Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Surat Terbuka untuk Ormek: Cari Kader Memang Perlu, tapi Tolong Kemampuan Diri Juga Diperhatikan

Naimatul Chariro oleh Naimatul Chariro
2 November 2023
A A
Surat Terbuka untuk Ormek: Cari Kader Memang Perlu, tapi Tolong Kemampuan Diri juga Diperhatikan

Surat Terbuka untuk Ormek: Cari Kader Memang Perlu, tapi Tolong Kemampuan Diri juga Diperhatikan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian perlu tahu kalau nggak cuma orang partai yang sibuk mencari dukungan dari masyarakat menjelang Pemilu. Hal serupa juga akan kalian temukan di lingkungan kampus, terutama jelang Pemira. Sering kali momen ini bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru, sehingga beberapa kader ormek bersiap meluncurkan strategi demi menambah jumlah partisan.

Akan tetapi, saya nggak ingin mengomentari strategi yang digunakan ormek untuk mencari kader karena sudah pernah ditulis oleh Mas Iqbal di sini. Saya justru lebih tertarik untuk mengomentari persona yang sering mereka tunjukkan di depan maba. Berdasarkan pengalaman saya, mahasiswa ormek sering tampil sebagai sosok yang kritis, pintar, dan membela kaum tertindas. Pokoknya kalau ngomong topiknya nggak jauh-jauh dari kondisi negara, ketidakadilan hukum, hingga kesejahteraan masyarakat.

Bukannya saya melarang kalian berdiskusi soal negara, tapi yang namanya diskusi minimal harus dilandasi dengan literasi yang kuat, lho. Sebab, saya sering menemui mahasiswa yang tergabung dengan ormek sedang membicarakan topik serupa, tapi bisa saya pastikan kalau dia jarang membaca karena argumen yang diberikan terasa dangkal dan penuh omong kosong. Kayak gini kok mau jadi panutan maba. Sehat, Lur?

Jujur saja jika budaya seperti ini masih diteruskan, nggak menutup kemungkinan kalau ormek cuma akan dijadikan bahan guyonan oleh mahasiswa yang nggak tergabung di dalamnya. Makanya biar itu nggak terjadi, saya punya beberapa masukan para anggota ormek.

Berhenti menggunakan quotes sebagai bahan promosi ormek

Kalau kalian suka membawa ungkapan Soekarno, Hasyim Asy’ari, atau tokoh-tokoh berpengaruh lainnya biar menarik mahasiswa lain, hentikan cara itu mulai dari sekarang. Bukannya terlihat keren, kalian makin kelihatan kalau nggak membaca dan nggak punya apa pun untuk dibanggakan.

Dan sialnya, quotes yang paling sering dikutip oleh mahasiswa ormek adalah ungkapan milik Soekarno “Aku lebih senang pemuda yang merokok dan minum kopi sambil diskusi tentang bangsa ini, daripada pemuda kutu buku yang hanya memikirkan dirinya sendiri.”

Begini kawan, Bung Karno memang suka anak muda yang di warung kopi mendiskusikan bangsa, tapi minimal ada isinya. Dari rumah bawa bekal gagasan-gagasan demokrasi, nasionalisme, pluralisme, dan lain-lain. Nggak ujug-ujug, bangun tidur, kuliah bentar, terus mendiskusikan bangsa. Apa yang mau diomongin? Konspirasi?

Jadi, daripada ngutip quotes doang, minimal kalian mengkhatamkan buku Di Bawah Bendera Revolusi, baru diskusi tentang bangsa. Pasti mahasiswa lain klepek-klepek dan mau langsung bergabung ke organisasi kalian.

Baca Juga:

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

Kualitas organisasi itu dibuktikan dengan adu gagasan, bukan rasan-rasan

Sudah menjadi rahasia umum kalau antar ormek pasti saling senggol. Nggak ada yang salah dari berlomba-lomba antar organisasi, tapi caranya jangan pakai personal, dong!

Saya sering menemui omongan seperti ketum bendera X punya utang, atau anggota bendera Y dianggap murtad karena pacaran sama bendera lain, dan masih banyak lainnya. Kalau kalian masih pakai cara rasan-rasan untuk menyerang organisasi lain, hentikan, itu kampungan banget.

