Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tips Jitu agar Tidak Di-kick dari Grup WhatsApp Kantor

Grantino Gangga Ananda Lukmana oleh Grantino Gangga Ananda Lukmana
6 Februari 2021
A A
Tips Jitu agar Tidak Di-kick dari Grup WhatsApp Kantor Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika bekerja di dalam suatu perusahaan, sudah sewajarnya kita dimasukkan dalam grup WhatsApp perusahaan atau kantor. Selain lebih efisien untuk berkoordinasi dalam hal operasional, menurut saya keberadaan grup Whatsapp kantor juga lebih efektif untuk mempersingkat waktu. Daripada pimpinan harus memberikan informasi tentang kerjaan dan broadcast atau mengirim pesan massal kepada seluruh karyawan, lebih baik informasi disampaikan lewat chat grup saja.

Di dalam sebuah grup WhatsApp kantor, sering kali kita menemui rekan kerja yang bisa dibilang nyleneh. Nyleneh dalam artian sering caper, merasa sok pintar, dan bahkan menyinggung kinerja atasan. Ya kalau diminta untuk memberikan pendapat, menurut saya nggak masalah. Lha ini langsung bras-bres tiba-tiba muncul memberikan komentar tentang kinerja atasan. Pantas saja atasan saya sering sambat pengin kick orang itu dari grup. Blio sering bilang, “Lebih nggatheli dan nggapleki ketimbang kamu, Ngget.” Yasudah, saya cuma bisa mantuk-mantuk saja.

Dari sambatan atasan saya tentang anak buah yang nggatheli tersebut, saya akan memberikan tips jitu supaya teman-teman nggak ikut dikatakan nggatheli sampai pengin di-kick atasan dari grup WhatsApp kantor.

#1 Jangan terlalu menggurui

Sudah sepantasnya dan sewajarnya kita tahu diri. Jika memang sama-sama di dalam lingkup bawahan, setidaknya kita memberikan saran dan masukan dengan sopan. Tidak lebih menggurui. Lha, wong sama-sama karyawan kok malah menggurui? Jika ada karyawan lain yang melakukan kesalahan, biarkan atasan dulu yang memberikan saran. Jangan langsung nimbrung bras-bres menyalahkan, lalu jadi sok menggurui.

#2 Jangan merasa sok pintar dengan menggunakan kata-kata intelek

Ada kalanya kita harus memberikan saran dan masukan kepada karyawan lain. Dalam hal ini pun, kita harus menjaga diri biar nggak keluar kata-kata yang sok intelek dan sulit dipahami. Beberapa dari kita yang hanya lulusan SMA, bapak-bapak kantoran yang hampir pensiun, dan masih banyak lagi, sulit untuk mencerna kata-kata yang intelek.

Memberi saran dengan kata intelek, menurut saya kurang efektif. Lha, wong grup WhatsApp dibuat untuk menjadikan SOP perusahaan lebih efektif, tapi kok penyampaian saran menggunakan kata yang nggak efektif? Sok intelek lagi. Nggatehli, Mas!

#3 Tidak berkomentar tentang tugas atasan

Poin ketiga ini sebenarnya adalah kunci agar nggak di-kick atau mungkin bisa saja terjadi PHK sepihak jika atasan sudah mulai mangkel. Tapi kecil kemungkinan kalau sampai kena PHK, sih. Intinya adalah kita bekerja sesuai bidang masing-masing. Nggak perlu sampai berkomentar tentang tugas atasan yang nggak becus lah, nggak jelas lah, atau sebagainya. Jangan! Kalau kata orang Jawa saling tepo sliro. Saling memahami bahwa atasan itu kerjaannya lebih berat dan jam kerjanya sudah tinggi. Yakinlah bahwa mereka itu sudah profesional.

