Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Tarif Puskesmas Tangerang Tiba-tiba Melonjak 5 Kali Lipat, Rakyat Miskin (Memang) Dilarang Sakit!

Raras Weni oleh Raras Weni
6 Februari 2024
A A
Tarif Puskesmas Tangerang Tiba-tiba Melonjak 5 Kali Lipat, Rakyat Miskin (Memang) Dilarang Sakit!

Tarif Puskesmas Tangerang Tiba-tiba Melonjak 5 Kali Lipat, Rakyat Miskin (Memang) Dilarang Sakit! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kenaikan tarif puskesmas Tangerang sebesar lima kali lipat memang menegaskan kalau rakyat miskin dilarang untuk sakit

Jadi seorang ibu dengan dua anak balita, tentu harus sigap, termasuk saat anak sakit. Apalagi di waktu cuaca tidak menentu, anak bisa sakit kapan saja walau sebelumnya masih segar bugar dan riang bermain bareng konco-konconya. Seperti yang dua minggu lalu dialami dua anak saya yang tiba-tiba batuk pilek demam. Komplet sudah.

Seperti biasa, saya langsung tancap gas mengajak dua bocil ke puskesmas untuk berobat. Tapi, cerita saya ini cuma pembuka saja. Cerita utamanya adalah saat saya menuju loket pendaftaran di Puskesmas Tangerang.

Tarif retribusi puskesmas Kabupaten Tangerang mendadak melonjak 

Di loket, saya melihat kertas pemberitahuan yang isinya singkat padat dan jelas. Memberitahukan bahwa tarif retribusi puskesmas berubah dari semula 3 ribu rupiah menjadi 15 ribu rupiah. Artinya, tarif naik 5 kali lipat. Tertera juga bahwa ketentuan ini sesuai Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah dan berlaku mulai 22 Januari 2024.

Saya membatin, untung saya pakai BPJS. Kalau nggak saya bisa putar balik karena uang di kantong nggak cukup.

Tapi saya nggak untung-untung amat. Puskesmas telah lama jadi harapan satu-satunya bagi kami, rakyat jelata saat sakit. Setidaknya dengan uang 3 ribu dan parkir 2 ribu kami bisa berobat dan kembali bekerja untuk mencari penghidupan. Tapi dengan naiknya tarif ini, sungguh bikin hati kami menangis.

Memang, hal ini hanya akan berlaku bagi mereka yang berobat jalur umum alias nggak pakai BPJS. Tapi, bukankah tidak semua orang memiliki BPJS? Dan bukankah diantara mereka yang tidak punya BPJS itu tak sedikit yang masuk golongan rakyat miskin?

Di Kabupaten Tangerang, banyak pekerja kasar yang gajinya bahkan di bawah 50 ribu per harinya. Jadi, 15 ribu bukanlah nominal yang kecil. Terlebih jika dalam satu waktu ada beberapa anggota keluarga yang sakit.

Baca Juga:

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

Sisi Gelap Bekerja di FnB Tangerang: Gaji di Bawah Standar, Owner Bengis, Caci Maki Dinormalisasi, hingga Mental yang Hancur

Menurut hemat saya, jika demikian, akan makin banyak rakyat miskin di Kabupaten Tangerang—yang tidak punya BPJS—yang pada saat sakit akhirnya pasrah karena tidak memiliki cukup uang untuk ke puskesmas, apalagi klinik.

Naik boleh, tapi ya mbok jangan segitunya…

Saya paham, obat-obatan dan biaya operasional puskesmas tentu mengalami kenaikan dari hari ke hari.  Dan mungkin dengan tarif 3 ribu per orang, tak bisa menutup semua biaya tersebut. Tapi, yang membuat saya dan mungkin sebagian besar masyarakat Tangerang keberatan adalah kenaikannya yang tiba-tiba dan langsung 5 kali lipat.

Padahal jika dinaikkan secara bertahap, misalnya dari 3 ribu menjadi 6 ribu misalnya, mungkin kami masih merasa ringan. Tak bisa dimungkiri, yang berobat di puskesmas sebagian besar ya kami, rakyat jelata yang tak punya pilihan lain untuk berobat selain beli obat warung dan puskesmas. Namun, dengan adanya perda baru, harapan kami pun seolah pupus.

Kami harus memilih. Apakah lebih baik menggunakan uang yang ada di saku untuk berobat ke puskesmas atau untuk membeli beras untuk makan hari ini?

Entahlah. Yang pasti, saat kemarin saya ke Puskesmas Tangerang, saya melihat wajah-wajah pucat dan kaget dengan adanya kebijakan kenaikan retribusi puskesmas tersebut.

Ada yang menatap kosong, mungkin sepulang dari puskesmas harus menahan lapar karena tak ada lagi uang yang tersisa. Dan ada juga yang memilih tak jadi berobat karena tak memiliki cukup uang. 

Satu hal yang ingin saya sampaikan. Di Kabupaten Tangerang yang kemajuan dan kesibukan kegiatan bisnisnya bahkan bisa dibilang mengalahkan kota, sungguh masih teramat banyak rakyat miskin berpenghasilan super rendah. Kenaikan tarif retribusi layanan kesehatan puskesmas Tangerang ini sungguh menjadi sebuah kepedihan tersendiri.

Saya masih beruntung karena masih memiliki BPJS kelas 3 yang saya usahakan tidak menunggak. Tapi, pun demikian, sebagai sesama kaum marjinal, pilu itu jelas terlihat dan terasa. Ada setitik harapan. Semoga ada kebijakan baru yang lebih meringankan bagi kami yang hanya memiliki puskesmas sebagai tempat mengadu saat sakit.

Penulis: Raras Weni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Susahnya Mendapat Gaji UMR di Tangerang, Kota Penyangga Jakarta: Kerja Serius, Gajinya Bercanda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2024 oleh

Tags: Kabupaten Tangerangkenaikan tarifKesehatanpuskesmas tangerangtarif
Raras Weni

Raras Weni

Menemukan suara di dalam hening. Seorang introvert yang memilih tulisan sebagai ruang untuk jujur pada diri sendiri

ArtikelTerkait

Memahami Penyebab Jerawat biar Muka Tetap Glowing Kayak Levi Ackerman terminal mojok.co

Memahami Penyebab Jerawat biar Muka Tetap Glowing Kayak Levi Ackerman

26 Januari 2021
Meme “Kerja, Kerja, Kerja, Tipes” Itu Sesat, Tidak Sepenuhnya Benar Mojok.co

Meme “Kerja, Kerja, Kerja, Tipes” Itu Sesat, Tidak Sepenuhnya Benar

26 Januari 2024
angela diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

4 Alasan Kenapa Harus Berhenti Main Mobile Legends

19 Agustus 2020
3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos! terminal mojok.co

3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos!

5 November 2020
gaji profesional professional fee mojok

3 Alasan Pekerja Profesional Harus Dibayar secara Layak

4 Agustus 2021
Chinese Restaurant Syndrome

Chinese Restaurant Syndrome: Apakah Generasi Micin Can Relate?

26 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.