Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Tanpa Tukang Kecrek, Dangdut Koplo Serasa Kanebo Kering

Dhimas Raditya Lustiono oleh Dhimas Raditya Lustiono
31 Agustus 2021
A A
tamborin tukang kecrek dangdut koplo mojok

tamborin tukang kecrek dangdut koplo mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Tukang kecrek tidak sekadar bertingkah heboh di panggung. Realitasnya, dia adalah nyawa dari pertunjukan itu sendiri.

Musik koplo tak hanya sekadar hiburan di warung makan. Keberadaan musik koplo nyatanya juga mendukung banyak sektor lainnya, di sektor transportasi dan perhubungan musik koplo mampu menggairahkan sopir truk yang tetap siaga melawan kantuk. Di sektor ketenagakerjaan tentu akan menyerap tenaga kerja di bidang event organizer. Bahkan penjaja jajanan akan menggelar dagangan jika terdapat pertunjukkan koplo yang mendatangkan biduan papan atas.

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah pertunjukan musik koplo, umumnya kita tidak hanya mendapatkan hiburan dari suara biduan yang merdu, tetapi juga aksi heboh seorang pria, di mana tangan kanannya memegang tamborin dan tangan kiri memegang stik drum yang siaga mengisi phase dengan memukul cymbal atau hi-hat. Pemegang instrumen tersebut biasa disebut sebagai tukang tamborin atau tukang kecrek.

Keberadaan tukang kecrek rupanya bisa menjadi pembeda antara genre dangdut dengan dangdut koplo yang merupakan subgenre dari musik dangdut. Jika kita melihat pertunjukan musik dangdut klasik era Rhoma Irama, tukang tamborine biasanya diposisikan di belakang pemain gitar, namun dalam pertunjukan musik koplo, posisi tamborine atau tukang kecrek kerap berada di barisan depan, bahkan terkadang sejajar dengan biduan.

Pada dasarnya, starter pack seorang tukang kecrek biasanya terdiri dari tiga instrumen ritmis, yakni hi-hat, crash cymbal, dan tamborine (istri saya menyebutnya krincingan). Meski demikian tidak menutup kemungkinan ada instrumen tambahan berupa tom-tom atau perkusi seperti timpani.

Jika dibandingkan dengan personel lainnya, tukang kecrek biasanya menunjukkan aksi panggung yang paling heboh. Tak jarang ia menampilkan aksi panggung layaknya zombie yang tengah kejang-kejang. Aksi panggung inilah yang kerap menjadi sorotan kamera karena kehebohannya yang sangat menghibur. Berbeda dengan pemegang instrumen lain seperti bass atau keyboard yang cenderung kalem dan jarang menunjukkan aksi heboh.

Peran tukang kecrek menjadi sangat vital ketika sang drummer berganti instrumen dari drum ke kendang. Jika kendang adalah nyawa dari musik koplo, tukang kecrek boleh dibilang sebagai denyut jantung dari musik koplo itu sendiri. Artinya seorang tukang kecrek bukanlah pemegang instrumen ritmis yang waton nutuk, tetapi harus menjiwai setiap lagu yang tengah dipentaskan.

Meski kerap menunjukkan kehebohannya, pemegang posisi ini haruslah mampu menjaga tempo agar tetap stabil. Jangan sampai gerakan hebohnya membuat ketukan tamborin menjadi berantakan. Jika tidak bisa menjaga kestabilan tempo, besar kemungkinan ketukan seluruh personel akan ambyar.

Baca Juga:

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Kebiasaan Anak Muda di Daerah Plat Nomor K Khususnya Jepara yang Merusak Nama Baik Orkes Dangdut

Selain itu jarak mic dan tamborine juga harus menjadi perhatian, jangan sampai tamborine yang dimainkan justru berjauhan dengan mic sehingga suara tamborine tidak terdengar dengan jelas.

Secara fisik, posisi ini tentu saja membutuhkan handuk lebih banyak untuk mengelap keringat daripada pemegang instrumen lain. Seorang tukang kecrek juga tidak terikat oleh kabel seperti gitaris atau bassis, sehingga sangat mungkin bagi tukang kecrek untuk berjoget heboh sembari meneriakkan senggakan “e haa e haa e”.

Meski tidak menjadi instrumen dasar dari musik dangdut, suara tamborine dan cymbal justru menambah kesan gembira dan ceria. Ketika stik drum mengenai cymbal maka suara yang dihasilkan akan membuat penonton semakin bersemangat untuk menggoyangkan badan sembari melupakan sejenak urusan tentang token listrik yang berbunyi maupun cicilan panci.

Boleh dikata no kendang no dangdut, tapi no tukang kecrek no koplo. Meskipun suara tamborin bisa digantikan dengan efek yang ada pada keyboard elektrik, tetapi peran tukang kecrek sebagai music booster dalam pertunjukkan dangdut koplo tidak tergantikan.

Selama pandemi, tukang kecrek yang heboh nan atraktif tersebut jarang kita temui, alhasil YouTube menjadi sarana klangenan bagi para pencinta musik koplo untuk menikmati ketukan kendang Cak Met yang beradu rancak dengan ketukan kecrek Cak Alex.

Begitu vital perannya dalam sebuah orkes, saya pikir instrumen ini bisa dijadikan alternatif saat ujian praktek kesenian di sekolah. Sehingga bagi siswa yang tidak bisa bermain gitar atau seruling recorder, bisa tetap mendapatkan nilai dengan memainkan tamborin dan cymbal. Tentunya nilai terbaik akan diberikan kepada siswa yang mampu memainkan tamborin dan cymbal dengan penuh penghayatan dan tidak waton nutuk.

Akhir kata, Tarik, Sis. Watermelon.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2021 oleh

Tags: cak alexdangdut koplotamborintukang kecrek
Dhimas Raditya Lustiono

Dhimas Raditya Lustiono

Membawa keahlian komunikasi dari dunia penyiaran ke dalam ruang perawatan. Sebagai mantan penyiar radio yang kini menjadi perawat,

ArtikelTerkait

Pura-pura Menyukai Dangdut Koplo, Salah Satu Cara Bertahan di Pergaulan Masyarakat terminal mojok

Pura-pura Menyukai Dangdut Koplo, Salah Satu Cara Bertahan di Pergaulan Masyarakat

18 Juli 2021
Plat Nomor K dan Jepara Remajamu Merusak Nama Baik Orkes (Pixabay)

Kebiasaan Anak Muda di Daerah Plat Nomor K Khususnya Jepara yang Merusak Nama Baik Orkes Dangdut

24 November 2023
Dari 'Buka Sitik Jos!' hingga 'Semongko': Senggakan Adalah Unsur Penting Dangdut Koplo Jawa terminal mojok.co

Dari ‘Buka Sitik Jos!’ hingga ‘Semongko’: Senggakan Adalah Unsur Penting Dangdut Koplo Jawa

22 Oktober 2020
los dol denny caknan lirik arti video klip mojok.co

Los Dol, Satu-satunya Lagu yang Enak Dinyanyikan Denny Caknan

6 Agustus 2020
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

Dari Saya yang Sering Patah Hati: Terima Kasih Om Didi Kempot

4 Juli 2019
Penyambutan Tokoh Ormas Boleh, Konser Musik Harusnya Juga Boleh, dong? terminal mojok.co

Membayangkan Sistem Konser Drive-in dalam Gelaran Dangdut Koplo. Aneh Banget!

3 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.