Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Surat Terbuka dari Es Krim Viennetta untuk Kalian Semua

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
30 April 2020
A A
Surat Terbuka dari Es Krim Viennetta untuk Kalian Semua terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Saya es krim Viennetta, pengin ngomong penting!

Dear, warga bumi, khususnya warga Indonesia yang makin hari makin bikin geleng-geleng. Terkhususnya lagi bagi mereka yang selalu mengunjungi Indomaret untuk mencari aku, padahal aku adanya di Alfamart. Xixixi~

Begini, bukan maksudnya menyaingi virus corona yang bikin surat spektakuler untuk warga bumi. Suratnya pun isinya nyalah-nyalahin warga bumi sak penak udel e dewe. Apa lagi, jika ndak salah, virus corona nyewa ghost writer bernama Cinta Laura yang ngomong R aja belibet.

Aku nulis ini bukan juga hendak menambah keruh suasana, tapi aku hanya ingin meluruskan beberapa hal yang kurang lurus aja. Ngganjel rasanya jika kebar-baran makhluk terngeyel di muka bumi, manusya Indonesia, dibiarkan begitu aja. Aku jadi ndak tenang ada di dalam kulkas. Krim-krim super lezat ku ini rasanya meronta-ronta, ingin meleleh melihat tingkah dan prilaku kalian yang nggateli itu.

Iya, iya, aku paham kok aku itu primadona. Aku sudah menggeser bahan obrolan ibu-ibu komplek yang berkutat pada bahasan es krim Hula-Hula, kerabat jauh ku, yang akan diberikan kepada anak-anak mereka karena murah. Denger-denger, aku juga udah menggeser obrolan anak indie senja kopi yang berkutat pada diskusi serius dalam tajuk es krim Feast. Makin terkenal aku, makin banyak pula yang mencariku.

Nih, asal kalian tahu, ya. Es krim jenisku itu sangat berjaya pada masanya. Aku pernah diceritain sama babe aku waktu mini market udah tutup, padahal katanya mini market itu bukanya 24 jam. Babe cerita dan beberapa es krim lain nguping. Bahkan, nugget yang ada di lemari es samping ikut nguping. Nih, aku akan ceritakan pada kalian.

Pada malam yang suntuk di dalam lemari es Alfamart, aku mendengar cerita dari babe ku yang memberikan kisah betapa agungnya ras Vienetta pada jaman orde baru. Kata babe, hanya orang-orang berumah gedongan atau bahkan hanya Keluarga Cendana yang dapat menikmati ku. Harga ras Vienetta kala itu 30 ribu, kamu bisa beli bahan kebutuhan pokok selama seminggu penuh dengan uang segitu pada masa Orde Baru. Piye, enak jaman babe ku, to?

Tapi semacam hipokrit, hadirnya aku pada masa itu malah memperlihatkan bahwasannya kesenjangan tetap menghantui walau kini gambar-gambar di belakang truk sering memperlihatkan orangtua sedang nyengir dan melambaikan tangannya. Seakan masa itu baik-baik saja. Padahal sudah makan Paddle Pop juga udah sujud syukur bagi kaum urban. Bukan aku loh yang bilang, tapi babe. Aku mana tahu masalah gituan. Aku kan milenial. Yang aku tahu suaraku selalu didengar oleh Staf Khusus Milenial.

Baca Juga:

Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Anak Muda Surabaya Butuh Perpustakaan 24 Jam, Pak!

Surat Terbuka untuk Fans Coldplay yang Nggak Balikin Xyloband: Nggak Apa-apa kok, Beneran, tapi Ingat, Lemah Teles!

Intinya, pada jaman itu, jika kamu ingin menjilati tubuhku, eh, maksudnya krimku, minimal Bapak kamu harus jadi lurah dulu, deh. Babe aku juga cerita, ia pernah dijilati anak pejabat sambil muter-muter kampung dan pamerin ke anak-anak lainnya. Mulutnya memang sibuk menjilati Babe, tapi batinnya seakan berkata “miskin, miskin, miskin, miskin” kepada anak-anak lain. Apa lagi anak-anak guru. Ah, bicara jaman itu kata Babe seperti Slank, alias ndak ada matinya.

Beranjaknya waktu, banyak yang inginkan aku hadir lagi sampai-sampai bikin petisi online kepada pihak Wall’s. Kalian ini ndak ada kerjaan atau apa, sih? Kalau boleh tau, kenapa, sih, ngebet banget aku kembali hadir? Kalian sekarang merasa lebih kaya gitu, ya? Atau perasaan Mas Agusmul yang membahas tentang balas dendam akan kemiskinan juga mewakili klean-klean semua? Sampai-sampai ingin krim lembut nan berlipat seperti diriku ini hadir kembali. Ckckck.

