5 Film Pendek Karya Cameo Project Paling Recommended – Terminal Mojok

5 Film Pendek Karya Cameo Project Paling Recommended

Artikel

Kawula muda di Indonesia jika ditanya apa profesi sampingan yang mereka inginkan, jawabannya rata-rata pasti jadi kreator konten. Tepatnya, menjadi YouTuber. Profesi ini cukup menjanjikan karena profesi ini membebaskan kita untuk menentukan apa yang akan kita kerjakan dan kapan kita mengerjakannya. Singkatnya, kita bebas dari komitmen dan aturan macam kerja di kantor. Tak mengagetkan kalau orang-orang bermimpi jadi YouTuber yang sukses macam Atta Halilintar.

Tidak mau ketinggalan sama anak muda, Cameo Project juga ikut meramaikan dunia YouTube tanah air. Tim yang terdiri dari Yosi “Project Pop”, Andry Ganda, Martin Anugrah, Ibob Tarigan, Reza Nangin, dan Steve Pattinama sering mengunggah konten-konten bertema komedi dan drama parodi yang bikin kamu merasa tertawa terpingkal-pingkal saat melihat tingkah konyolnya. Baru-baru ini, mereka sesekali keluar dari zona nyamannya dengan membuat film pendek dengan sejuta makna yang bisa kamu petik di dalamnya. Sebagian film pendek ala Cameo Project bukan hanya ditujukan untuk para penonton, tetapi bisa menginspirasi semua orang agar terus berkarya.

Daripada galau ataupun resah mau menonton video apa, yuk lihat lima film pendek terbaik karya Cameo Project yang wajib kamu tonton sambil menyiapkan cemilan dan sehelai tisu!

#1 Suatu Malam Di Museum

Film pendek karya Cameo Project ini bisa dikatakan hampir sebelas-dua belas dengan film Night at the Museum dan wajib kamu tonton pas peringatan hari pahlawan nasional. Ceritanya bermula ketika seluruh foto-foto para pahlawan nasional mendadak hidup di malam hari. Mereka curhat kenapa jumlah para pahlawan wanita jauh lebih sedikit dibandingkan pria padahal perjuangan pahlawan wanita sangat berperan penting dalam melepaskan Indonesia dari cengkeraman penjajah.

Daripada berlarut-larut dalam kekesalan, Cut Nyak Dhien memperkenalkan sahabatnya, Teuku Fakinah, yang akan presentasi tentang statusnya sebagai ulama wanita pertama di Indonesia. Tidak mau kalah, Agus Salim juga mengajak Rohana Kudus untuk menjelaskan perjuangannya sebagai wartawan wanita pertama di Indonesia yang berliku-liku. Kedua sosok pahlawan wanita membuktikan keberadaan mereka hampir dilupakan oleh bangsa sendiri.

Puncak klimaksnya adalah para pahlawan nasional berfoto selfie ria sambil mengajukan tuntutan kepada pemerintah dengan setulus hati. Hal ini dilakukan agar pahlawan wanita lebih banyak diangkat perjuangannya supaya semua orang tahu bahwa pahlawan wanita itu kuat dan tidak selamanya di bawah bayang-bayang pria.

#2 Cerdas Melanggar

Untuk kalian yang masih nekat melanggar peraturan lalu lintas, mending kalian tonton Cerdas Melanggar ala Cameo Project. Reza dan adiknya sedang menuju ke rumah setelah pesanan kateringnya ditolak mentah-mentah oleh pelanggan. Di tengah perjalanan pulang, mereka terpaksa harus melewati razia polisi yang superketat. Enggan kena tilang, Reza berpura-pura sebagai orang sakit jiwa sampai-sampai polisi rela merobek surat tilangnya. Strategi unik Reza ini sebaiknya jangan ditiru ya, Sob, nanti takutnya malah ditilang beneran!

Anjuran cerdas dalam menerobos lalu lintas ala Reza ternyata berbuah malapetaka. Adiknya yang baru saja dibelikan motor matic tewas terlindas kereta api pada tengah malam. Penyebabnya tidak lain adalah adik Reza diduga menerobos palang pintu kereta api dengan kecepatan tinggi. Setelah kejadian mengerikan tersebut, Reza merasa bersalah di lubuk hatinya dan memutuskan untuk taat lalu lintas daripada menyusul adiknya ke surga.

