Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara

Adinda Nabila Putri Asfahaliza oleh Adinda Nabila Putri Asfahaliza
26 Januari 2021
A A
Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara terminal mojok.co

Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Tak disangka semester genap sudah di depan mata, liburan kali ini pun terasa biasa saja. Tapi, kalau boleh jujur, saya masih ingin menikmati hari santai ini lebih lama. Rebahan di kasur bersama ponsel kesayangan, maraton drama Korea yang lagi ramai di pasaran, milenial banget kan? Tiap memasuki semester baru, ada satu permasalahan yang bikin mumet kepala tiap mahasiswa, apalagi kalau bukan bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). UKT adalah sebuah pertanda dimulainya kepusingan-kepusingan lainnya.

Huh, mungkin bagi kaum borjuis ini masalah sepele, tapi bagi kami mahasiswa ekonomi menengah ke bawah, ini hal paling menyebalkan sedunia. Biaya UKT yang tidak sedikit menjadi alasannya. Beberapa mahasiswa harus kerja agar UKT dapat dibayar, beberapa lagi mengandalkan beasiswa, ada juga yang hanya berharap pada orang tua. Sayangnya, tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tanpa dijelaskan lebih lanjut kita semua tahu bahwa pandemi sedang melanda. Perekonomian jatuh, PHK dimana-mana, angka kemiskinan bertambah, dan masih banyak lagi hal-hal buruk. Bahkan, saya yakin kaum borjuis kali ini juga ikut geram melihat pemerintah dan kampus masa bodoh perihal UKT, UKT nggak dipotong bos!

Bukan tanpa alasan banyak mahasiswa kecewa terhadap kebijakan pemotongan UKT yang nihil. Alasan pertama, masalah ekonomi, krisis yang tak tertahankan hingga Indonesia menginjakkan kaki di masa resesi pada November 2020, telah mengikis banyak harapan tiap jiwa. Kebijakan pemerintah mengadakan PSBB dan PPKM yang menyengsarakan rakyat atas hingga bawah juga turut serta melesukan perekonomian. Dampak akhirnya, ya kemiskinan, hal ini berlaku untuk siapa saja, tak terkecuali mahasiswa. Pembebanan UKT secara penuh kepada tiap mahasiswa saya rasa sangat memberatkan, padahal sudah jelas krisis melanda.

Selain karena masalah ekonomi, pelaksanaan perkuliahan secara daring menyebabkan fasilitas yang tidak dirasakan mahasiswa. Sejak Maret tahun lalu, segala kegiatan sekolah, perkuliahan, maupun perkantoran diinisiasi dengan sistem daring untuk menghindari paparan virus corona. Atas kebijakan tersebut, fasilitas kampus seperti ruang kelas, perpustakaan, kantin, dan lain sebagainya tidak digunakan secara maksimal. Sejalan dengan hal tersebut, seharusnya dapat menjadi salah satu alasan mengapa UKT harus diturunkan, toh biaya pembersihan dan perawatan juga menurun, kan?

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk membantu mahasiswa itu sebenarnya ada, khilaf rasanya kalo saya bilang tidak. Salah satunya subsidi kuota internet, sayangnya pembagian subsidi kuota ini masih belum merata, tidak jelas bagaimana prosesnya. Beberapa kampus juga menjanjikan subsidi kuota, tapi yang saya tahu di antaranya hanya bualan belaka, realisasinya nol besar. Sebagian kampus pun mulai tersadarkan, kebijakan untuk memberikan bantuan dana sudah diadakan, tapi harus diajukan dulu dan banyak persyaratannya, huh. Rasanya tidak adil ketika tidak semua mahasiswa dapat bantuan, kaum borjuis sekalipun juga berhak kali! Fasilitas fisik kampus kan nggak dipake sama sekali.

Melihat betapa kurangnya perhatian pemerintah maupun kampus terhadap keresahan mahasiswa ini, maka suatu ketidakmungkinan kami akan tinggal diam. Tidak heran, sudah banyak aliansi-aliansi mahasiswa dari berbagai kampus bermunculan untuk memperjuangkan keadilan. Aliansi-aliansi ini sudah ada sejak pandemi merebak, menuntut segala hak yang seharusnya kami terima. Tuntutan untuk mengadakan kebijakan pemotongan UKT untuk seluruh mahasiswa sebenarnya sudah digalakkan sejak semester lalu, namun para pejabat itu seakan menutup mata. Oh, jadi ini penerapan dari makna karikatur tikus berdasi? Saya harap tidak. Penurunan UKT adalah hal yang begitu penting untuk dilakukan saat ini.

Banyak peran besar yang telah dilakukan oleh aliansi-aliansi mahasiswa selama ini, seperti turun ke jalan, bahkan memanfaatkan media sosial hingga masuk ke deretan trending topic Twitter di Indonesia. Seharusnya dengan banyaknya langkah yang telah diambil, tuntutan ini sudah terdengar oleh para tuan dan nyonya, namun kenyataan berkata sebaliknya.

Melalui tulisan ini, saya memiliki harapan besar agar semua pihak membuka mata. Kita semua memang sedang tidak baik-baik saja, termasuk mahasiswa. Tidak turunnya angka UKT juga pertanda mahasiswa bakal menerima satu lagi kabar tidak baik. Kami turun ke jalan bukan bermaksud untuk anarkis, kami hanya ingin tuntutan kami digubris, hidup mahasiswa!

Baca Juga:

6 Lagu Anime yang Cocok Diputar Saat Aksi Mahasiswa

UKT Bayar, Kost Bayar, tapi Uang Jajan Dihentikan, Ah Dasar Pandemi Menyebalkan!

BACA JUGA UKT Bayar, Kost Bayar, tapi Uang Jajan Dihentikan, Ah Dasar Pandemi Menyebalkan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2021 oleh

Tags: aksi mahasiswabayar ukt
Adinda Nabila Putri Asfahaliza

Adinda Nabila Putri Asfahaliza

Mahasiswa Ekonomi

ArtikelTerkait

Pasta Gigi

Sebaik-baik Teman Aksi adalah Pasta Gigi

2 Oktober 2019
uang jajan

UKT Bayar, Kost Bayar, tapi Uang Jajan Dihentikan, Ah Dasar Pandemi Menyebalkan!

17 Juni 2020
pak polisi, cowok berseragam

Pak Polisi, Salam Damai Dari Kami Para Mahasiswa!

26 September 2019
perppu

Pak Jokowi, Tidak Usah Ragu Menerbitkan Perppu

9 Oktober 2019
Album Baru Band Itu Pasti Mengecewakan, Nggak Usah Terlalu Berharap Makanya terminal mojok.co

“Konser Untuk Republik” Itu Solusi Omong Kosong

2 Oktober 2019
6 Lagu Anime yang Cocok Diputar Saat Aksi Mahasiwa terminal mojok

6 Lagu Anime yang Cocok Diputar Saat Aksi Mahasiswa

16 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.