Daripada pakai cara norak untuk mengalahkan organisasi lain, mendingan gunakan cara elegan dengan adu gagasan. Kalian bisa bilang kalau sedang melakukan riset politik, terus minta bantuan mahasiswa yang ingin kalian ajak kaderisasi untuk membantu riset itu. Atau bisa saja, kalian ajak nulis esai ketidakadilan hukum di negara ini. Atau cara-cara ilmiah lainnya.

Dengan strategi seperti itu, minimal mahasiswa baru akan melihat ormek bendera kalian keren. Jadi, nggak perlu mengubah urusan personal menjadi isu yang seolah-olah genting untuk dibahas.

Udah nggak zaman main politik identitas di kampus

Kalau kalian mahasiswa ormek yang fokus pada pengembangan organisasi yang berdasar pada prinsip akademik, pasti kubu-kubuan adalah perilaku menjijikkan yang nggak akan kalian lakukan. Sayangnya, saya belum melihat kualitas itu pada mahasiswa-mahasiswa ormek yang saya temui.

Mereka justru memilih berkelompok dengan bendera yang sama, dan menjauhi mahasiswa lain yang memilih ormek berbeda. Saya cukup terkejut ketika teman saya menceritakan fenomena politik identitas ini. Jadi, kalau kalian mengaku mahasiswa aktivis tapi melakukan sikap ini, segeralah bertobat karena itu memalukan.

Karena meski berbeda ideologi, kalian adalah sesama mahasiswa aktivis. Dan seharusnya kalian saling bekerja sama untuk memusuhi kelompok-kelompok yang menindas. Sesuai dengan sikap kritis yang selama ini kalian citrakan.

Itu aja pesan singkat dari saya untuk mahasiswa ormek, yang semoga bisa menjadi bahan refleksi bersama. Jadi, jangan hanya fokus pada perekrutan kader, fokus juga pada pengembangan diri kalian masing-masing, utamanya dalam hal literasi.

Penulis: Naimatul Chariro
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Musuh Terbesar Organisasi Ekstra Kampus Adalah Kadernya Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2023 oleh

Tags: kaderMahasiswaOrmek
Naimatul Chariro

Naimatul Chariro

Mahasiswa yang sedang belajar menulis.

ArtikelTerkait

Jurusan Filsafat di Mata Mahasiswa Jurusan Sosiologi: Bikin Iri dan Ingin Pindah Jurusan  Mojok.co

Jurusan Filsafat di Mata Mahasiswa Sosiologi: Bikin Iri dan Ingin Pindah Jurusan 

22 April 2024
Jurusan ilmu politik, Hukum Catur Haram dan Kegemaran Menyusahkan Diri dengan Selalu Bertanya “Hukumnya Apa?”

A-Z Jurusan Ilmu Politik: Jurusan yang Dikira Lulusnya Auto Jadi Anggota DPR

26 Mei 2020
Kata Siapa Ikutan Organisasi Kampus Banyak Negatifnya_ Nggak Juga ah, Sotoy! terminal mojok

Ikutan Banyak Organisasi Kampus Itu Negatif? Sotoy, ah!

4 Juli 2021
4 Mahasiswa yang Sebaiknya Nggak Kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

4 Mahasiswa yang Sebaiknya Nggak Kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

8 Mei 2024
mahasiswa unjuk rasa mojok

Mahasiswa Sebaiknya Menahan Diri untuk Tidak Demonstrasi di Masa Pandemi

10 Juli 2020
Menerka Kegiatan Abang Iz Upin Ipin di Kampus yang Membuatnya Berkepribadian Lembut dan Sopan

Menerka Kegiatan Abang Iz “Upin Ipin” di Kampus yang Membuatnya Jadi Idola Kampung Durian Runtuh

5 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
Kredit Motor Memang Jauh Lebih Menyiksa daripada Kredit yang Lainnya, bahkan Bikin Kredit Rumah Keliatan Masuk Akal

Kredit Motor Memang Jauh Lebih Menyiksa daripada Kredit yang Lainnya, bahkan Bikin Kredit Rumah Keliatan Masuk Akal

12 Juli 2026
Pelajaran mahal bisnis rumahan di Surabaya biar cepet balik modal (Unsplash)

Pelajaran mahal buat kamu yang ingin buka usaha rumahan berupa warung makan di Surabaya supaya cepat balik modal

13 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.