#3 Receh Battle Hidup atau Mati

Jika receh battle biasanya hadir berupa konsep stand up comedy, kali ini receh battle sudah diangkat ke layar lebar. Ibob dan Steve sedang membaca banyak komentar netizen yang tak ada habisnya untuk dibahas secara keseluruhan. Ketika mati lampu, mereka tiba-tiba diculik oleh sosok wanita misterius yang ternyata penggemarnya sendiri bernama Disha Devina. Dia terpaksa menyekap mereka berdua di ruangan gelap karena merasa sakit hati akibat komentar favoritnya jarang dilirik sama sekali.

Sambil melancarkan misi balas dendam, Disha menantang Steve dan Martin untuk mengikuti celotehan receh paling ngakak di mana syaratnya harus benar-benar murni lucu dan bebas setting-an. Apabila menolak atau enggan tertawa sepuasnya maka mereka bakal ditembak pistol sampai tewas seketika. Merasa tertekan, Steve dan Martin sepakat melantunkan celotehan bersama dengan mengambil tema bahan makanan dari berbagai negara dan lagu khas musisi tanah air era milenial.

Momen krusial di Receh Battle Hidup atau Mati mulai pecah ketika Steve meneruskan lirik lagu “Apalah Arti Menunggu” dari Raisa sambil memasang wajah serius. Sayangnya, Martin malah tertawa girang dan berteriak seperti orang kesurupan sehingga nyawanya pun ikut melayang di tangan Disha. Duh, jadi sedih rasanya lihat nasib Martin! 

#4 Bakoel Kosong

Bakoel Kosong sangat menginspirasi kamu tentang betapa sulitnya mencari sesuap nasi dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada suatu hari, Ibob dan Martin menginterogasi Suparto (Steve Pattinama) terkait kasus penjualan beras eceran ilegal. Saat ditanya, dia bersikukuh tidak mau mengakui perbuatannya karena sudah dibayar mahal oleh juragan beras. Namun, karena diceramahi seputar krisis pangan di Indonesia, Suparto terpaksa menemui sang juragan beras demi menstabilkan harga beras supaya lebih kondusif dan tidak merugikan masyarakat miskin.

Tawaran harga beras yang diajukan oleh Suparto justru menarik perhatian Tengkulak. Dia rela membayar beras setinggi langit lewat jalan tikus, yaitu distribusi beras eceran palsu secara massal untuk menambah pemasukan di kantongnya. Aksi modus Tengkulak baru dicurigai oleh Ibob dan Martin, lalu mereka menasihati Tengkulak agar menghentikan bisnis ilegalnya sebelum membuat para masyarakat mati kelaparan. Di sisi lain, Suparto tanpa sengaja membuang berasnya ke bawah tanah akibat kesal sama ulah Tengkulak. Imbasnya, Suparto dan Tengkulak ditetapkan sebagai tersangka utama peredaran beras palsu lalu digiring ke jeruji besi.

#5 Jakarta Lockdown

Di kala meningkatnya penyebaran virus corona, Ibob dan teman-temannya mulai galau ingin sarapan pakai apa. Beberapa pasokan makanan seperti persediaan beras hampir menipis dan hanya menyisakan satu kardus mi instan. Saking kesalnya, Ibob berunding untuk siapa yang mau membeli makan ke luar rumah dengan risiko ketularan virus corona. Setelah berdiskusi beberapa jam, Ibob akhirnya menyuruh Reza agar segera membeli makanan secepatnya daripada mati kelaparan. Walaupun Reza ogah pergi, Ibob tetap saja memaksa Reza hingga terpental ke luar rumah.

Saat berada di perjalanan, Reza menemui seorang wanita bermasker yang menunjukkan tatapan mata tajam. Saking takutnya, dia melarikan diri sambil tergopoh-gopoh. Kejadian mengerikan belum selesai di situ, Reza malah ketemu Steve yang dianggap sebagai monster corona. Setelah dipikir-pikir, Steve ternyata hanya menawarkan masker gratis serta hand sanitizer pada Reza untuk berjaga-jaga dari bahaya virus corona. Untung saja Reza sudah diingatkan sama dia!

Ketika Reza membawa nasi Padang dengan selamat, Martin melahap mi instan dengan berseruput manja sementara Ibob diduga pingsan akibat tidak tahan menghadapi krisis pangan. Cerita yang sangat berakhir tragis bukan?

Sumber gambar: Akun Twitter @cameoproject_

BACA JUGA Cara Mudah Memecahkan Soal Bahasa Panda UTBK 2020 dan tulisan Aditya Mahyudi lainnya.

Baca Juga:  Citilink Adalah Maskapai Lokal Terbaik Saat Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.