Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Tips Menikmati Soto Garing Klaten bagi Kalian Penyuka Soto Berkuah

Iqbal AR oleh Iqbal AR
11 September 2025
A A
Tips Menikmati Soto Garing Klaten bagi Kalian Penyuka Soto Berkuah Mojok.co

Tips Menikmati Soto Garing Klaten bagi Kalian Penyuka Soto Berkuah (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada perasaan aneh ketika pertama kali mendengar kuliner soto garing. Seperti namanya, makanan khas Klaten ini benar-benar garing atau kering, alias tidak menggunakan kuah. Bagi orang Jawa Timur seperti saya (dan mungkin kebanyakan orang lain), soto itu normalnya berkuah seperti Soto Lamongan dan Soto Madura. 

Jangankan soto garing, orang Jawa Timur melihat soto bening yang biasa dijajakan di Jogja dan Jawa Tengah aja terheran-heran. Bagi kami, soto itu harusnya berkuah dan kuahnya berwarna kuning. Pilihan lain, kuahnya bersantan. Bagi kami, nggak ada ceritanya soto kok kuahnya bening apalagi garing. 

Keheranan saya bertahan bertahun-tahun, sampai akhirnya saya mencoba soto garing untuk pertama kali.

Mencicipi soto garing untuk pertama kali 

Akhir bulan lalu saya ke Jogja. Saya menghadiri Festival Mojok (Fesmo) 2025 di mana saya menyabet penghargaan Jawara Terminal Mojok 2025 (maaf pamer dikit). Sepulang dari sana, saya mampir ke Klaten. Jarak Jogja dan Klaten memang tidak terlalu jauh. Selain itu, jalur perjalanan pulang ke Malang memang lewat sana. 

Saya putuskan mampir ke Klaten untuk sarapan pagi. Dan, menu yang saya pilih adalah soto garing Klaten. Kuliner ini sudah terlalu lama bikin saya penasaran.   Masuklah saya ke sebuah warung kecil itu (yang saya lupa namanya) dan memesan seporsi soto garing. 

Nggak perlu waktu lama, sepiring soto garing sudah hadir di hadapan saya. Seperti bayangan saya, soto garing ini memang nggak menarik secara bentuk. Isinya hanya nasi, irisan daging ayam, kol, kecambah, dan daun seledri. Soto garing ternyata nggak garing-garing banget, sebab ada campuran kuah soto meski nggak banyak, nggak sampai bikin basah banget.

Setelah menandaskan sepiring soto garing, rasa penasaran saya akhinrya terjawab. Dan, ternyata, selama ini saya keliru soal kuliner satu ini. Nyatanya, soto garing nggak seaneh bayangan saya dan rasanya pun cukup enak. Setidaknya masih bisa dinikmati. Nah, kalau kalian penasaran gimana caranya menikmati soto garing biar terasa enak, kalian bisa tiru cara saya ini.

Mengaduk semua kondimen, termasuk dengan sambal dan kecapnya

Bagi saya, cara paling tepat (dan paling benar) menikmati bubur ayam adalah dengan cara diaduk, begitu pula dengan soto garing. Cara paling pas untuk menikmati soto garing adalah dengan mencampurkan semua kondimennya, mengaduknya jadi satu. Biarkan nasi, irisan ayam, kol, kecambah, dan daun seledri itu menyatu satu sama lain di piring kalian.

Baca Juga:

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

Kalau mau lebih enak lagi, kalian bisa tambahkan kecap dan sambal, lalu diaduk sampai merata. Pokoknya mirip kayak mengaduk bubur ayamlah. Dengan begitu, soto garing akan lebih enak lagi rasanya, lebih oke dinikmati meskipun nggak ada kuahnya. 

Intinya, kalau mau menikmati soto garing biar lebih enak, ya dicampur aja semuanya, semua kondimen yang ada di piring, semua tambahan yang ada di meja, semuanya dicampur jadi satu.

