Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Suka Atau Tidak, Bulu Tangkis Indonesia Tetap Butuh Nyinyiran Taufik Hidayat

Iqbal AR oleh Iqbal AR
27 Juni 2022
A A
Suka Atau Tidak, Bulu Tangkis Indonesia Tetap Butuh Nyinyiran Taufik Hidayat Terminal Mojok

Suka Atau Tidak, Bulu Tangkis Indonesia Tetap Butuh Nyinyiran Taufik Hidayat (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia beruntung memiliki sosok Taufik Hidayat. Kiprahnya di dunia bulu tangkis tidak perlu dipertanyakan lagi. Berbagai macam gelar, mulai dari kejuaraan-kejuaraan BWF, kejuaraan dunia dan Asia, medali emas Sea Games dan Asian Games, hingga medali emas Olimpiade, sudah pernah diraihnya. Bahkan, blio adalah pemain tunggal putra terakhir dari Indonesia yang berhasil meraih medali emas Olimpiade, tepatnya pada Olimpiade Athena 2004. Mungkin hanya gelar juara All England yang belum pernah diraih sepanjang kariernya.

Bahkan selepas pensiun sebagai pemain bulu tangkis, Taufik Hidayat masih saja berkecimpung di dunia bulu tangkis. Taufik mendirikan pusat pelatihan bulu tangkis bernama Taufik Hidayat Arena di Ciracas, Jakarta Timur. Tak hanya itu, dia juga sempat berada di kepengurusan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia), meski pada akhirnya memutuskan untuk keluar dari PBSI. Atas prestasi dan dedikasinya di dunia bulu tangkis, tak heran, jika julukan “legenda” melekat pada diri Taufik Hidayat.

Akhir-akhir ini, Taufik Hidayat kembali menjadi perbincangan setelah melontarkan kritik yang cukup pedas kepada tunggal putra Indonesia. Taufik mengatakan bahwa tunggal putra Indonesia mengalami penurunan. Pernyataannya didasarkan pada nihilnya gelar turnamen Super 1000 di nomor tunggal putra Indonesia dalam satu tahun terakhir. Gelar terakhir tunggal putra Indonesia didapat oleh Jonathan Christie pada Swiss Open 2022, yang mana Swiss Open adalah turnamen yang berada di level Super 300.

Bahkan dalam ajang Indonesia Masters dan Indonesia Open pekan lalu, tunggal putra Indonesia bisa dikatakan gagal. Selain tidak ada gelar yang didapat oleh Anthony Ginting, Jonathan Christie, atau Shesar Hiren Rhustavito, pencapaian tunggal putra tertinggi dalam ajang Indonesia Masters dan Indonesia Open adalah babak semifinal yang diraih oleh Anthony Ginting.

Kalau melihat pencapaian tunggal putra Indonesia akhir-akhir ini, kritik atau nyinyiran dari Taufik Hidayat jelas sangat masuk akal. Maksudnya begini, Indonesia punya dua tunggal putra yang berada di 10 besar ranking dunia BWF. Anthony Ginting berada di ranking 6 sementara dan Jonathan Christie berada di ranking 8 sementara. Secara tidak langsung, dua pemain ini menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putra dalam meraih juara di berbagai ajang bergengsi BWF. Nyatanya, seperti yang sudah disebut di atas, gelar-gelar dari kejuaraan bergengsi BWF tidak kunjung merapat ke tunggal putra Indonesia.

Lantaran kritik Taufik ini, pelatih tunggal putra Indonesia, Irwansyah, pasang badan dan membela anak asuhnya. Bahkan, Irwansyah siap disalahkan atas minimnya prestasi tunggal putra Indonesia. Di luar pelaku bulutangkis, para fans bulu tangkis Indonesia malah marah, dan merasa risih dengan kritikan Taufik. Mereka (para fans bulu tangkis Indonesia) bahkan mengatakan, “Legenda itu harusnya mendukung, bukan mengkritik terus-menerus.”

Sebentar, deh, bukannya apa yang dilakukan Taufik Hidayat—entah mau disebut kritikan atau nyiyiran—adalah hal yang biasa di dunia olahraga? Bukannya dalam dunia olahraga, termasuk bulu tangkis, butuh orang-orang yang mengkritik seperti Taufik Hidayat? Apakah karena bulu tangkis Indonesia jadi olahraga paling berprestasi lantas tidak boleh ada kritik? Kalau kritik dari Taufik ini dianggap mengganggu, jangan-jangan bulu tangkis Indonesia ini sudah muncul benih-benih antikritik.

“Legenda itu harusnya mendukung, bukan mengkritik.” Tapi, bagaimana kalau ini adalah cara Taufik Hidayat mendukung bulutangkis Indonesia, terutama sektor tunggal putra? Ayolah, ini olahraga, bukan dunia K-Pop dan fandomnya yang seakan-akan tidak boleh ada kritik, dan ketika ada kritik langsung dihajar habis. Kritik dalam dunia olahraga (termasuk bulu tangkis), meskipun sudah banyak prestasi, tetap diperlukan, dan itulah peran yang mungkin ingin diambil oleh Taufik Hidayat.

Baca Juga:

Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton

Dear Pengurus PBSI, kalau Nggak Bisa Introspeksi, Mending Undur Diri, daripada Jadi Beban

Saya bukannya ingin membela mati-matian Taufik Hidayat. Saya sendiri kadang juga agak risih kalau blio ngomong berbusa-busa soal tunggal putra saat ini. Tapi, di sisi lain saya juga berharap bahwa dengan kritik dari Taufik Hidayat atau siapa pun, PBSI segera melakukan evaluasi di tim tunggal putra agar satu demi satu gelar juara bisa datang ke tunggal putra Indonesia. Dan saya cukup yakin, itulah yang diharapkan oleh Taufik Hidayat dari kritikan atau nyinyirannya selama ini.

Mendukung sesuatu itu tidak melulu dengan mengatakan hal-hal baik di telinga sembari mengelus lembut punggungnya. Ada kalanya dukungan itu diberikan dalam bentuk kritik, dan di situ lah Taufik Hidayat berdiri.

Suka atau tidak, kita tetap butuh sosok Taufik Hidayat dengan suara kritis dan nyinyirnya. Kalau risih dengan apa yang dilakukan oleh blio dan ingin membukamnya, mari kita bungkam dengan prestasi.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alasan Nonton Bulu Tangkis di Indosiar Bukanlah Keputusan yang Tepat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2022 oleh

Tags: bulu tangkistaufik hidayat
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

pb djarum

Djarum Itu Rokok atau Alat Menjahit?

9 September 2019
susi susanti olimpiade barcelona 1992 bulu tangkis badminton juara medali emas olimpiade seoul 1988 mojok.co

Susi Susanti dan Keramat Tahun 1992

6 April 2020
kevin sanjaya marcus gideon tengil momen-momen lucu mojok.co

Kevin Sanjaya Sukamuljo, Pelawak yang Kebetulan Pemain Badminton

7 September 2020
Berhentilah Berkomentar Buruk, Taufik Hidayat!

Berhentilah Berkomentar Buruk, Taufik Hidayat!

4 Juni 2023
badminton lee chong wei

Lee Chong Wei Mendekat, Emas Olimpiade Menjauh

18 Juni 2019
Dear Pengurus PBSI, kalau Nggak Bisa Introspeksi, Mending Undur Diri, daripada Jadi Beban kan?

Dear Pengurus PBSI, kalau Nggak Bisa Introspeksi, Mending Undur Diri, daripada Jadi Beban

7 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.