Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sungai Oya, “Jalur Penghubung” Wonogiri, Gunungkidul, dan Bantul yang Jadi Surga para Pemburu Harta Karun

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
15 Mei 2025
A A
Sungai Oya, "Jalur Penghubung" Wonogiri, Gunungkidul, dan Bantul yang Jadi Surga para Pemburu Harta Karun

Sungai Oya, "Jalur Penghubung" Wonogiri, Gunungkidul, dan Bantul yang Jadi Surga para Pemburu Harta Karun (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sungai Oya atau Kali Oya adalah sungai terpanjang di Yogyakarta dengan keindahan alam yang begitu memukau. Sungai yang melintasi bukit-bukit kapur dari Wonogiri, Gunungkidul, hingga Bantul ini keasriannya masih terjaga. Nggak heran kalau banyak orang berkunjung ke sejumlah titik Sungai Oya ingin melihat kemolekannya.

Menurut berbagai sumber, awalnya sungai ini terpusat di celah-celah bebatuan karst. Adanya proses erosi yang dipengaruhi oleh air hujan, angin, serta perubahan temperature, menyebabkan rongga atau celah  itu meluas hingga membentuk aliran sungai.

Saat ini, nyaris setiap titik Sungai Oya dijadikan tempat wisata, salah satunya di Kelurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Air yang mengalir di sungai ini melewati lempengan-lempengan batu kapur yang usianya diperkirakan sudah ada sejak ribuan tahun silam. Suasana di kawasan ini semakin sejuk dan syahdu karena diapit oleh perbukitan kapur yang menakjubkan.

Sungai indah yang menghubungkan Kabupaten Wonogiri, Gunungkidul, dan Bantul

Sungai yang memiliki panjang sekitar 106,75 meter ini membentang dari Gunung Gajah Mungkur, Wonogiri hingga bermuara di Sungai Opak, Bantul. Setidaknya ada beberapa bagian Sungai Oya yang kini populer karena dijadikan obyek wisata. Misalnya River Tubing Oya di Karangmojo, Gunungkidul dan Lembah Oya Kedungjati di Imogiri, Bantul.

Nggak hanya menawarakan keindahan alam yang eksotis, konon dulunya sungai ini dijadikan sarana penghubung bagi mereka yang tinggal di pedalaman. Orang zaman dahulu ketika hendak berpergian akan menyusuri Sungai Oya. Mereka yang tinggal di Wonogiri yang hendak ke Kota Jogja bisa melintasi sungai ini.

Kini, Sungai Oya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk beragam keperluan. Mulai dari mandi, mencuci pakaian, irigasi pertanian, dan perikanan. Tentu saja, keberadaan Sungai Oya memiliki manfaat besar dan sangat berarti untuk warga sekitar.

Saksi bisu keberadaan manusia purba di Sungai Oya

Sungai Oya juga menjadi saksi bisu keberadaan manusia purba yang hidup ribuan tahun lalu. Sungai yang melintasi Kabupaten Wonogiri, Gunungkidul, hingga Bantul ini banyak ditemukan artefak peninggalan orang-orang pra-sejarah.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) beberapa tahun lalu menemukan benda-benda kuno di kawasan Sungai Oya. Tepatnya di Kelurahan Watusigar, Ngawen, Gunungkidul. Para akreolog itu menemukan bebatuan berupa fosil tulang, fosil kayu, dan serut yang dipakai untuk menguliti binatang. Diperkirakan fosil tersebut berusia sekitar lebih dari 70.000 tahun.

Baca Juga:

Nama Kretek Bantul Nggak Banyak Dikenal Orang, Terhalang Nama Besar Parangtritis

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Surga bagi para pemburu harta karun

Penemuan-penemuan tersebut tentu membuktikan bahwa keberadaan Sungai Oya nggak hanya berfungsi sebagai habitat aneka satwa, tapi juga sarat akan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masa lampau. Banyaknya misteri yang menyelimuti sungai ini bikin para arkeolog dan bahkan pencari harta karun sering mencari benda-benda kuno di kawasan aliran air.

