinggal menyodorkan barcode, dan kau kehabisan alasan.

Baca Juga:

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

Sisi Gelap Purwokerto, Kota Seribu Curug yang Membuat Wisatawan Tidak Mau Kembali

Tahan malu yang penting uang di saku

Saya kadang heran sama tukang parkir yang nggak punya malu dan mentingin cuma satu: uang masuk saku. Di tiap kota, selalu ada tukang parkir yang seperti ini.

Hal itu mungkin memalukan buat orang yang paham betul apa arti bekerja: melakukan sesuatu (terlebih dahulu), baru dibayar. Tapi karena banyak sekali tukang parkir yang seperti ini, tak tahu malu tapi uang harus masuk saku, jadi ya, angan-angan kita untuk profesi ini menghilang dari dunia ya masih angan belaka. Malu saja tidak, kok merasa eksistensinya terancam. Nggak mungkin.

Kadang membantu, tapi…

Mari kita sepakati dulu, ada tukang parkir yang memang membantu kita. Bahkan sebenarnya, keberadaan mereka di beberapa tempat amat diperlukan. Kita tidak pernah merasa kehilangan uang untuk membayar jasa mereka.

Tapi ya, itu kalau kerjanya bener. Yang nggak bener ya lebih banyak, ini hukum pasti. Hanya saja, bukan ini intinya.

Intinya adalah, ketika kita merasakan jasa tukang parkir yang proper, kita tahu bahwa sebenarnya kita butuh mereka. Melihat tata kota di Indonesia yang lebih sering bikin bingung, artinya profesi ini tetap dibutuhkan, sekalipun kita benci setengah mati pada oknum yang kerja saja nggak mau.

Pada akhirnya, tukang parkir tetaplah pekerjaan yang masih akan berumur panjang. Suka tidak suka, mau tidak mau, kalian akan tetap bertemu. Pintar-pintaran saja untuk beralibi agar tidak tekor berkali-kali. Sebab jika setiap jengkal jalan sudah dipenuhi kang parkir macam di Jogja, bisa jadi alokasi anggaran untuk tukang parkir sudah harus dihitung di awal bulan laksana bayar sewa kos-kosan. Benar apa betul?

Penulis: Fareh Hariyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Eksperimen Seminggu Jadi Tukang Parkir Ilegal di Jogja, Penghasilannya Bisa Kebeli Apa Aja?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2025 oleh

Tags: dinas perhubunganpenghasilan tukang parkir liarprofesi tukang parkirQRIStukang parkir liar
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Dinasti Parkir Kota Malang: Tak Hanya Jabatan yang Bisa Diwariskan, Lahan Parkir pun Bisa

Dinasti Parkir Kota Malang: Tak Hanya Jabatan yang Bisa Diwariskan, Lahan Parkir pun Bisa

5 Desember 2023
QRIS Cross-Border Memudahkan, Sekaligus Menyimpan Bahaya (Unsplash)

QRIS Cross-Border Pembayaran Lintas negara yang Memangkas Banyak Keribetan tapi Menyimpan Bahaya Jika Kamu Nggak Hati-hati

14 November 2025
Toko Masih Terima Pembayaran Tunai di Zaman Serba Scan Bukan karena Cuci Uang, tapi karena Alasan Ini

Toko Masih Terima Pembayaran Tunai di Zaman Serba Scan Bukan karena Cuci Uang, tapi karena Alasan Ini

25 Januari 2026
Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

Bertobatlah Wahai Kalian yang Mengucapkan QRIS Jadi Kyuris!

7 Februari 2023
Menerka Alasan Toko Legendaris seperti Toko Oen Malang Nggak Menerima Pembayaran Digital

Menerka Alasan Toko Legendaris seperti Toko Oen Malang Nggak Menerima Pembayaran Digital

5 September 2024
Selain Tukang Parkir Liar, Kehadiran Tukang Ojek Dadakan di Tempat Wisata Religi Tak Kalah Menyebalkan tukang ojek pangkalan

Selain Tukang Parkir Liar, Kehadiran Tukang Ojek Dadakan di Tempat Wisata Religi Tak Kalah Menyebalkan

8 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.