Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Suara Dari Aktivis Sandal Swallow

Muhammad Farid Rizky oleh Muhammad Farid Rizky
18 September 2019
A A
Suka Duka Pakai Sandal Swallow 05 D, Sandal Sejuta Umat terminal mojok.co sandal jepit sehun exo

Suka Duka Pakai Sandal Swallow 05 D, Sandal Sejuta Umat terminal mojok.co sandal jepit sehun exo

Share on FacebookShare on Twitter

“Di kota mana ada yang jual Swallow, mas?” Mendengar itu, saya terkejut. Di tempat asal saya, Swallow selalu hadir di tiap warung kecil. Siapa pun tidak akan kesulitan mendapatinya.

“Lho, kenapa nggak ada bu?” tanya saya penasaran. “Jual Swallow itu nggak ada untungnya.” Masa sih nggak ada untungnya? tanya saya dalam hati. “Saya pernah jual Swallow, harus nunggu beberapa bulan baru ada pembeli yang nyariin, itu juga cuma dilihat, dibeli mah nggak. Ujung-ujungnya, anak saya juga yang ngambil.”

Saya keheranan, apakah perkembangan mode mematikan eksistensi Swallow? Kalau benar adanya, mungkinkah Swallow tersingkirkan akibat neo-imperialisme Amerika yang menjajah budaya Indonesia? Ah, saya rasa itu terlalu jauh. Kemungkinan besar kawula muda hanya “gengsi” bersandal jepit. Di era gengsi-isme, sangat wajar bila kebanyakan orang mulai melupakan hal-hal yang jadoel, dan menggantinya dengan kebarat-baratan. Haruh yeuh!

Maka sewaktu dijalan pulang menuju kosan, saya perhatikan tiap kaki orang yang lewat. Betul saja, di kota mana ada yang ber-Swallow! Di kosan pun, saya perhatikan tidak ada sepasang Swallow mejeng di depan pintu. Gawat! Pabrik sandal Swallow pasti tidak akan berusia lama lagi.

Zaman sekarang kebanyakan orang sok tau. Bilangnya sandal Swallow itu sandal murah yang kualitasnya pun rendah. Seorang filsuf (saya lupa namanya) pernah berdalil. Jangan bicara sebelum mencoba! Betul bila dikatakan Swallow itu murahan. Tapi bila bicara soal kualitas, jangan pandang Swallow sebelah mata. Coba dulu, baru katakan. Saya sebagai aktivis sandal jepit, tersakiti mendengar ocehan kawula muda yang ngakunya anak indie tapi sandalnya brand loyalty. Nonsense!

Sebagai sekretaris jenderal Himpunan Mahasiswa Swallow disingkat HIMASELOW, saya sampaikan dengan tegas, bila hanya ada 100 orang di dunia ini yang memakai sandal Swallow, maka saya adalah salah satunya. Bila hanya ada 10 orang didunia yang memakai Swallow, maka saya adalah salah satunya. Dan bila hanya ada satu orang di dunia ini yang memakai Swallow, saksikan dan ingat! bahwa sayalah orangnya. Halah, gombal!

Dalam upaya merevitalisasi eksitensi sandal Swallow di per-alas kaki-an Indonesia, saya berhasil menemukan sebuah filosofi Swallow yang sangat menggambarkan para pengguna sandal jepit.

S (Setia). Sandal Swallow dinilai sebagai alas kaki paling setia dalam keadaan apapun. Desain permukaan yang jenius, langsung slep! Setia. Bisa dipercaya, dan ada kapan saja. Tanpa perduli apa keadaannya, atau di mana dia berada.

Baca Juga:

Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

Kasta Sandal Santri dari yang Lumayan Murah hingga Murah Banget

W (Wawasannya Luas). Siapa yang tidak suka dengan orang yang wawasannya luas? Namun harus tetap diingat, semakin berisi buah padi maka akan semakin merunduk pula batangnya.

A (Alami). Sandal Swallow terbuat dari karet yang alami. Swallow tidak terbuat dari tanduk banteng atau kulit macan. Catat! Swallow sangat mendukung perlindungan hewan-hewan langka.

L (Lucu). Seseorang yang lucu itu memang asyik dibawa ke manapun dan kapanpun, Ini menjadi sebuah kualitas yang dicari di kalangan pria maupun wanita, sahabat atau sosok yang lucu, karena bisa mengubah dan meringankan suasana, membawa banyak kegembiraan.

L (Lantang). Bang Iwan Fals pernah bilang; jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam. Pak Soekarno pun selalu bersuara lantang. Misalnya sewaktu berpidato. Inggris kita linggis, Amerika kita setrika!

O (Objektif). Objektif, apa adanya, tidak memandang sesuatu karena merasa iba tetapi kritis, nyata, dan membangun. Sandal Swallow tidak pandang bulu.

W (Wow). Sandal swallow sederhana namun merajalela, dan menjadikan produk itu ‘WOW’.

Swallow pun sangat cocok menjadi pertimbangan seseorang dalam mencari pasangan. Untuk pembaca yang belum memiliki pasangan, pastikan bahwa calon pasanganmu memiliki sifat-sifat Swallow.

Pertama, Swallow itu cerminan orang yang percaya diri.

