Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘The Mandalorian’ dan Penebusan Dosa Disney atas Gagalnya Sekuel Star Wars

Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin oleh Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin
29 Desember 2020
A A
'The Mandalorian' dan Penebusan Dosa Disney atas Gagalnya Sekuel Star Wars terminal mojok.co

'The Mandalorian' dan Penebusan Dosa Disney atas Gagalnya Sekuel Star Wars terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Disney mengakuisisi Lucasfilm Ltd. senilai 4,05 miliar dollar atau sekitar Rp37 triliun di 2012, ada dua waralaba besar milik Lucasfilm yang jatuh ke tangan Disney. Pertama, Indiana Jones dan kedua serta yang paling masyhur, sekuel Star Wars. Dibanding Indiana Jones, semua mata lebih tertuju pada bagaimana Disney akan mengelola Star Wars. Selain itu, menjadi tantangan juga bagi Disney untuk mengenalkan franchise ini kepada generasi sekarang yang mungkin tahu Star Wars itu sebatas mainan lightsaber atau dari cerita orang tua mereka.

Disney ketika itu mengatakan telah berencana akan membuat tiga film sekuel Star Wars. Tentu saja itu menaikkan harapan para penggemar Star Wars yang berharap bisa melihat trio Luke Skywalker, Leia Organa, dan Han Solo reuni kembali. Pada 2015 ketika sekuel Star Wars Episode VII yang diberi sub judul The Force Awakens hadir ke publik, antusiasme publik sangatlah tinggi. Ada yang menonton karena ngefans atau kangen dengan Star Wars dan ada pula yang menonton film itu biar tidak ketinggalan hype-nya. Saking tingginya minat publik saat itu, The Force Awakens langsung melesat ke posisi ketiga film dengan pendapatan terbesar sepanjang massa di bawah Avatar dan Titanic buatan James Cameron.

Secara profit, film itu mungkin menjadi film paling menguntungkan dari deretan film Star Wars yang pernah ada. Tapi, tidak sedikit pula penggemar Star Wars “tulen” yang tidak terlalu mengapresiasi film tersebut. Misalnya soal harapan melihat tiga tokoh ikonik Star Wars menyatu lagi sama sekali tidak kesampaian. Satu scene pun tidak menampilkan mereka bersama. Apesnya lagi, di film ini, J.J. Abrams selaku sutradaranya memutuskan buat matiin karakter Han Solo yang cukup menyayat hati. George Lucas pun sebagai kreator Star Wars, konon tidak terlalu suka dengan keputusan ini. Tokoh utama yang dirindukan kehadirannya yaitu Luke Skywalker baru muncul di ujung film. Itu pun tidak ngomong sepatah kata pun.

Dua tahun berselang, Disney merilis lagi sekuel berikutnya dengan judul The Last Jedi yang diharapkan bisa lebih baik dari pendahulunya. Nyatanya, film ini malah disebut sebagai “film yang merusak Star Wars selamanya”. Banyak alasan kenapa para fans melabeli film ini seperti itu. Salah satunya karena di film ini, Luke Skywalker ditampilkan sebagai orang tua yang penakut dan kolot. Karakter seperti itu mengingkari memori akan Luke Skywalker yang selalu optimis dan punya semangat tinggi di Star Wars Episode IV sampai VI. Pemeran Luke, Mark Hamill pun terang-terangan mengakui bahwa dia seperti tidak memerankan Luke yang dia kenal puluhan tahun yang lalu.

Sebab respons yang kelewat buruk terhadap The Last Jedi inilah yang membuat Disney menunjuk J.J. Abrams kembali ke bangku sutradara buat merapikan “bencana” yang dibuat Rian Johnson di film sebelumnya. Tapi, sepertinya itu langkah yang tidak terlalu berhasil karena sekuel terakhirnya yaitu The Rise of Skywalker ibaratnya hanya produk tambal sulam. Terlihat betul kalau di film itu Disney seakan baru sadar kalau ada ekspektasi fans di luar sana yang mesti ditengok, tapi sayangnya hal tersebut sudah terlambat. Banyak yang akhirnya beranggapan kalau Disney tidak punya arah buat ngembangin semesta Star Wars, khususnya terkait trilogi sekuelnya.

Beberapa kali Disney sempat mengeksplor lagi sisi lain dari semesta Star Wars. Misalnya merilis Rogue One, salah satu spin off Star Wars pada 2016 yang cukup mendapat respons positif dari publik. Sayangnya spin off berikutnya yaitu film Solo yang rilis di 2018 malah jauh dari kata memuaskan. Padahal udah nongolin Darth Maul, salah satu musuh ikonik di Star Wars.