Setelah aku hadir, mampir ke mini market kesayangan kamu yang biasanya jadi tempat nongki kamu sampai lupa waktu, kenapa kalian ini jadi beringas banget, sih? Seakan mengamini konsep homo homini lupus-nya Mas Hobbes. Dari mulai aku dicukongin sampai dibanding-bandingkan sama Vienneta negara lain, capek tahu. Coba deh gimana perasaan kamu jika dibanding-bandingkan sama anak tetangga. Sakit, kan? Ya, sama.

Apa lagi ada yang menjual teman aku, Mbak Vienneta Rosella Anugrah, di harga 90 ribu. Kan asu. Aku ini hadir di Orde Baru harganya 30 ribu, lho. Dan setelah bertahun-tahun hilang, akhirnya aku hadir lagi dan harganya hanya naik 20 ribu saja. Bayangkan, setelah melewati krisis ekonomi dan segala tetek bengeknya, aku cuma naik 20 ribu aja! Ndilalah malah dicukongi.

Tega banget manusya-manusya ini. Ini namanya Vienneta Trafficking! Belum saja aku laporin sama SJW-SJW vienneta, kalian-kalian yang cukongin temen-temen aku nanti bisa di-spill habis-habisan sama mereka. Salah satu SJW, Miss Viennetta Husada Milea, bahkan sambat di Twitter-nya, “manusya ini nggak pernah melihat kami secara setara!” dyar kowe!

Lebih dongkolnya lagi, ada beberapa oknum manusya yang menyembunyikan ras Viennetta di dalam lemari es paling dalam. Ini maksudnya apa, to? Apa sih spesialnya kami dibandingkan es krim yang lain? Semisal harga kami terlalu murah, mbok ya o bikin petisi lagi di Change.id. Kasih judul yang menentang, “Untuk Wall’s, Naikan Harga Viennetta jadi 500 Ribu!” dari pada beli aku, mendingan juga ke Gelato, kan? Bisa menikmati es krim sembari yang-yangan.

Bukannya apa-apa, aku ini hadir untuk meredam laju gerak BuzzerRp yang kian hari kian ndak ada otaknya. Supaya kalian-kalian, manusya Indonesia, berhenti ngurusin wong-wongan ra nggenah macam mereka. Supaya timeline kalian ini riuh akan lekuk tubuh diriku yang mengundang liur ini. Eh, malah yang ada konflik kepentingan antara penikmat dan penimbun. Kan bajing, ya.

Pun ini buat kamu, yang mencintaiku dengan melebihi ambang batas. Jangan lebai kayak fans indie-indie itu, deh. Seakan yang boleh menikmati ras vienneta seperti aku ini cuma kamu. Stop bilang “apa cuma gue….” atau “viennetta jangan terkenal, ntar jadi nggak berkelas lagi”. Heh, biji kadal, aku bilangin ya, ras vienneta ini sudah ada ketika bapak ibumu itu ngedumel sama penguasa kala itu. Ndak usah merasa sok paling ngehe dari bermiliar-miliar manusia di muka bumi, deh. Duh, maaf ya, geram ini sampai ke senar bass rasanya!

Kalau hadirnya diriku malah bikin makin ribut dan kusut, mending Wall’s tarik aku lagi dan ras viennetta lainnya sekalian, deh. Aku tuh sebel liat kalian ribut-ribut karena aku. Apa lagi kan katanya bumi sedang ndak baik-baik saja, kok ya sempat sih mempermasalahkan kelahiranku kembali pasca Orde Baru? Aku bukan Captain America yang betah membeku dalam kulkas, aku juga ingin kalian nikmati dengan damai dan apa adanya. Mbok tenan.

Udah, ah, gitu aja surat terbuka dari aku untuk klean semua. Kayaknya ada orang yang mau beli aku tapi masih mikir-mikir mending beli aku yang lezat mandra guna ini atau satu pak mie instan untuk kebutuhan swakarantina selama satu bulan di kosannya.

Salam sejahtera.

BACA JUGA Ngobrol sama Rak Es Krim, Saksi Kunci Langkanya Viennetta atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2021 oleh

Tags: es krim Viennettasurat terbuka
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

surat protes

Surat Protes SpongeBob SquarePants Kepada KPI

24 September 2019
Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Surat Terbuka Mahasiswa Jogja kepada Tukang Parkir: Nggak Semua Tempat Harus Ada Tukang Parkirnya, Bos!

4 Agustus 2023
Konser Coldplay Cuma Sehari di Jakarta, Harusnya Pemerintah Sadar Diri dan Berbenah xyloband

Surat Terbuka untuk Fans Coldplay yang Nggak Balikin Xyloband: Nggak Apa-apa kok, Beneran, tapi Ingat, Lemah Teles!

25 November 2023
Kembalinya Es Krim Viennetta, Melunasi Mimpi Masa Kecil Saya

Kembalinya Es Krim Viennetta, Melunasi Mimpi Masa Kecil Saya

2 April 2020
taman safari kebun binatang surat terbuka mojok

Surat Terbuka untuk Pengelola Taman Safari Indonesia dan para Pengunjung

19 Mei 2021
Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

26 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.