Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Surat Cinta Dari Guru Honorer di Kampung: Hadiah Spesial Untuk Bapak Jokowi

Bonefasius Zanda oleh Bonefasius Zanda
21 Juni 2019
A A
guru kampung

guru kampung

Share on FacebookShare on Twitter

Jumat tanggal 21 Juni 2019 adalah hari spesial bagi Presiden ke-7 RI, Bapak Joko Widodo (Jokowi). Sebagai masyarakat kecil, saya seorang guru honorer di pelosok negeri sungguh merasa bahagia karena Bapak masih diberi umur yang panjang oleh Sang Pencipta. Saya sangat yakin saat ini Bapak sungguh bahagia—ini sangat manusiawi sebab semua orang akan mengalami hal itu. Oleh karena itu, sebagai seorang guru swasta yang mengabdi di pedalaman—Flores, NTT—ijinkanlah saya menyampaikan isi hati saya.

Goresan isi hati dari seorang guru kampung ini, saya kemas dalam bentuk surat cinta. Dan surat cinta ini sekaligus menjadi kado spesial dari saya untuk Bapak Jokowi yang saya cintai.

 

Kepada
Yth. Bapak Jokowi
Di
Istana Negara

 

 

Salam Jumpa,

Pada tempat yang pertama saya mengucapakan Selamat Ulang Tahun yang ke-58, semoga Bapak tetap sehat, kuat, sederhana dan selalu setia dalam melayani masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

Ternyata Label Islami Tak Bisa jadi Jaminan: Pengalaman Pahit Jadi Guru Honorer Serasa Jadi Pegawai Serabutan

Guru Adalah Profesi yang dari Dulu Nyatanya Tidak Pernah Mulia karena Sejak Dulu Hanya Memberi Luka

Pada tempat yang kedua, saya sungguh merasa bangga karena memiliki Presiden seperti Bapak. Di mata saya—dan mungkin kebanyakan masyarakat Indonesia—Bapak adalah tipikal pemimpin yang sederhana dan rendah hati. Hal ini dapat saya lihat dari setiap tutur katamu yang selalu mengandung kesejukan. Sikapmu juga selalu merangkul. Siapa saja, entah orang miskin, yang beda agama, budaya, dan ras bisa datang padamu. Harapan saya sika-sikap humanis ini teruslah melekat erat dalam diri Bapak. Baik masih ada jabatan maupun pada saatnya tak ada lagi jabatan.

Pada tempat ketiga, tolong perhatikan kesejahteraan para pendidik secara merata, terkhusus para guru honorer dan swasta. Apalagi yang ada di pelosok dan daerah-daerah terpencil seperti saya. Perlu Bapak ketahui bahwa dalam soal pelayanan dan mendidik anak didik semua guru itu sama.

Baik guru PNS, honorer, dan swasta—sama-sama bekerja dengan semangat, totalitas, dan jumlah jam yang sama pula. Kami sama-sama pergi pagi-pulang petang. Tantangan apapun besarnya kami tak peduli. Mau mengabdi di kampung yang sulitpun kami tak pernah pantang menyerah. Sebab tujuan para guru dan kita semua adalah satu dan sama yakni untuk mendidik generasi bangsa untuk mampu bertahan hidup yang lebih baik dari yang baik. Sebab orientasi akhir pendidikan adalah untuk hidup itu sendiri.

Namun Bapak, pada saat-saat tertentu sebagai manusia yang rapuh, kami guru honorer dan swasta merasa lelah. Bukannya kami bekerja untuk mengejar uang tapi secara manusiawi bagaimana mungkin bisa total, jikalau seorang guru honor dikampung hanya menerima gaji Rp. 300.000. Kalau rezeki bisa Rp. 700.000. Itupun dibayar tiap triwulan sekali. Sementara temanp-teman guru PNS gaji dari negara yang lumayanlah.

Lalu, untuk PNS, Bapak sudah membuat Peraturan Pemerintah (PP) yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk pensiunan, PNS dan TNI. Pertanyaanya bagaimana dengan guru honorer—yang notabene juga sudah mengabdi mati-matian untuk negara?

Ini kalau menurut saya—sangatlah tidak adil. Setiap hari raya, para guru PNS menerima THR dengan penuh kegembiraan, sedangkan para guru honorer begitu kesusahan. Ditambah lagi, gaji ke-13 tak ada, apalagi pensiun lebih tak ada lagi ya, Bapak. Dan amat susah sekali, Bapak. Persoalan seputar jeritan hati para guru honorer pun dari dahulu hingga kini selalu menghiasi berbagai media—saya tidak tahu kapan berakhirnya. Walaupun begitu, ribuan guru honorer yang ada di Indonesia ini tetap mengabdi dengan hati. Dan saya sangat yakin, tanpa guru honorer dan sawasta, pendidikan Indonesia dapat terganggu, Bapak.

Untuk itu, melalui surat cinta ini, saya tegaskan bahwa pendidikan haruslah di perhatikan secara serius. Tanpa pendidikan yang mumpuni, bangsa kita akan gampang terombang-ambing. Itulah sebabnya, mengapa Kaisar Jepang meyakini bahwa hanya dengan memiliki para pendidik yang handal, kota Nagasaki dan Hirosima dapat bangkit lagi dari keterpurukan.

Saya amat yakin, Bapak sungguh memahami persoalan seputar kesejahteraan para guru honorer. Dan Bapak sungguh melihat dan merasakanya juga. Oleh sebab itu, di hari bahagia Bapak dan kita semua, tolong Bapak merefleksikan kembali tentang masa depan para guru honorer. Tolong buatlah kebijakan yang humanis dan menyentuh semua guru secara adil.

Di akhir goresan ini, saya hanya mau menyampaikan bahwa sekolah tempat saya mengabdi yakni SMA Katolik Regina Pacis Bajawa di Flores, NTT sudah melahirkan seorang artis nasional yakni Juara 1 The Voice Indonesia, atas nama Ronaldo Longa. Baru-baru dia pernah diundang ke Istana Negara untuk bernyanyi pada perayaan Hardiknas 2 Mei 2019.

 

Salam
Dari seorang Guru Kampung

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Guru HonorerGuru KampungHBD58PRESIDENJOKOWIHBDJokowiPahlawan Tanpa Tanda Jasa
Bonefasius Zanda

Bonefasius Zanda

Seorang Pendidik SMA di Flores-NTT. Mengajar Mata Pelajaran Sosiologi. Hobi mengupas isu dan masalah sosial

ArtikelTerkait

guru honorer

Kalau Guru Honorer Digaji Surga, Pancasila Cukup Sila Ketuhanan Saja

18 Oktober 2019
Suka dan Duka Menjadi Guru Laki-laki di SD Negeri (Unsplash.com)

Guru Laki-laki di SD Negeri: Banyak Duka, Senang Sewajarnya

16 September 2022
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash)

Guru Honorer Newbie di Sekolah Negeri Siap-Siap Mampus dan Minggat. Serbuan P3K Sudah Menanti di Tahun Ajaran Baru

26 April 2024
Jurusan Pendidikan Itu Memang Gampang dan Sepele kok, Beneran deh, Serius Guru

Susahnya Jadi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Sudah Honorer, Tertimpa Bacot Netizen Pula

20 November 2024
Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru Mojok.co

Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru

1 November 2023
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash)

Selamat Hari Guru untuk para Guru Honorer Bergaji 200 Ribu, Tenang, Masa Depan Masih Belum Terlihat Cerah

25 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.