Mungkin karena kapok dengan Star Wars di layar lebar, belakangan ini Disney mulai fokus buat mengembangkan karakter Star Wars lewat serial tv. Dimulai dengan The Mandalorian yang mengangkat cerita tentang seorang pemburu hadiah dari suku Mandalorian. Setelah dua season tayang, The Mandalorian kayaknya berhasil menyatukan faksi-faksi yang masih memperdebatkan bagus atau tidaknya The Last Jedi di luar sana.

Series ini kayak pelepas dahaga buat fans Star Wars yang sudah terlalu sering dikecewakan Disney bertahun-tahun ini. Banyak fan service yang muncul di series ini. Mulai dari bayi Yoda yang imut, baliknya Ahsoka Tano, munculnya Boba Fett yang tidak disangka-sangka, hingga penampilan menggetarkan hati dari tokoh idola sepanjang masa para fans di akhir season 2. Kalau mau tahu siapa tokoh idola yang dimaksud, tonton sajalah The Mandalorian season 2 biar tidak lebih banyak spoiler di tulisan ini.

Baca Juga:

Disney, Alasan Orang Terobsesi dengan Keluarga Kerajaan Inggris meski Punya Reputasi Berdarah

MCU Phase 4 Adalah Fase Terburuk Sepanjang Sejarah MCU

Disney mungkin akhirnya melihat jalan penebusan dosa dengan suksesnya series The Mandaorian ini. Disney makin agresif buat melebarkan ceritanya di serial tv. Belum selesai The Mandalorian, Disney mengumumkan lagi kalau bakal ngangkat cerita lain dan memperbaiki sekuel Star Wars. Mulai dari series Ahsoka, Rangers of The New Republic, The Book of Boba Fett, hingga series stand-alone buat Obi-Wan Kenobi yang katanya bakal nampilin Darth Vader. Kurang memanjakan gimana? Selain itu masih banyak lagi kabar yang berseliweran di luar sana soal serial tv yang bakal diproduksi.

Untuk layar lebar, Disney tetap masih menaruh perhatian. Buktinya, Disney dikabarkan mengontak sutradara flamboyan, Taika Waititi untuk ngarahin film sekuel Star Wars terbaru yang katanya bakal rilis pada 2025 atau 2027 mendatang.

Terdengar pula kabar burung kalau Rian Johnson bakal dipercaya lagi buat nge-direct trilogi Star Wars terbaru di masa yang akan datang. Kalau ini jadi kenyataan, semoga saja para penggemar masih punya sedikit kesabaran dengannya. Percayalah, Rian Johnson bukan sutradara yang seburuk itu. Coba saja lihat filmnya yang lain macam Knives Out.

Dengan berbagai plan dari Disney untuk semesta Star Wars kedepannya, semoga ini bisa menutup sedikit aib mereka di masa lalu terkait trilogi sekuel Star Wars. Yah, kalau nanti hasilnya ada yang zonk lagi, setidaknya bisa buat nambahin katalog mereka di platform Disney+ yang masih kalah jauh dari Netflix atau mungkin malah jadi bahan debat dan olok-olokan para fans. Intinya kita patut bersyukur tidak akan kehabisan tontonan tentang Star Wars setidaknya untuk satu dekade mendatang. Semoga kita semua panjang umur buat melihat hasil pengembangan Disney terhadap galaksi fiksi kesayangan sejuta umat ini. May the force be with you!

Sumber gambar: Netflixlife.com

BACA JUGA Kareem Abdul-Jabbar Adalah Pemain NBA Terbaik Sepanjang Masa dan tulisan Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2020 oleh

Tags: disneyReview Film
Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin

Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin

Sedang bergulat dengan skripsi di Program Studi Ilmu Komputer.

ArtikelTerkait

Cara Menikmati Film Science of Fictions meski Awam Sejarah dan Konflik Politik terminal mojok.co

Cara Menikmati Film ‘The Science of Fictions’ meski Awam Sejarah dan Konflik Politik

19 Desember 2020
Belajar Memaknai Hidup, Uang, dan Public Relations dari Operator Depot Galon Isi Ulang terminal mojok.co

Shoplifter Sebagai Manifestasi Para Pengutil di Hari Lebaran

6 Juni 2019
Kemenangan Film Parasite Sama Saja Tamparan untuk Pengangguran terminal mojok.co

Kemenangan Film Parasite Sama Saja Tamparan untuk Pengangguran

8 September 2020
Review Film 'Di Bawah Umur', Edukasi yang Justru Ngadi-ngadi terminal mojok.co angga yunanda dilan milea dua garis biru

Review Film ‘Di Bawah Umur’, Edukasi yang Justru Ngadi-ngadi

26 November 2020
4 Faktor yang Bikin Saham Netflix Terguncang

4 Faktor yang Bikin Saham Netflix Terguncang

10 Juni 2022
Review Death on The Nile: kok Kayak Sinetron? (Akun Instagram @deathonthenile)

Review Death on The Nile: kok Kayak Sinetron?

8 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.