Begini saja, saat kita sudah mulai pusing dan muak dengan kerjaan yang sesuai sama jobdesk kita sendiri, atasan pasti punya masalah yang lebih. Entah masalah internal atau eksternal, saya nggak peduli. Yang jelas, atasan pun mendapat tekanan kerja juga entah itu dari owner, HRD, atau manajemen lain. Jadi, nggak usah ikut campur masalah atasan bahkan sampai mengomentari kinerja atasan di grup WhatsApp kantor, deh.

Baca Juga:

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor

#4 Menghormati atasan yang sedang memberi saran

Ketika ada atasan yang berkomentar dan komplain dengan kerjaan yang sedikit melenceng, biasanya kita langsung kena teguran. Teguran yang didapat, nggak jarang dibarengi saran. Itu pun saat kita sedang beruntung, ada teman yang berada dalam posisi dan jabatan yang sama, malah ikut melindungi agar kita nggak jatuh. Tapi, ada juga karyawan yang nggapleki. Bukannya membela, malah tiba-tiba ikut nimbrung memberikan saran kepada karyawan lain.

Untuk menghormati atasan, sebaiknya kita mendengarkan blio dulu. Letak kesalahan kita ada di bagian mana. Jangan membantah dan langsung menyalahkan sepihak, atau karyawan lain. Jujur saja dengan masalah dan kerjaan yang diberikan oleh atasan. Kalau nggak sanggup menerima, lebih baik katakan saja. Tentunya dengan nada yang sopan, dan emotikon yang wajar.

#5 Nggak usah caper

Hal yang nggatheli dan wajar jika atasan ingin mengeluarkan kita dari grup WhatsApp kantor. Sedikit cerita, ada salah satu karyawan di perusahaan saya yang sering caper dan apabila capernya ditanggapi, blio akan semakin nggatheli. Maka sebaiknya, jika grup sedang sepi, kita nggak usah memberikan pernyataan yang nggak penting dan nggak usah caper bikin keramaian di grup. Orang-orang di dalam grup WhatsApp kantor juga punya kehidupan yang lain. Jadi, nggak usah sok-sokan cari perhatian.

Itulah beberapa tips agar kita nggak di-kick dari grup WhatsApp kantor. Pentingnya informasi di dalam suatu kerjaan adalah poin tambahan agar kita lebih mengetahui tentang apa yang diinginkan oleh kantor.

Walaupun saya sering dibilang nggatheli sama atasan, saya tetap mencoba untuk berteman baik di luar. Iya, saya pun dibilang nggatheli sama atasan yang rambutnya semiran kuning dan pakai kacamata itu. Pokoknya kalau dilihat-lihat, blio nggak pantas untuk jadi atasan. Tapi bagaimana pun, saya tetap berteman baik dan mencoba untuk lebih menghormati blio.

BACA JUGA Dilema Privasi Saat Ingin Keluar dari Grup Whatsapp dan tulisan Grantino Gangga Ananda Lukmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2021 oleh

Tags: grup whatsappkantor
Grantino Gangga Ananda Lukmana

Grantino Gangga Ananda Lukmana

Bisa disapa di twitter @GrantinoG.

ArtikelTerkait

Wawancara dengan Eiichiro Oda, Perihal Perdebatan One Piece dan Naruto terminal mojok.co

Isi Percakapan Grup WhatsApp Bajak Laut Topi Jerami Sebelum Perang Wano

12 Mei 2020
6 Alasan Orang Kirim Paket ke Kantor, Bukan ke Rumah Sendiri terminal mojok.co

6 Alasan Orang Kirim Paket ke Kantor, Bukan ke Rumah Sendiri

16 Desember 2021
4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar  Mojok.co

4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar 

6 November 2024
Ditindas Senior di Kantor Rasanya Kayak Sampah (Unsplash)

Menjadi Anak Baru di Kantor yang Nggak Pernah Diterima sama Senior Tuh Rasanya Kayak Sampah

21 September 2025

Menerka Obrolan Grup WhatsApp para Princess Disney

17 April 2020
muslik

Melihat Ketulusan Muslik Dalam Bermain Tik Tok

16 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.