Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

The Medium: Film Horor Found Footage, tapi Kameramennya Bikin Bingung

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
21 Oktober 2021
A A
The Medium: Film Horor Found Footage, tapi Kameramennya Bikin Bingung terminal mojok.co

The Medium: Film Horor Found Footage, tapi Kameramennya Bikin Bingung terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Teknik found footage telah beberapa kali digunakan untuk mengemas film horor. Hasilnya, berbagai film masterpiece terlahir dengan kemasan teknis satu ini. Sebut saja seperti, The Blair Witch Project, Paranormal Activity, Rec, bahkan film horor lokal yang sering diakui seram bagi penonton Indonesia, Keramat.

Teknik ini memang terasa cukup ampuh memberikan rasa cekam untuk penonton. Found footage bisa menghasilkan sensasi nuansa horor di mana penonton seolah lebih masuk dan berada pada dunia yang ditontonnya, yaitu berada di posisi sudut pandang perekam atau kameramen. Oleh karena itu, jumpscare dalam film teknis seperti ini memiliki sensasi menyeramkan tersendiri karena sensasi yang terasa lebih nyata.

Found footage ini juga merupakan medium storytelling yang dipakai film The Medium, film horor terbaru kolaborasi antara Thailand dan Korea Selatan. Film ini disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun, sosok di balik beberapa masterpiece horor Thailand seperti Shutter, Pee Mak, dan 4Bia.

Di kursi produser, ada nama Na Hong-Jin, sosok di balik salah satu film horor terbaik Korea Selatan, The Wailing. Mereka berkolaborasi membuat film yang terpilih sebagai best feature film di 25th Bucheon International Fantastic Film Festival.

The Medium dibuka dengan wawancara seorang dukun bernama Nim. Mereka membicarakan hal-hal seputar pekerjaannya sebagai dukun, fenomena dukun di Thailand, serta hal-hal yang dipercayainya. Awalnya, saya pikir ini adalah film dokumenter. Rupanya, saya baru memahami kalau film ini dikemas secara mokumenter, atau cerita fiksi yang dikemas ala dokumenter. Found footage memang memiliki beberapa teknik sinematik, bukan cuma first-person perspective, mokumenter juga termasuk.

Cerita kemudian bergulir memperlihatkan Nim yang harus berhadapan dengan keluarga Kakaknya, Noi. Ternyata, kejadian supranatural menimpa keluarga itu. Ming, keponakannya, mulai bersikap aneh di mana perilaku tidak wajar sering dilakukan olehnya. Nim selaku dukun, sudah merasa ada yang tidak beres dan berusaha menolong Ming.

The Medium memiliki jalinan narasi yang sabar nan perlahan dalam merajut cerita dan keseramannya. Film ini mengingatkan saya pada film The Wailing, padahal ini bukan film found footage. Adalah kesabarannya membangun aspek-aspek seperti cerita, keseraman, dan tensinya yang membuat kedua film ini terasa familiar. Belum lagi, kedua film ini sama-sama membahas dukun. Ini adalah aspek yang saya anggap positif karena film ini berhasil membangun keseraman melalui penguakan misteri, yang dalam kasus film ini adalah soal perilaku aneh Ming.

Kita akan menyaksikan transformasi perubahan perilaku Ming secara perlahan dan detail, dan rupanya hal inilah yang bagi saya terasa seram dan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Sejujurnya, tidak disangka kalau saya berhasil merasa ketakutan lewat perilaku seseorang yang terasa aneh. Entah apa kata yang tepat, apa bisa disebut tidak manusiawi atau tidak bermoral?

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

Nonton Film Horor di Mall “Mati”: Pengalaman Unik di Mall Hermes Place Polonia Medan

Saya jadi kepikiran sesuatu, yang sebenarnya tidak berhubungan amat sama kandungan filmnya. Apakah perbuatan setan yang menyeramkan buat manusia itu mengenai perbuatan yang tidak pada tempatnya? Maksudnya, Ming seolah saya anggap menjadi representasi setan yang tingkahnya menyeramkan karena berperilaku tidak pada tempatnya, seperti melakukan permainan anak-anak sembari mengganggu anak kecil, berhubungan intim di tempat umum, hingga bertingkah seperti binatang.