Percaya sama saya, rasanya akan lebih enak dari yang kalian bayangkan.

Minta tambahan kuah secara terpisah

Soto garing itu sebenarnya nggak yang garing-garing banget, bukannya tanpa kuah sama sekali. Soto ini tetap ada kuahnya, hanya saja tidak banyak. Kuahnya cuma ditambahkan sedikit demi tekstur dan rasa aja. Maka dari itu, kalau kalian pengin menikmati soto garing biar lebih enak, coba saja minta sedikit kuah tambahan secara terpisah ke penjualnya. Entah apakah penjualnya akan memberi, tapi berdasar pengalaman saya, tetap akan diberi kok. 

Nah, kalau sudah ada tambahan kuah di hadapan kalian, cara menikmatinya seperti ini. Kalian makan dulu satu suap dari sepiring soto garing yang sudah dicampur itu, lalu seruput kuah soto secara perlahan. Cara menikmatinya mirip seperti menyantap bakmi karet. 

Percayalah, rasanya akan lebih enak, meskipun esensi “garing” dari soto garing agak sedikit terkikis karena sudah ada elemen kuahnya.

Pesan dua porsi soto garing Klaten lalu jadikan satu

Kalau kalian pengin merasakan gimana sensasi soto garing yang beneran, ya tinggal pesan soto garing saja tanpa kuah tambahan. Tapi, kalian pesannya dua porsi, lalu kalian jadikan satu. Asal tahu saja, soto garing ini porsinya kecil (lha wong harganya saja ada yang di bawah Rp10.000), dan kalian mungkin nggak akan puas kalau cuma makan seporsi. Makanya, saya sarankan pesan dua porsi, lalu jadikan di dalam satu piring.

Setelah itu, kalian aduk, kalian campur semuanya seperti cara yang sudah saya tuliskan di atas. Dengan begitu, kalian bisa menikmati soto garing dengan lebih enak, lebih otentik, dan tentunya lebih puas karena porsinya jadi lebih banyak.

Itulah setidaknya cara saya menikmati soto garing Klaten kemarin. Jujur, setelah mencoba soto garing, persepsi saya terhadap kuliner ini agak berubah. Bagi saya, soto garing memang masih agak aneh, tapi nggak seaneh anggapan saya dulu sebelum mencobanya. Selain itu, rasanya ternyata masih enak, kok. Layaklah, buat dicoba lagi kalau nanti mampir ke Klaten, hehehe.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2025 oleh

Tags: klatenkuliner klatensotosoto garingsoto garing klatensoto klaten
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Soto Campur Nasi: Culture Shock Orang Jambi yang Hidup di Solo

Soto Campur Nasi: Culture Shock Orang Jambi yang Hidup di Solo

30 Agustus 2022
Umbul Susuhan Klaten, Tempat Wisata Terbaik bagi Kaum Introvert

Umbul Susuhan Klaten, Tempat Wisata Terbaik bagi Kaum Introvert

16 Oktober 2024
5 Soto Semarang yang Layak Masuk Bucket List Pelancong Mojok.co

5 Soto Semarang yang Layak Masuk Bucket List Pelancong

13 Oktober 2025
Lumpia Duleg, Kuliner Unik Khas Delanggu Klaten yang Nggak Kalah Enak dari Lumpia Semarang

Lumpia Duleg, Kuliner Unik Khas Delanggu Klaten yang Nggak Kalah Enak dari Lumpia Semarang

2 Maret 2024
Sidowarno Klaten, Desa Wisata Pewaris Wayang Kulit Kerbau

Sidowarno Klaten, Desa Wisata Pewaris Wayang Kulit Kerbau  

2 Agustus 2024
Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

20 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras Mojok.co

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

3 Juni 2026
Bersyukur Tidak Lolos Tes CPNS Setelah Difitnah Pakai Ordal (Unsplash)

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

28 Mei 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar”

28 Mei 2026
Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.