Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
6 April 2026
A A
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya dan kedua orang tua biasa berziarah ke makan kakek, nenek, dan pakde yang ada di TPU Jakarta Timur. Kebetulan mereka dikuburkan dengan sistem tumpang atau dikuburkan dalam satu liang lahat yang sama. Kebiasaan ini jadi rutinitas keluarga saya menjelang atau sesudah Lebaran. 

Saya sempat lama tidak ziarah ke sana, padahal tempat tinggal saya paling dekat. Ironis dan memalukan memang. Tapi, bukan berarti saya masa bodoh. Saya masih suka kirim doa dari rumah dan memantau kondisi makam melalui saudara-saudara saya yang berziarah.

Akan tetapi, bukan itu yang ingin dibahas. Setelah lama tidak ziarah, saya akhirnya punya kesempatan pada Juni 2025 lalu. Bersama Ibu, kami ziarah setelah Ashar. Dan, inilah yang ingin saya ceritakan, betapa kaget saya ketika tahu suasana TPU Jakarta Timur pada saat itu begitu ramai. 

TPU Jakarta Timur mirip tempat wisata

Begitu sampai, saya memergoki 2 pemuda sedang asyik merokok sambil menduduki makam keluarga saya. Kesal, saya menegur mereka dengan mengatakan, “Mas jangan diduduki. Nanti dimimpiin 3 sekaligus lho!” Mereka lalu beranjak, menduduki makam lain tanpa rasa bersalah.

Memerhatikan keadaan sekitar, saya merasa suasana TPU Jakarta Timur kini malah lebih mirip taman wisata. Banyak warga sekitar yang nongkrong sembari bercanda tawa. Kondisi TPU memang asri dan sejuk terlebih ketika sore hari, sama sekali tidak meninggalkan kesan seram. Namun, hal ini bukan berarti warlok boleh seenaknya sendiri nongkrong di makam keluarga orang kan? 

Kondisinya tidak jauh berbeda saat kami datang ziarah saat tahun baru 2026. Tidak jauh dari makam yang saya datangi, terdapat sekumpulan orang yang dengan santainya duduk dan tidur-tiduran di atas makam. Rumput di makam tersebut memang lebih lebat dan terlihat empuk, tapi tetap saja tindakan seperti itu nggak pantas.

Tukang bersih-bersih makam bikin resah

Selain warlok yang seenak jidat. Tukang bersih-bersih makam “gadungan” tidak kalah mengesalkan. Tiap ziarah, saya perlu ekstra tenaga untuk menolak jasa mereka.  

Sebenarnya, bekerja sebagai tukang sapu TPU tidak resmi seperti itu sah-sah saja. Jasa mereka juga sudah ada sejak lama. Mereka masih saja eksis, walau sudah ada petugas perawatan makam yang berkoordinasi dengan pihak tempat pemakaman umum. Persoalannya, selain suka memaksa, keberadaan tukang sapu makam di sana sudah sangat masif dan meresahkan.

Baca Juga:

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

Hutan Kota Indraloka, Wisata Hidden Gem Jakarta Timur Bagaikan Gerbang Time Travel ke Majapahit

Tukang bersih-bersih mengesalkan juga muncul pada ziarah akhir 2026 lalu bersama keluarga besar. Tidak jauh dari makam yang saya kunjungi, ada beberapa orang berkumpul, duduk-duduk dan berbaring. Di antara mereka ada yang membawa sapu lidi kecil. Tampaknya dia adalah tukang sapu  yang sedang menunggu target. 

Hanya saja, mereka tidak berani mendekat. Mungkin saudara saya yang datang duluan sudah menolak mereka. Atau, bisa jadi, mereka nggak berani karena kami berziarah beramai-ramai. 

Kabar baiknya, sudah tidak ada kambing di TPU Jakarta Timur

Dahulu, keberadaan kambing cukup membuat resah. Sekelas TPU perkotaan, tapi masih ada kambing bebas berkeliaran memakan rumput-rumput makam. Terakhir kali ziarah, saya sudah nggak melihat kambing lagi di sana.

Asal tahu saja, keberadaan kambing-kambing ini menyebalkan karena dimakan kambing. Itu mengapa, saya dan Ibu kerap kali merasa percuma menabur bunga di makan kakek, nenek, dan pakde. Akhirnya, ziarah tanpa menabur bunga, akhirnya menjadi kebiasaan. 

Sebenarnya sangat disayangkan, TPU yang seharusnya jadi tempat merenung soal kematian, malah disalahgunakan. Bukannya nggak boleh cari uang dan main di TPU, terserah aja selama nggak merugikan orang lain. Tapi, tolong jaga adabnya! Saya berharap, orang-orang yang suka injak makam sembarangan, digentayangi hantu empunya makam. Biar mereka kapok.

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: Jakarta TimurmakampemakamanTempat Pemakaman UmumTPUTPU Jakarta Timur
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

Bukit Sindulang, Ikon Kota Manado yang Berdiri di Atas Lahan Makam

Bukit Sindulang, Ikon Kota Manado yang Berdiri di Atas Lahan Makam

6 April 2023
Tradisi Unik Perihal Makam di Wakatobi terminal mojok.co

Tradisi Unik Perihal Makam di Wakatobi

21 November 2020
Honor Pemakaman Covid-19 untuk Pejabat Itu Bukan Salah Sasaran, Cuma Cacat Nalar dan Nurani terminal mojok.co

Honor Pemakaman Covid-19 untuk Pejabat Itu Bukan Salah Sasaran, Cuma Cacat Nalar dan Nurani

27 Agustus 2021
Jakarta Timur, Tempat Terbaik untuk Tinggal di Jakarta (Foto milik penulis) rawamangun

Jakarta Timur adalah Tempat Terbaik untuk Bermukim di Jakarta: Meski Nggak Elite, tapi Komplet

13 Maret 2025
8 Tempat Makan Legendaris di Jakarta Timur terminal mojok.co

8 Tempat Makan Legendaris di Jakarta Timur

8 Februari 2022
ereveld makam korban perang belanda jogja sulitnya cari makam kuburan mojok

Alasan Makam di Kampung Saya Tidak Bisa Menerima Jenazah dari Luar Kampung

14 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung
  • Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja
  • Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA
  • Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah
  • Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.