Segala perilaku Ming yang tidak pada tempatnya itu berhasil memunculkan perasaan menakutkan dan tidak nyaman buat saya. Dan itu adalah perasaan menakutkan yang unik, yang bisa ditimbulkan oleh film horror.

Terlepas dari ceritanya yang menarik dan efek seram unik yang ditimbulkan, saya tetap tidak bisa merasa abai pada peran kameramen dalam film ini. Dalam film found footage yang pernah saya tonton, biasanya kameramen adalah bagian dari pemeran pendukung yang memiliki fungsi dalam cerita. Artinya, kameramen juga memiliki karakter, dan dengan karakter itu dia menjadi mata penonton.

Sayangnya, para kameramen di film ini tidak memiliki karakter. Dengan hal itu, kameramen ini jadi seolah-olah punya hak untuk dianggap invincible. Dan hal ini terasa mengganjal buat saya.

Found footage memiliki limitasi pada apa yang bisa kita lihat karena terbatas pada apa yang tertangkap kamera saja. Dan salah satu tantangan teknik ini adalah bagaimana membuat alasan untuk memaklumi kenapa ada kamera di sana. Hal ini lah yang cukup mengganggu saya.

Saya merasa ada ketidakkonsistenan dari bagaimana orang-orang yang direkam bersikap pada kameramen. Ada kalanya, orang-orang yang direkam ini terganggu dengan kehadiran kameramen, dan ini memberi dimensi nyata yang meyakinkan bahwa ada yang terganggu pada seseorang yang ke mana-mana membawa kamera.

Tapi di sisi lain, ada kalanya kameramen dianggap tak terlihat, tidak terasa mengganggu, bahkan kamera berhasil mengeksplorasi ruang-ruang yang terasa privat bagi orang yang direkam. Hal ini tidak bisa dihindari membuat pengalaman menonton saya agak sedikit tidak nyaman. Maka dari itu, saya merasa bingung pada tingkah kameramen ini.

Pada akhirnya, saya mencoba bersikap untuk mengabaikan persoalan kamera ini. Karena ketika otak saya mencoba mengabaikan hal mengganjal satu itu, saya bisa merasakan bagaimana film dengan teknik found footage ini berhasil menciptakan gambar-gambar yang memang terasa bagus, entah itu untuk menghasilkan efek mencekam atau untuk tujuan estetika.

Yah, film ini memang tidak sempurna. Selain masalah kamera yang mengganjal, film ini juga memiliki babak ketiga yang terlalu liar sehingga berakhir dengan perasaan tidak memuaskan buat saya. Tapi, menimbang aspek kelebihannya, sulit dimungkiri bahwa The Medium memiliki nuansa horor yang unik dengan gaya bercerita yang juga unik. Sehingga, The Medium bisa menjadi opsi menghibur untuk ditambahkan ke watchlist horor Anda di bulan Halloween ini.

Sumber Gambar: YouTube GVPictures

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: DukunFilm HororFilm Korea Selatanfilm thailandFound FootageThe Medium
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

6 Hal yang Akan Terjadi Andai Perdunu Bisa Memaksimalkan Dukun di Indonesia

7 Februari 2021
Alasan Saya Lebih Suka Menonton Film Horor Penuh Jump Scare Terminal Mojok

Alasan Saya Lebih Suka Menonton Film Horor Penuh Jump Scare

12 Desember 2020
pelet ilmu hitam indonesia santet mojok

Alasan Saya Skeptis dengan Ilmu Hitam

13 November 2020
Emergency Declaration Film Disaster Ruang Sempit yang Menguras Emosi Terminal Mojok

Emergency Declaration: Film Disaster Ruang Sempit yang Menguras Emosi

17 Agustus 2022
4 Alasan Kamu Perlu Nonton KKN di Desa Penari: Biar Nggak Ketinggalan, Bos! Terminal Mojok.co

4 Alasan Kamu Perlu Nonton KKN di Desa Penari: Biar Nggak Ketinggalan, Bos!

18 Mei 2022
Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

28 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Sengaja Beli Honda Vario 160 untuk Pamer Berakhir Penyesalan karena Jadi Repot Sendiri Mojok.co

Sengaja Beli Honda Vario 160 untuk Pamer Berakhir Penyesalan karena Jadi Repot Sendiri

22 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.