Seseorang yang berani beralas kaki Swallow kemanapun ia pergi. Misal; ke kondangan, ke mall, atau ke restoran. Maka percayalah, ia adalah orang yang tidak plin-plan. Kesederhanaanya adalah sikap bodo amatnya kepada trend mode. Dewasa ini, banyak orang menghabiskan uangnya untuk mengikuti mode yang sedang trend. Begitu mode tersebut sudah basi, maka mereka mengikuti trend mode terbaru dan melupakan mode sebelumnya. Hal ini menunjukan bahwa mereka tidak percaya diri. Sedangkan, swallow itu tidak terikat oleh suatu zaman. Ia tetap “layak” digunakan pada zaman SBY sampai di zaman Jokowi. Seseorang berjiwa swallow memandang mode bukan sebagai kebutuhan primer.

Kedua, Swallow itu cerminan orang yang tidak pernah mengeluh.

Persetan dengan Carvil, Consina, Eiger dan produk mahal lainnya. Cuma Swallow yang siap di bawa ke tempat kotor seperti toilet, sawah, bahkan ke lumpur sekali pun. Seseorang yang bersandal produk mahal, pasti banyak mengeluh ketika sandalnya dibawa ke persawahan. Mana ada orang yang bersandalkan kelas atas berani menyemplungkan kakinya ke air becekan jalanan. Sedangkan, swallow siap menghadapi situasi sesulit apa pun. Ingat! kebanyakan orang sukses adalah pekerja keras dan tidak banyak mengeluh!

Ketiga, Swallow itu cerminan orang yang religius.

Coba perhatikan beranda di tiap mushola atau masjid. Banyak ditemukan sandal Swallow mejeng di sana. Artinya, seseorang yang beralas kaki Swallow adalah orang yang religius. Sangat jarang bisa menemukan ada sandal produk kelas atas mejeng di musala atau di masjid. Orang mana berani me-mejeng-kan sandal mahalnya di beranda mushola. Pasti selalu ada rasa was-was ditiap gerakan salat. “Sandal gue aman nggak ya?” Ibadahnya pun menjadi tidak khusyuk. Sedangkan, orang yang ber-Swallow pasti beribadah dengan hati santuy. Kewas-wasannya tidak akan memparnokan hatinya. Jadilah ibadahnya berjalan dengan khusyu. Selain religius, ternyata Swallow pun berhati santuy ya?

Keempat, Swallow itu cerminan orang yang dewasa

Dilihat dari tampilan dan warnanya yang tidak banyak motif alias sederhana, swallow menjadi gambaran sandal yang berjiwa dewasa. Tentu, sewaktu SD dulu, kebanyakan orang menyukai sandal yang bermotif Power Ranger atau penuh dengan warna yang menyolok mata. Daya tarik anak SD adalah motif dan warnanya. Beranjak dewasa, kebanyakan orang tidak akan melihat gambar power ranger atau sandal yang dominan dengan warna norak sebagai pertimbangannya membeli suatu sandal. Orang dewasa akan melihat sandal sebagai substansinya. Bukan merk, harga, bahkan kenorak-norakan lainnya.

Tanpa disadari, Swallow bisa mencerminkan karakter seseorang. Misalnya; Swallow yang sudah usang bahkan mengundang rasa iba bagi orang yang melihatnya, menandakan bahwa si pemilik sandal Swallow adalah orang yang senang berpergian jauh. Permisalan lainnya, seseorang yang menjepitkan peniti di bawah sandalnya, mencerminkan bahwa orang tersebut adalah orang yang irit.

Semoga kalian bisa mengambil pelajaran dari filosofi swallow. Akhit kata, Jadilah se-slow swallow. Hidup swallow! Hidup rakyat! (*)

BACA JUGA Kartun SpongeBob SquarePants di Mata Anak Kecil atau tulisan Romizan Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2019 oleh

Tags: anak indiesandalsandal swallowswallow
Muhammad Farid Rizky

Muhammad Farid Rizky

Saya; Muhammad Farid Rizky, adalah lelaki asal Palembang, kelahiran 27 Agustus 1999. Saya terlahir dari pasangan terhebat didunia. Ayah saya seorang pekerja keras wiraswasta dan Ibu saya sosok Kartini yang lihai mengurus rumah tangga. Sebagai catatan, saya cuma numpang lahir di daerah orang, selebihnya saya besar dan bersekolah di salah satu kecamatan di kabupaten Serang, provinsi Banten. Saya tidak seperti kebanyakan orang, memiliki motto dan bercita-cita setinggi langit. Keinginan tertinggi saya adalah menjadi orang yang berkecukupan dan menikahi perempuan cantik.

ArtikelTerkait

musik indie

Mengkritisi Anak Indie yang Tidak Tahu Arti Musik Indie

13 Agustus 2019
Mohon Dimengerti, Indie Itu Bukan Aliran Musik! terminal mojok.co

Mohon Dimengerti, Indie Itu Bukan Aliran Musik!

27 Februari 2021
Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

15 Februari 2020
Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

25 Juni 2024
7 Cara Santri agar Tidak Kehilangan Sandal di Pesantren

7 Cara Santri agar Tidak Kehilangan Sandal di Pesantren

7 Juni 2022
Bagi Saya, Sandal Selop Karet Adalah Alas Kaki Terbaik Sedunia terminal mojok.co

Bagi Saya, Sandal Selop Karet Adalah Alas Kaki Terbaik Sedunia

22 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.