Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
14 Januari 2026
A A
Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kerap bingung kalau harus menjelaskan apa kebanggaan jadi orang Purworejo. Industrinya biasa saja. Identitas kulturalnya juga tidak menarik-menarik amat kalau jadi merchandise seperti kaus, gantungan kunci, hingga stiker motor. Soal wisatanya, saya pernah menuliskan betapa medioker daerah ini di Terminal Mojok dengan judul Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial. 

Setelah lama merenung, saya pikir satu-satunya keunggulan Purworejo adalah para pahlawannya. Daerah ini jadi tempat lahirnya beberapa pahlawan terkenal yang jasa-jasanya tidak terkira. Bahkan, bukan tidak mungkin nama para pahlawan ini lebih terkenal dibanding Purworejo sendiri. Tidak heran kalau kemudian Purworejo menyandang julukan Kota Pejuang.  

Baca juga Purworejo Tetap Jadi Kota Pejuang, Bukan karena Julukannya, tapi karena Muda-mudinya yang Terus Berjuang demi Kesejahteraan.

Pahlawan WR Soepratman hingga Kasman Singodimedjo lahir di Purworejo

Kalian pasti sudah tidak asing dengan nama Wage Rudolf Soepratman atau WR Soepratman. Penggubah lagu nasional Indonesia Raya itu lahir di Somongari Purworejo. Orang Purworejo patut bangga karena lagu itu masih mengalun hingga hari ini tiap upacara hari Senin. Bahkan, dimainkan di kancah internasional kalau ada perwakilan atlet Tanah Air yang juara. 

Keren ya. Orangnya sudah lama tiada, tapi nama dan karyanya masih “harum” hingga sekarang ini. Lebih kerennya lagi, konon, lagu ini lahir atas dasar keberanian melawan penjajahan. 

Purworejo juga melahirkan Jenderal Oerip Soemohardjo, Kepala Staf Umum TNI pertama. Dia membangun tentara di masa serba kacau, ketika disiplin bukan budaya dan persenjataan jauh dari cukup. Oerip bicara soal struktur, ketegasan, dan tanggung jawab, hal-hal yang tidak populer, tapi penting. 

Lalu ada Ahmad Yani. Pahlawan revolusi yang kisah gugurnya banyak diajarkan di sekolah ini juga berasal di Purworejo. Dia lahir di Jenar, Purwodadi, Purworejo pada 1922 dari keluarga yang bekerja di pabrik gula milik Belanda.

Kita juga tidak bisa meninggalkan Kasman Singodimedjo. Dia adalah anggota PPKI dan Jaksa Agung pertama yang berasal dari Purworejo. Dia terlibat dalam keputusan-keputusan krusial yang menentukan arah republik. Perjuangannya sunyi, tak heroik dalam arti angkat senjata, tapi menentukan masa depan negara. 

Baca Juga:

KA Prameks, Juru Selamat Warga Purworejo dari Rutinitas Motoran ke Jogja yang Melelahkan

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

Baca juga Purworejo, Kabupaten Penuh Potensi, tapi Ditinggal Kabur Pemudanya, Berpotensi Jadi Kota (yang Terpaksa) Tua!

Tidak kalah dengan daerah tetangga

Sekilas, Kota Pejuang ini tampak tidak menarik. Derah ini memang tidak punya banyak hal yang bisa dipamerkan secara visual atau komersial. Tapi, siapa sangka, dari daerah yang humble (untuk tidak mengatakan medioker) inilah lahir orang-orang yang ikut menentukan arah bangsa. Warisan itu tidak terlihat di baliho atau unggahan wisata, tapi tertanam dalam sejarah nasional. 

Saking berharganya jasa mereka, nama-nama di atas kerap jadi inspirasi penamaan jalan, sekolah, hingga gedung-gedung. Kenyataan ini seharusnya bisa membuat bangga banyak orang Purworejo lain. Kota Pejuang ini bukan hanya kota kecil yang identik dengan pensiunan dan introvert, tapi tempat lahirnya para pahlawan. Daerah ini tidak kalah dengan daerah tetangga-tetangganya. 

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jangan Harap Menemukan Kehidupan Selepas Isya di Purworejo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: kota pejuangPahlawanpahlawan nasionalPurworejo
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Purworejo, Tempat Tinggal Terbaik untuk Kaum Introvert

Purworejo, Tempat Tinggal Terbaik untuk Kaum Introvert

7 September 2023
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Kabupaten Purworejo, Kabupaten Tak Dianggap padahal Jasanya Besar dan Surganya para Introvert

Purworejo Tetap Jadi Kota Pejuang, Bukan karena Julukannya, tapi karena Muda-mudinya yang Terus Berjuang demi Kesejahteraan

7 September 2025
Pasar Kentu Purworejo, Nama Uniknya Bikin Salah Fokus (Unsplash)

Pasar Kentu Purworejo, Pasar yang Pasti Bikin Orang Salah Paham ketika Pertama Mendengar Namanya

19 April 2025
perempuan kuat

Panggil Kami Keumalahayati dan Patmi Saja

13 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua
  • Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali
  • Gaya Hidup Pemuda di Desa Saat Ini bikin Kaget: Habiskan Gaji Kecil buat Ikuti Tren Orang Kaya, Target Kerja Sebatas buat Beli iPhone Lalu Resign
  • Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung
  • Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.