Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Tokyo Revengers: Awalnya Mahakarya, Berakhir Jadi Sampah

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
1 Desember 2022
A A
Tokyo Revengers: Awalnya Mahakarya, Berakhir Jadi Sampah

Tokyo Revengers: Awalnya Mahakarya, Berakhir Jadi Sampah (Akun Instagram @tokyorevengersofficial)

Share on FacebookShare on Twitter

Bicara manga delinquent, kita tidak bisa melepaskan diri dari Crows dan Worst. Dua manga bikinan Takahashi Hiroshi tersebut tak bisa dimungkiri, adalah salah satu manga delinquent terbaik. Bisa dibilang, manga tersebut jadi kiblat atau indikator untuk menentukan manga tersebut berkualitas atau tidak. Tokyo Revengers pun tak bisa luput dibandingkan dari manga ini, sebab ya, genrenya sama. Wong nama gengnya aja mirip. Manji Empire, basisnya di Tokyo. Terus Tokyo Manji Gang… sambungin sendiri ya.

Di dua manga tersebut, ada tokoh meninggal yang jadi katalis untuk pengembangan tokoh. Kematian Jinnai Kouhei dan Kawachi Tesshou jadi turning point untuk banyak tokoh. Meski matinya tokoh tersebut tak berpengaruh banyak untuk Suzuran, tapi tokoh-tokoh lain terlihat punya pandangan baru dalam hidup setelah kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

Misal, Parko dan kawan-kawan jadi lebih memaknai hidup dan tak lagi seberingas dulu setelah kematian Jinnai Kouhei. Murata Shougo dan Tsukishima Hana seakan-akan hanya bertarung demi “greater cause”. Terlihat dari Hana yang tak memberi kesempatan kawan yang terluka untuk bertarung lagi.

Semenjak kematian tersebut, cerita beralih ke tone yang lebih “hangat” dan cerita yang lebih berkembang. Sepertinya memang formulanya begitu: kematian, bikin orang-orang yang hidup untuk bertarung, merevisi lagi makna kehidupan bagi mereka.

Sebenarnya, Tokyo Revengers sudah dalam “jalur yang benar”. Takemitchy punya determinasi tiap ada tokoh yang mati, dan ceritanya berkembang. Tapi masalahnya, penyelesaiannya jadi itu-itu melulu. Setelah mentok, akhirnya diambil cara paling konyol: hidupkan semua tokoh yang mati, kasih akhir yang bahagia.

Padahal sebenarnya, manga itu nggak harus punya akhir yang bahagia. Bouya Harumichi itu nggak punya ending yang bahagia lho. Apanya yang bahagia kalau ngulang kelas? Tiap tokoh pun nggak harus punya ending yang bahagia. Jiraiya itu contoh bagus, dia memang harus mati dan dibiarkan mati. Kenapa? Kalau dia masih ada, saya pikir, Naruto akan tetap jadi ninja yang medioker.

Sebenarnya ya, Tokyo Revengers itu udah bermasalah semenjak Three Deities arc. Terlihat kalau manga ini jadi trying too hard untuk lanjut. Seakan-akan, dipaksa jadi happy ending. Kita menemui kasus ini pada Naruto. Banyak orang setuju, seharusnya Naruto berakhir pas Pain arc. Cukup, nggak harus lanjut. Sasuke nggak harus balik Konoha, Kaguya tak perlu ada. Dan ketika dipaksa, jadinya bencana. Bencana itu bernama Boruto.

Akhir yang amat sangat naif, serta plot yang terlalu dipaksa, bikin Tokyo Revengers jadi manga sampah. Manga yang awalnya punya cerita level dewa, jadi manga yang bikin mengumpat. Rasa-rasanya, ending Bleach dan Attack on Titan jadi kelihatan mendingan.

Baca Juga:

5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

Villain Bunuh Diri Jadi Ending Drama Korea Paling Menyebalkan bagi Penggemar Drakor

Sumber gambar: Akun Instagram @tokyorevengersofficial

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Review Tokyo Revengers Live Action: Terburu-buru dan Sangat Melelahkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2022 oleh

Tags: crowsendingtokyo revengers
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Ending My Liberation Notes Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan Terminal Mojok

Ending My Liberation Notes: Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan

30 Mei 2022
spoiler aot MAPPA terpesona Mengulik Persamaan Menkes Budi Gunadi dan Reiner Braun dari Attack on Titan  terminal mojok.co

Ending ‘Attack on Titan’ Sudah Seperti Seharusnya kok

10 April 2021
Tokyo Revengers_ Lebih Kompleks dari Crows, Lebih Bercita Rasa dari Naruto terminal mojok

Tokyo Revengers Itu Jauh Lebih Kompleks dari Crows, Lebih Bercita Rasa dari Naruto

25 Mei 2021
Memastikan Keberadaan The Real Sekolah Suzuran di Jepang

Memastikan Keberadaan The Real Sekolah Suzuran di Jepang

26 Oktober 2022
5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

23 Desember 2023
Villain Bunuh Diri Jadi Ending Drama Korea Paling Menyebalkan Bagi Penggemar Drakor

Villain Bunuh Diri Jadi Ending Drama Korea Paling Menyebalkan bagi Penggemar Drakor

17 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah Mojok.co

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah

6 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

4 Juli 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

3 Pengalaman Menyebalkan yang Pasti Terjadi di KKN, Begini Cara Mengatasinya biar Tetap Waras

1 Juli 2026
Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

2 Juli 2026
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.