Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tahu Bacem Adalah Menu Bakaran Paling Underrated di Angkringan

Kevin Winanda Eka Putra oleh Kevin Winanda Eka Putra
3 Februari 2021
A A
Tahu Bacem Adalah Menu Bakaran Paling Underrated di Angkringan terminal mojok.co

Tahu Bacem Adalah Menu Bakaran Paling Underrated di Angkringan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Wahai, Saudaraku, apakah kamu tersadar di angkringan itu ada makanan nyempil bernama tahu bacem?

Di kota tempat saya tinggal masih banyak dijumpai angkringan. Sungguh bersyukur karena dari angkringan-angkringan itu saya bisa menemukan aneka macam lauk pauk yang bisa mengenyangkan perut. Hanya berbekal kisaran sepuluh ribu rupiah saja, atau kalau lagi pengin-penginnya ya lima belas ribu, saya bisa melewati malam yang panjang tanpa perut yang meronta-ronta.

Tentu kisaran harga itu menyesuaikan dengan model angkringannya. Yang saya maksud di sini angkringan konvensional. Yang penerangannya masih pakai lampu minyak atau yang remang-remang, di pinggiran jalanan, di kampung-kampung. Bukan kafe-kafean yang ngaku-ngaku angkringan. Kafe-kafean karena kopinya tidak senikmat kopi di kafe dan kalau disebut angkringan kok ya isinya sundukan frozen food doang. Udah gitu mahal lagi, es teh kok limang ewu, peok wis. Berbeda dengan prinsip cari lawuh saya, kalau ada yang murah kenapa mesti milih yang mahal.

Walaupun menunya beraneka macam, saya di angkringan cukup bisa untuk menahan hasrat beli-beli lauk agar tidak melebihi budgeting saya. Sepuluh ribu yang saya bawa biasanya menghasilkan satu gelas es teh kampul tiga ribu, dua sego kucing dua ribuan, dan tiga bakaran seribuan untuk menemani sego kucing supaya tidak hambar-hambar amat. Kalau masih belum puas tinggal mesen lagi satu mangkuk Indomie rebus lima ribuan tanpa telur, tapi wajib dikasih irisan lombok.

Kalau sudah di angkringan, yang isinya bermacam-macam itu, kita pasti memiliki menu-menu andalan kita sendiri. Mulai dari minuman macam wedang jahe, wedang uwuh, es teh kampul, kopi, susu, dan wedang tape. Sampai ke makanan macam sego kucing, Indomie, sundukan, gorengan adem, kacang, rambak, puyuh goreng-bakar, dan baceman punya peminatnya masing-masing. Termasuk juga saya, yang sungguh sangat memfavoritkan yang namanya bebakaran.

Saya memfavoritkan bebakaran karena itu adalah ciri khasnya angkringan. Bagi saya, tidak bisa disebut sebagai angkringan kalau tidak menyediakan layanan khusus bagi pelanggan untuk membakar macam-macam lauk yang dibelinya. Saya agak kecewa ketika melihat angkringan yang memakai kompor gas sebagai pemanas ceretnya karena tidak bisa membakar lauk yang saya inginkan. Kalaupun bisa dibakar, rasanya tidak senikmat dan se-aromatik yang dibakar di atas arang sampil dikepet-kepeti bakulnya.

Semua bebakaran hampir saya doyan. Mulai dari model sundukan usus, daging ayam, telur puyuh, brutu, keong, jeroan, sampai model frozen food, dan gorengan adem kalau dibakar apalagi ditambah kecap di atasnya selalu bisa bikin saya ngiler walaupun sebatas melihatnya sekalipun. Saya juga kadang-kadang heran dengan magis kecap ini, kok bisa yah menambah cita rasa nikmat tersendiri bahkan di gorengan adem sekalipun?

Namun, sejauh pengalaman manis-pahit di angkringan ada satu item bebakaran yang menurut saya terpinggirkan padahal nyata-nyatanya itu nikmat luar biasa. Dari sepenglihatan saya item ini jarang dijamah oleh tangan-tangan kelaparan penuh nafsu manusia. Kalaupun diambil itu karena item-item lain sudah habis dan yang tersisa hanya item ini. Item itu bernama tahu bacem dan itu salah satu menu favorit saya sepanjang masa di angkringan.

