Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidak Ada Orang yang Benar-Benar Keparat di Dunia Ini

Dwi Susilowati oleh Dwi Susilowati
8 Mei 2019
A A
baik dan jahat

baik dan jahat

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak kanak, kita selalu dibombardir dengan tontonan dan bacaan yang menggiring kita untuk menjadi manusia yang suka menghakimi. Tokoh-tokoh dalam banyak cerita; baik cerita rakyat, novel, sinetron, pewayangan, bahkan komik sekali pun, selalu berisi 2 tokoh dengan watak yang bertolak belakang: baik dan jahat.

Kebiasaan itu, tanpa kita sadari, telah mengendalikan cara berpikir dan mindset kita bahwa di dunia ini, hanya ada 2 jenis manusia, yakni manusia yang memiliki sifat protagonis atau manusia dengan sifat antagonis. Padahal, bukan hanya hitam dan putih, justru di dunia ini, abu-abu yang mendominasi. Tidak ada orang yang benar-benar bajingan keparat atau tanpa cela bak malaikat. Semua orang memiliki tingkat ke-brengsek-an masing-masing.

Saya jadi ingat salah satu kutipan dari Jess C. Scott, “Orang-orang adalah domba, dan televisi adalah gembala.”
Benar, televisi, yang sekarang bukan hanya berbentuk video dalam kotak besar yang berisi saluran-saluran televisi swasta seperti RCTI, MNCTV, SCTV, dan sebagainya, tetapi juga telah menjelma menjadi YouTube, Netflix, Viu, HOOQ, media sosial, dan lain-lain yang bisa diakses melalui benda kecil nan minimalis bernama telepon seluler.

Apa akibatnya? Kita akan tumbuh menjadi orang yang tidak terima bila ada orang jahat yang sebetulnya tidak melulu jahat. Tentu, kita tidak mau menerima bila di sisi lain, Ayumi di sinetron Anak Langit adalah sosok yang suka bersedekah dan penyayang. Atau, mungkin akan jadi aneh bila tokoh Oh Jim-shim dalam drama Korea Touch Your Heart yang notabene baik hati, terkadang menjadi sosok egois dan suka mencuri.

Nah, inilah kenapa di dunia nyata, kamu sering tidak terima jika teman dekatmu yang telah merebut pacarmu, adalah orang yang ramah, toleran, dan punya banyak teman. Kebaikan-kebaikan semacam itu, menurutmu hanyalah kebusukan yang berbalut emas. Padahal, tidak ada orang yang benar-benar baik atau melulu menjadi orang yang brengsek.

Benar, semua orang memang punya sisi buruk, tergantung dari sudut mana kita menilai.
Saya punya kenalan, dia adalah orang punya nasionalisme tinggi. Dia adalah orang paling khusuk saat mengikuti upacara hari senin. Pandangannya lurus ke depan dengan posisi yang siap sempurna. Sesekali, ini menitikkan air mata bila lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan bendera merah putih dinaikkan.

Namun di sisi lain, temanku itu suka jajan di kantin bersama teman-temannya saat jam pelajaran tiba. Dia juga kadang menggunakan kaos kaki yang tidak sesuai ketentuan.
Lalu, apa artinya dia orang yang jahat? Atau orang yang baik?

Seperti yang saya katakan tadi, tidak ada orang yang benar-benar baik atau menyebalkan. Semua orang memiliki cara tersendiri dalam menyikapi berbagai persoalan.

Baca Juga:

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

7 Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Materi SKD CPNS secara Gratis

Misalnya begini, setiap orang pasti menganggap dirinya baik. Kamu akan menganggap bahwa dirimu bukanlah orang yang jahat. Kamu menyayangi keluargamu dengan sepenuh hati, bisa berbicara santun, selalu tersenyum bila bertemu dengan orang lain, dan tidak neko-neko.

Akan tetapi, mungkin saja di balik semua itu, kamu adalah sosok yang selalu mementingkan diri sendiri, suka menunda pekerjaan, pemalas, dan suka berbohong kepada guru saat di sekolah. Bukankah itu artinya, kamu tidak benar-benar menjadi orang yang baik?

Maka sekali lagi, tidak seharusnya kita menghakimi orang lain. Sebab semua orang punya tingkat keberengsekan masing-masing.

Oleh karena itu, jangan biarkan teknologi menggiring kita untuk membentuk opini di alam bawah sadar tentang kemudahan dalam menilai baik dan buruknya suatu hal.
Dalam keterbatasan manusia, sebenarnya kita tidak bisa menilai baik buruk berdasarkan angka. Toh bila memang bisa, angka tetaplah menjadi ukuran yang subjektif. Menentukan kebaikan dan keburukan seseorang sama seperti menilai apakah dia cantik atau tidak, tampan atau tidak. Ya, benar-benar nisbi.
Baik dan buruk sangatlah relatif, bisa begini dan begitu tergantung siapa yang memandang. Bahkan, hal-hal yang selama ini kita yakini baik, akan dinilai buruk oleh orang-orang tertentu. Begitu juga dengan hal-hal buruk yang kita rasa tidak pas di hati, mungkin menurut orang lain, itu adalah hal baik yang patut dicontoh.

Lalu, masih perlukah kita untuk mengelompokkan orang-orang dalam dua golongan: baik dan jahat?

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2019 oleh

Tags: AntagonisKeparatTVYoutube
Dwi Susilowati

Dwi Susilowati

Gadis 21 tahun yang belum kenal dirinya sendiri.

ArtikelTerkait

ariel noah konten IT youtube mojok

Ariel Noah dari Sisi yang Lain: Pintar Menjahit Bait, Piawai Merangkai PC

4 September 2021
Rekomendasi Kanal YouTube yang Bikin Otak Auto Cerdas Terminal Mojok

Rekomendasi Kanal YouTube yang Bikin Otak Auto Cerdas

21 November 2022
Selingkuh Atau Diselingkuhi Sama-sama Nggak Enak, Nggak Usah Dibandingin Terminal Mojok

Mohon Maaf, Selingkuh yang Bertanggung Jawab Itu Maksudnya Bagaimana?

18 Maret 2021
cameo project mojok

5 Film Pendek Karya Cameo Project Paling Recommended

15 Oktober 2020
setan sableng tv takut hantu channel youtube hantu misteri mojok

Tonton Channel-channel YouTube Ini, Dijamin Nggak Takut Setan Lagi

29 April 2020
Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau terminal mojok.co

Cara Cepat Jadi Artis Adalah dengan Jadi Asisten Artis Dulu

9 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.