Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Terima Kasih Blogger Penulis Sinopsis Serial Drama Asia!

Meita Eryanti oleh Meita Eryanti
4 November 2019
A A
Terima Kasih Blogger Penulis Sinopsis Serial Drama Asia!
Share on FacebookShare on Twitter

Adakah yang suka membaca sinopsis serial drama Korea?

Sebenarnya, sinopsis bukan kata yang tepat. Sinopsis kan artinya ringkasan. Nah ini tuh tulisan yang berisi cerita sebuah serial drama Korea yang ditayangin di TV. Ditulis per episode. Dari bagian awal banget sampai terakhir mau lagu penutup.

Penulisnya benar-benar menuliskan suasana, percakapan, dan hal-hal lain yang bisa membuat kita membayangkan bagaimana drama itu berlangsung. Saya juga heran kenapa disebutnya sinopsis. Tapi kalau bukan sinopsis kita bisa sebut apa, yah?

Awal saya bertemu dengan “sinopsis” serial drama ini sudah duluuu sekali. Saat saya masih duduk di bangku SMP atau SMA. Saat serial drama Korea berjudul Jewel in the Palace sedang booming. Kalau saya tidak salah ingat, saat itu drama Jewel in the Palace ditayangkan pada sore dari hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu dan hari Minggu, penonton dibiarkan penasaran dengan kelanjutan ceritanya.

Beberapa kali, adik laki-laki saya memberikan spoiler tentang apa yang terjadi selanjutnya.

“Kok kowe reti, sih?” (kok kamu tau, sih) tanya saya.

“Internet, Mbak,” jawab adik saya. Dia kemudian mengatakan bahwa di internet, ada orang-orang yang sudah nonton dari TV luar negeri kemudian menuliskan sinopsisnya di blog.

Saat itu, saya masih asing dengan yang namanya blog. Segaptek itu saya dulu. Adik saya justru lebih familiar dengan internet dibanding saya. Dia suka ke warnet untuk bermain game, mencari film, mengunduh gambar-gambar kartun, atau apa pun yang bisa dia lakukan. Sampai sekarang pun, adik-adik saya masih lebih canggih daripada saya. Baru-baru ini, adik bungsu saya memberi saya ceramah tentang keamanan bertransaksi di internet.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Sejak diberitahu tentang sinopsis serial drama, saya juga jadi suka ke warnet untuk membaca sinopsis itu tadi. Dampaknya, saya lebih tenang saat harus les atau pulang sore. Soalnya saya sudah baca ceritanya sampai episode terakhir.

Paling nggak, kalau pas punya waktu buat nonton di TV, saya tidak akan tersesat dan mengganggu yang lainnya dengan pertanyaan, “Kuwi ceritane wingi piye e? Kok iso koyok ngono?” (Itu kemarin ceritanya gimana? Kok bisa gitu?)

Waktu berlalu, internet semakin berkembang dan semakin mudah diakses. Orang sekarang, sudah bisa menonton serial drama Korea tidak hanya lewat TV. Di Internet, sudah bukan lagi sinopsis yang bisa didapat. Kita bisa mendapatkan video dari serial drama itu.

Tidak perlu jam khusus untuk menontonnya. Kita bisa menonton serial drama yang mana saja dan kapan pun kita mau. Bahkan di antara desak-desakan manusia di KRL. Saya rasa, era blog sinopsis serial drama ini sudah berakhir. Ya buat apa baca sinopsisnya kalau bisa menonton videonya kapan saja?

Seminggu yang lalu, saya terjebak nonton The Legend of the Blue Sea, sebuah serial drama Korea yang dibintangi oleh Lee Min Ho. Saya sebetulnya sudah tidak lagi hobi menonton drama korea. Nggak tahu ya, saya sekarang nggak betah nonton video lama-lama.

Saya menonton drama The Legend of the Blue Sea gara-gara melihat cuplikan video yang dibagikan seorang teman di Facebook. Dalam cuplikan itu ditampilkan seorang pejabat di tahun 1586, bernama Dam Ryeong, memimpikan orang yang serupa dengan dirinya namun hidup di tahun 2016, namanya Heo Joon Jae. Heo Joon Jae membaca sebuah buku di perpustakaan tentang akhir hidup Dam Ryeong. Hoe Joon Jae pun juga bermimpi melihat akhir hidup Dam Ryeong.