Baca Juga:

Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Saya lihat, tahu bacem di beberapa angkringan yang pernah saya kunjungi tidak pernah dilaporkan habis oleh bakulnya. Kalaupun tidak saya temukan, itu karena lagi kosong atau lagi tidak buat kata si bakul. Bandingkan saja dengan sundukan-sundukan tadi, saya berani bertaruh mereka akan lebih banyak diserbu dan diperebutkan daripada harus mencomot si tahu bacem ini.

Padahal kalau dilihat-lihat juga cukup sexy nan menggoda untuk dilahap. Apalagi kalau tahunya terlihat juicy dan terlihat bercak-bercak sisa bumbu di badannya itu. Harganya dibanding dengan sate usus atau telur puyuh juga lebih murah, beda seribu bahkan lebih di bawah harga mereka. Apalagi kalau dibelah dua, dikecapi lalu dibakar sampai rada-rada gosong, waduh hyung wenake pol. Maka dari itu tahu bacem sering jadi menu andalan saya menemani melahap sego kucing. Kok ya bisa-bisanya diabaikan orang. Ndak habis pikir saya itu.

Namun, lama-kelamaan pikiran saya itu mulai tersadar saat mendapati tahu bacem yang nggak banget. Di beberapa kesempatan di angkringan yang lain, saya mendapati tahu bacem yang bau dan rasanya kecut-kecut gimana gitu setelah dibakar. Padahal dilihat sepintas juga tetap menggoda nafsu makan. Lain waktu saya juga mendapati tahu bacem yang hambar, blas nggak ada rasa manis-manis khas baceman, padahal sekali lagi kalau dilihat ya itu tahu bacem. Lalu ada juga yang keasinan, wah bacem kok asin, sudah murtad dari kodratnya ini.

Perlahan-lahan saya paham. Mungkin inilah mengapa banyak orang yang mengabaikan bacem. Mereka tidak ingin dikecewakan oleh kenampakan luarnya. Tidak mau bertaruh membuat lidah-lidah mereka meludah-ludah karena rasa yang “variatif” itu. Tidak seperti sundukan yang saya kira semua rasanya seragam di segala angkringan, tahu bacem memiliki keanekaragaman rasanya sendiri sehingga sering dipinggirkan dan diabaikan. Saya pun paham kalau dalam dunia perbaceman tidak sembarang jenis tahu dan tidak sembarang bumbu bisa kita buat jadi tahu bacem. Perlu jenis tahu dan racikan yang pas untuk menjadikan baceman sesuai ekspektasi kita.

Namun, meskipun tak sepopuler jenis bebakaran lain, sekali kita menemukan dan mendapati tahu bacem yang cocok. Camkan! Tahu bacem yang dimasak dengan pas tak pernah mengkhianati lidah kita sama sekali.

BACA JUGA Kemampuan Terpendam Bakul Angkringan Adalah Jadi Pendengar yang Baik bagi Pelanggan dan tulisan Kevin Winanda Eka Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2021 oleh

Tags: angkringantahu bacem
Kevin Winanda Eka Putra

Kevin Winanda Eka Putra

Bukan siapa-siapa dan tidak ingin jadi siapa-siapa.

ArtikelTerkait

Angkringan Sering Disalahpahami dari Cawas Klaten atau Jogja, padahal Cikal Bakalnya dari Desa Ngerangan Klaten Mojok.co bogor

Angkringan di Bogor: Berusaha Meniru Jogja, tapi Gagal Total, Tidak Ada Kehangatan!

19 Juli 2024
Angkringan Palsu di Jogja Meresahkan: Dikonsep Ala Kafe, Jualnya Minuman Sachet dan Tempura Sosis

Angkringan Palsu di Jogja Meresahkan: Dikonsep Ala Kafe, Jualnya Minuman Sachet dan Tempura Sosis

18 Februari 2024
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Curhat Penjual Angkringan Jogja yang Menganggap Kotanya Biasa Saja

29 September 2020
7 Angkringan Semi Kafe yang Ada di Kabupaten Bantul dan Sleman terminal mojok.co

7 Angkringan Semi Kafe yang Ada di Kabupaten Bantul dan Sleman

1 November 2021
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Bisnis Angkringan: Modalnya Nggak Seberapa, Untungnya Bisa buat Nyicil Rumah

25 Januari 2021
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

5 Hal yang Harus Ada kalau Mau Sukses Bisnis Angkringan ala Jogja

16 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.