Ya, nggak sedikit cerita tentang warga sekitar yang menemukan harta karun di Sungai Oya. Seperti halnya yang dilakukan oleh warga di Kalurahan Katongan, Ngawen, Gunungkidul.

Sejak 2008 lalu, penduduk sekitar sudah terbiasa mencari barang-barang berharga di sepanjang aliran sungai. Hasilnya nggak main-main. Ada yang menemukan keris emas, tanduk tembaga, dan benda-benda berharga lainnya.

Selain itu, tahun 2016 lalu, Arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menemukan artefak di Sungai Oya dari Playen sampai Semin, yang menunjukkan adanya aktivitas manusia pada zaman Paleolitikum. Beberapa artefak kuno seperti kapak penetak dan kapak perimbas ditemukan di sepanjang sungai ini.

Sungai Oya memang indah, tapi menyimpan bahaya dan cerita mistis

Harus diakui kalau Sungai Oya memang indah dan memiliki nilai-nilai sejarah yang berkontribusi penting untuk ilmu pengetahuan. Nggak heran kalau banyak orang tertarik untuk susur sungai, berenang, atau sekedar mandi di tempat ini. Namun bukan berarti sungai ini aman dari bahaya.

Ya, nggak sedikit kasus orang tenggelam di sungai ini hingga meregang nyawa. Di balik ketenangannya, beberapa titik di sungai ini memiliki rongga-rongga cukup dalam dan sering terjadi pusaran air. Pusaran ini bisa menyeret orang yang berada di atasnya hingga tenggelam.

Selain itu, ada juga mitos atau cerita rakyat tentang tujuh jin tua yang menghuni sungai ini sejak ribuan tahun lalu. Setiap ada kejadian tenggelam yang menelan korban, sering dikaitkan dengan mitos ini. Konon, jin purba itu akan marah dan menarik korban dengan seikat rambut sampai tenggelam ke dasar sungai ketika habitatnya terganggu.

Terlepas dari itu, Sungai Oya menjadi salah satu kekayaan alam di Yogyakarta dan sekitarnya yang memang harus tetap dijaga kelestariannya. Sebab, sudah sejak puluhan bahkan ribuan tahun lalu, sungai ini banyak memberi manfaat bagi setiap makhluk yang hidup di sekitarnya. Semoga tetap asri, indah, dan alami. Rahayu Sungai Oya!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Alasan Orang Kota Jogja Lebih Suka Piknik ke Gunungkidul dibandingkan Kulon Progo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2025 oleh

Tags: BantulGunungkidulSungai OyaWonogiri
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Pantai Gunungkidul (Memang) Menawan, tapi Menyimpan Bahaya yang Nggak Boleh Disepelekan oantai di gunungkidul

Pantai Gunungkidul Itu Punya Tipe Masing-masing, Kenali Dulu biar Liburan Nggak Berakhir Nangis di Pojokan

18 Juni 2025
Secangkir Jawa, Rekomendasi Tempat Nongkrong Orang Madura di Jogja yang Rindu Kampung Halaman

Secangkir Jawa, Rekomendasi Tempat Nongkrong Orang Madura di Jogja yang Rindu Kampung Halaman

17 November 2023
Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau kabupaten sukoharjo, solo baru kereta batara kresna wonogiri ka batara kresna

Kereta Batara Kresna Kini Makin Cepat, Perantau Wonogiri Makin Full Senyum, Main ke Jogja Jadi Lebih Mudah

15 Februari 2025
Serangan Antraks dan Potret Seorang Petani yang Ditinggal Hewan Kesayangan

Serangan Antraks dan Potret Seorang Petani yang Ditinggal Hewan Kesayangan

30 Januari 2020
Benarkah Pertalite Harga Baru Lebih Boros? Mari Kita Buktikan

Benarkah Pertalite Harga Baru Lebih Boros? Mari Kita Buktikan

26 September 2022
Sumber gambar: Instagram official Pendhoza

Pendhoza, Teman Sejati dan Representasi Kelas Pekerja yang Paripurna

6 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.