Cerita singkat dari video itu adalah, orang zaman dulu bisa melihat kejadian jaman modern lewat mimpi. Dan orang zaman sekarang juga bisa melihat kejadian di masa lalu melalui mimpinya. Saya yang baru selesai membaca novel tentang dunia paralel penasaran dengan cerita utuhnya. Apakah di film ini dunia paralel dihubungkan lewat mimpi?

Jadilah saya menonton serial drama sepanjang 20 episode itu. Dibanding sinetron Indonesia yang episodenya bisa sampai ribuan, serial drama sepanjang 20 episode ini seharusnya hal yang sepele. Sayangnya, buat saya, yang sudah tidak hobi menonton, ini masalah.

Saya tidak sabar menonton gerakan-gerakan yang diperlambat demi efek drama, perbincangan-perbincangan tokoh yang basa-basi, dan dan adegan-adegan yang diulang untuk flashback. Solusinya, saya mempercepat bagian-bagian yang menurutku membosankan.

Hasilnya, selesai menonton episode 20 saya merasa masih ada sesuatu yang mengganjal. Itu gulungan kertas yang dibawa-bawa apaan sih? Dia disuruh ngapain sih sama Dam Ryeong? Saya sih sadar, ada adegan-adegan penting yang ter-skip karena video yang sayapercepat.

Kemudian, saya mengumpulkan kesabaran untuk mengulangi menonton dari episode 1. Tapi kesabaran itu segera habis setelah episode ke 5. Ya ampun, gimana dong? Ini video ada fitur pencarian adegan yang mau ditonton nggak, sih?

Di antara rasa frustasi itu, saya jadi teringat dengan sinopsis serial drama yang dulu sering saya baca. Saya pun mencoba mencari sinopsis dari serial drama The Legend of the Blue Sea ini. Di Google, saya menemukan sebuah blog yang menampilkan cerita ringkas serial drama ini dan cerita tiap episodenya. Ketika saya membaca cerita episode pertama, saya merasa puas. Menurut saya, penulis blog ini menceritakan detail per detail kejadian seperti ketika saya menonton untuk kedua kalinya. Good!

Saya jadi bersemangat membacanya. Lanjut ke episode 2, episode 3, dan seterusnya sampai episode terakhir. Saya baru bisa menemukan jawaban dari pertanyaan saya tadi. Kalau ada orang yang bilang belajar melalui audiovisual itu lebih mudah ditangkap informasinya, itu jelas tidak berlaku buat saya.

Ternyata, saya masih butuh sinopsis serial drama itu. Mungkin di luar sana, ada orang-orang yang juga seperti saya, yang tidak tahan menonton video lama-lama. Apalagi kalau ada adegan yang diperlambat. Beruntungnya masih ada yang mau menuliskan cerita drama TV itu di blog. Saya jadi bisa mengerti jalan cerita drama tanpa harus memaksakan diri untuk menonton berulang-ulang. Terima kasih blogger penulis sinopsis cerita drama TV Asia!

BACA JUGA Terima Kasih Untuk Drama Korea atau tulisan Meita Eryanti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2019 oleh

Tags: drakorserial dramasinopsis
Meita Eryanti

Meita Eryanti

ArtikelTerkait

'Aku Cinta Kamu, tapi Aku Bisa Apa_'_ Studi Mencintai Melalui Perspektif Jang Gyeo Wool Hospital Playlist MOJOK.CO

‘Aku Cinta Kamu, tapi Aku Bisa Apa?’: Studi Mencintai Melalui Perspektif Jang Gyeo Wool Hospital Playlist

24 Juli 2020
Rekomendasi Drama Korea Bertema Medis yang Dijamin Seru dan Bikin Pinter terminal mojok.co

Rekomendasi Drama Korea Bertema Medis yang Dijamin Seru dan Bikin Pinter

9 November 2020
5 Drama Korea yang Cocok Ditonton Orang dengan Kepribadian INFJ

5 Drama Korea yang Cocok Ditonton Orang dengan Kepribadian INFJ

26 September 2023
Panduan Menyebut 7 Istilah Genre Drama dalam Bahasa Korea  terminal mojok

Panduan Menyebut 7 Istilah Genre Drama dalam Bahasa Korea 

27 Mei 2021
perceraian song joong ki

Serba Serbi Akibat Perceraian SongSong Couple

30 Juni 2019
5 Drama Korea Terbaik Sepanjang Tahun 2024 yang Sayang Dilewatkan

5 Drama Korea Terbaik Sepanjang Tahun 2024 yang Sayang Dilewatkan

20 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.