Menurut saya, Tebet Eco Park (TEP) di Jakarta Selatan layak disebut sebagai salah satu taman kota terbaik. Apalagi kalau ke sana saat pagi atau sore hari, pemandangannya benar-benar memanjakan mata. Warna langit yang indah berpadu dengan pepohonan hijau dan lampu-lampu kecil bikin kita lupa kalau taman ini di Jakarta yang padat.
Sayangnya, Tebet Eco Park itu agak membingungkan. Terlebih bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung. Saya pernah janjian dengan seorang kawan di taman ini. Saya butuh waktu untuk menemukan titik temunya. Padahal, ini sudah kunjungan ke-4 ke Tebet Eco Park. Saya nggak membayangkan bagaimana dengan mereka yang baru pertama kali mampir ke tempat ini.
Nah, sejak itu, saya berusaha menggali informasi dan memetakan kembali Tebet Eco Park agar kelak tidak tersesat lagi. Dan, semoga hasil temuan ini berguna juga untuk kalian yang baru pertama kali mengunjungi Tebet Eco Park.
Tebet Eco Park terbagi menjadi dua
Tebet Eco Park Jakarta Selatan itu nggak seperti taman kota pada umumnya yang kecil. Ukurannya sangat besar bahkan terbagi menjadi dua bagian, yaitu sisi utara dan sisi selatan. Masalahnya, kedua bagian ini memiliki pemandangan yang mirip-mirip. Bahkan, bangunan-bangunan di kedua bagian tersebut memiliki arsitektur yang sejenis.
Jadi, langkah pertama yang harus kalian lakukan kalau mau janjian dengan orang lain adalah tentukan dahulu mau bertemu di bagian utara atau selatan. Setelah itu, bila salah satu dari kalian sudah sampai duluan, mending langsung share live location saja lewat Whatsapp. Ini langkah yang efektif agar kita nggak tersesat. Meskipun sudah dibagi menjadi dua, tiap bagian taman ini masih bisa dibilang memiliki ukuran yang besar.
Perhatikan pintu masuk
Masalah kedua yang biasa dialami orang-orang ketika pertama kali mengunjungi tempat ini adalah kebingungan mencari pintu masuk. Tebet Eco Park, memiliki 4 pintu masuk di sisi barat dan 3 pintu di sisi timur. Pintu masuk tersebut terhitung banyak, tapi percayalah itu masih kurang karena saking besarnya taman ini.
Cara mudah agar menemukan pintu masuk adalah menelusuri lewat Google Maps. Di aplikasi tersebut, titik pintu-pintu tersebut di-highlight. Ini langkah yang mudah, tapi efektif agar kalian nggak perlu ribet muter-muter untuk mencari pintu masuk.
Ada lahan parkir gratis, tapi terbatas
Kebingungan selanjutnya yang biasa dialami orang-orang adalah mencari parkir. Pada pagi hari di akhir pekan, kita bisa memarkir kendaraan beroda dua ini di pinggir jalan sekitar taman. Biasanya akan ada tukang parkir yang menjaga, tetapi memarkir kendaraan di pinggir jalan sering bikin kita kepikiran soal keamanannya. Apalagi, kita juga harus membayar Rp2.000 kepada tukang parkir yang sulit sekali kita berikan secara ikhlas.
Sebetulnya ada lahan parkir gratis di dalam Tebet Eco Park, tetapi sempit, tidak semua kendaraan pengunjung bisa terpakir di sana. Letak lahan parkir berada di sisi barat Tebet Eco Park, tepatnya di bagian Utara. Patokannya sederhana, kalian cukup temukan restoran bernama Tsuka Ramen dan nggak jauh dari situ kalian akan menemukan pintu masuk untuk ke parkiran.
Oh iya, jangan lupa membawa STNK kendaraan jika parkir di sini. Dikarenakan teman saya berpengalaman dilarang keluar dari area parkiran ini karena nggak membawa surat tersebut. Alhasil, ia harus meminta orang di rumahnya untuk memfotokan STNK motor dan ditunjukkan ke penjaga parkir agar bisa keluar.
Itulah 3 ringkasan informasi yang bisa saya bagikan agar kalian nggak kebingungan saat berkunjung ke Tebet Eco Park Jakarta Selatan untuk yang pertama kali. Taman ini sungguh indah dan cocok untuk berbagai kegiatan, seperti jogging santai atau piknik bersama teman. Namun, pastinya kalian nggak ingin dong melakukan kegiatan menyenangkan tersebut dengan kebingungan. Yang ada hanya bikin semangat kalian patah dan jadi nggak mood.
Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















