Tokoh Park Jae Uhn di Drakor 'Nevertheless' Layak Dapat Gelar Buaya Tingkat Dewa – Terminal Mojok

Tokoh Park Jae Uhn di Drakor ‘Nevertheless’ Layak Dapat Gelar Buaya Tingkat Dewa

Artikel

Mungkin banyak dari kita yang sudah tahu bahwa dalam kehidupan nyata, buaya adalah hewan yang setia. Ia selalu melindungi pasangan serta telur mereka dari ancaman para predator. Bahkan, seekor buaya jantan tidak akan kawin lagi atau cari pasangan lain jika si betina mati terlebih dahulu. Namun apa daya, label “buaya” telah kadung disematkan pada laki-laki gombal, rayu sana, rayu sini, dan tak bisa setia ke satu hati. Soal ini, Park Jae Uhn, tokoh pada drakor Nevertheless sangat amat layak untuk mendapat gelar buaya tingkat dewa.

Nevertheless adalah drama korea yang diadaptasi dari webtoon populer dengan judul yang sama. Tayang sejak 19 Juni 2021, Neverthess dibintangi oleh Song Kang dan Han So-hee. Akang Song Kang yang konon senyumnya bisa bikin perempuan tersongkang-songkang ini memang lagi sering banget wira-wiri di drakor. Baru kemaren liat dese galau gegara aplikasi cinta di Love Alarm 2, trus jadi balerina di Navillera, eh, sekarang jadi buaya di Nevertheless. Kalau Han So-Hee, ah, mbak cantik yang pernah jadi pelakor di The World of The Married ini, kelihatan fresh banget di Nevertheless. Apa gara-gara potongan rambutnya, ya?

Jadi ceritanya, Nevertheless ini berkisah tentang Yoo Na Bi (diperankan Han So Hee) dan Park Jae-Uhn (diperankan oleh Song Kang). Keduanya sama-sama mahasiswa di jurusan seni. Yoo Na Bi adalah tipe cewek yang sering mempertanyakan tentang (((hakekat cinta))). Bahkan dia cenderung tidak percaya dengan cinta. Namun, dia juga pengin pacaran! Aneh, kan? Ya, kayak kalian, lah, gabung ke Indonesia Anti Pacaran tapi tetap nyepik juga. Ups.

Baca Juga:  Seni Menjalani Hidup ala Orang Bojonegoro: Mengumpat, Bukan Sambat

Kalau Park Jae-Uhn, dia tipe cowok yang senang memperlakukan perempuan dengan manis bahkan cenderung menggoda. Sayangnya, perlakuan dia tidak hanya berlaku untuk satu perempuan tapi ke banyak perempuan. Bosoknya lagi, walaupun seneng ndeketin cewek, sampai kissing segala, dia tidak pernah mau terikat dalam hubungan pacaran. Have fun aja sih dia, mah. Fix. Dia buaya. Buaya level dewa.

Namun, cara buaya Park Jae Uhn PDKT ini memang halus dan terkesan tulus banget, sih. Ini membuat perempuan macam Yoo Na Bi berpikir kalau si laki memiliki perasaan istimewa ke dia, dan hanya dia. Lihat saja bagaimana ketika Park Jae Uhn diam-diam mencuri pandang, caranya melempar senyum, dan perhatian-perhatian kecil seperti ketika Park Jae Uhn memakaikan jaket ke pinggang Yoo Na Bi demi menutupi Yoo Na Bi yang datang bulan saat dia tidak pakai pembalut. Atau ketika Park Jae Uhn menyebut kata “cantik” tapi matanya memandang ke arah Yoo Na Bi. Haish, perempuan mana yang tidak GR karenanya? Beneran halus, Gan. Bukan yang sok-sokan lempar gombal-gombalan macam, “Bapak kamu tukang sate, ya? Pantas kamu sukses membakar hatiku.” Ih, gelay~

Menonton drakor ini memang sukses membuat saya ingin memberikan mahkota Buaya Tingkat Dewa of The Year pada Park Jae Uhn alias Song Kang. Namun, ada satu momen saat saya mempertanyakan siapa yang sebenar-benarnya menyebalkan dalam drakor Nevertheless ini? Park Jae Uhn yang mengumbar perhatian pada setiap perempuan hingga membuat mereka merasa jadi makhluk yang paling istimewa? Atau Yoo Na Bi yang dengan mudahnya luluh karena diberi perhatian?

Baca Juga:  Berani Bilang 'Nggak' Adalah Salah Satu Kunci Hidup Bahagia

Hingga kemudian, benang kusut itu sedikit terurai. Rasa sebal itu tidak selayaknya disematkan untuk Park Jae Uhn. Tidak pula untuk Yoo Na Bi. Namun, pada saya yang sudah buang waktu dan kuota demi nonton drama bucin yang sebenarnya “B” aja ini! Sem!

Sumber Gambar: YouTube My Kdrama

BACA JUGA 3 Alur dalam Sitkom ‘So Not Worth It’ yang Mematahkan Stereotip Drama Korea dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.