Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Social Agency Baru: Toko Buku yang Krisis Identitas

Cindy Gunawan oleh Cindy Gunawan
31 Agustus 2022
A A
Social Agency Baru: Toko Buku yang Krisis Identitas

Social Agency Baru: Toko Buku yang Krisis Identitas (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Social Agency Baru bikin saya bingung: ini toko buku apa sembako?

Bagi mereka yang menyukai bacaan, toko buku adalah sebaik-baiknya tempat pulang, dari hari yang masam dan kesedihan yang rasanya perlu ditenangkan. Makanya, nggak jarang kini toko buku kita lihat kehadirannya semakin luas saja. Sebut saja toko-toko yang sudah memiliki nama besar, seperti Gramedia dan Togamas, cabangnya meluas sampai sudut-sudut strategis di pusat kota. Selain itu, kini menjamur pula toko-toko buku indie yang tidak kalah saing di kalangan para pencari buku.

Bagi masyarakat Jogja, saya kira pasti sudah mengetahui toko buku Social Agency Baru. Ya, toko buku yang sebelas-dua belas dengan Togamas dalam penawaran diskonnya ini cukuplah menarik untuk ditinjau lebih dalam. Apalagi setelah sekitar satu tahun lalu saya mengetahui kalau toko ini sekarang juga berjualan sembako. Dari kenyataan ini, kita sudah bisa menanyakan, niatnya Social Agency Baru mau jadi toko buku atau toko kelontong, sih?

“Cin, aku nitip beli buku sama kamu aja, dong.”

kalimat tersebut adalah pembuka dalam cerita saya untuk datang dan menelusuri Social Agency Baru lebih dalam. Ya, akhirnya saya berkesempatan menginjakkan kaki di toko buku yang sudah jadi legenda di antara saya dan beberapa teman, terlebih ketika kami sama-sama mengetahui bahwa toko ini kini juga berjualan sembako.

Kalau diminta menggambarkan first impression saya ketika sampai di toko buku ini, jelas saja: ini beneran jualan sembako, dong?! Dan, ya saya kira cukup lengkap. Ada beras, minyak, beberapa makanan ringan, dan aneka penghias etalase toko kelontong pinggiran pada umumnya. Namun, itu hanya menghiasi depan pintu masuk saja, sisanya tetap lautan buku hingga lantai 2.

Berbicara soal buku yang dijual, ya memang beberapa ada yang diskonnya melebihi Togamas walaupun tidak banyak. Buku-buku yang tidak saya temui di Togamas nyatanya ada di sini. Jadi, ya bisa saya katakan masih worth it, sih untuk berbelanja buku di sini. Namun, yang saya sayangkan adalah kualitas buku yang ditawarkan oleh Togamas. Beberapa buku sudah berdebu, yang masih disampul pun beberapanya sudah terlanjur menguning dengan harga yang menurut saya masih dipatok terlalu tinggi.

Selain buku, saya juga menyayangkan sisi konstruksi dan penataan Social Agency Baru yang buruk sekali. Dibandingkan Togamas daerah Kotabaru misalnya, meskipun kecil, nyatanya bukunya tertata rapi dan terorganisir dengan baik pembagian letaknya.

Baca Juga:

Alasan Gramedia Tidak Perlu Buka Cabang di Bangkalan Madura, Nggak Bakal Laku!

Gramedia Menyedihkan, Ramai Pengunjung Bukan untuk Beli Buku melainkan Alat Tulis dan Aksesori Lucu

Berkebalikan dengan apa yang saya jumpai di Social Agency Baru. Ada beberapa kasir dan tempat berkumpul staf di tengah yang saya kurang tahu tujuannya untuk apa.

Yang paling epic sih kamar mandi yang terletak dekat rak buku sejarah. Saya mengernyitkan dahi, ini serius? Penataan semacam ini menurut saya akan membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Ya, bagaimana bisa nyaman jika sedang melihat-lihat buku, tetapi telinga kita juga bisa mendengar suara keran air yang dinyalakan, halo Social Agency Baru?

Namun, bagian terbaiknya adalah ketika saya harus mengambil buku di lantai 3. Lampu di sana nggak dinyalakan. Iya, lantai 3 memang dikhususkan untuk mengambil buku yang dipesan secara daring. Namun, saya justru menemukan lantai yang kosong, tanpa penerangan, dan hanya ada satu ruangan kecil berisi sekitar lima staf yang bertugas mendata buku dan pembayaran.

Tidak lupa, ketika saya sudah selesai berbelanja, saya justru menemukan di bawah rak buku terdapat sepasang sandal jepit yang sengaja ditulis “nyolong mati”. Duh! Ini toko memang paket lengkap bikin pengunjung ketar-ketir!

Ya, kira-kira begitulah pengalaman saya dalam membuktikan kabar mengenai toko buku ini. Saya kira, ada harga ada kualitas adalah benar. Dan, barangkali Social Agency Baru membuktikannya. Saya tidak tahu apa yang sedang dialami oleh toko ini. Namun, tetap saja, user experience itu penting. Saran saya mungkin klise: perbaiki kualitas, tapi saya pikir saran itu tetap relevan dan sebaiknya memang diperhatikan.

Penulis: Cindy Gunawan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Toko Buku Online, Penyelamat di Tengah Mahalnya Toko Buku Offline

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2022 oleh

Tags: sembakosocial agencytoko buku
Cindy Gunawan

Cindy Gunawan

Mbak-mbak medioker Bantul. Gemar menulis keresahan personal, ketimpangan unik dan hal serba nyentrik yang hadir di Jogja Selatan.

ArtikelTerkait

Merepotkan Sekali Mencari Buku di Pekalongan

Merepotkan Sekali Mencari Buku di Pekalongan

15 Januari 2020
Alasan Gramedia Tidak Perlu Buka Cabang di Bangkalan Madura, Nggak Bakal Laku! Mojok.co

Alasan Gramedia Tidak Perlu Buka Cabang di Bangkalan Madura, Nggak Bakal Laku!

12 September 2025
Obituari Prie GS dan Kenangan akan Impian Masa Kecil  terminal mojok.co

Harapan Kecil dari Seorang Pembaca kepada Penerbit Buku

12 Januari 2021
Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Kalau Memang Ingin SDM Madura Meningkat, Langkah Awal yang Harus Dilakukan Adalah Meningkatkan Jumlah Toko Buku

25 Agustus 2023
pedagang buku penjual buku online toko buku online Segalau-galaunya Hubungan Tanpa Status, Masih Lebih Galau Tak Kesampaian Beli Buku di Tanggal Tua

Mending Beli Buku di Togamas atau Gramedia, ya?

11 Mei 2020
Undangan Kenduri di Desa Bumiayu Magelang Pakai Sembako, Tradisi Aneh tapi Buktikan Betapa Indahnya Seduluran Masyarakat Desa

Undangan Kenduri di Desa Bumiayu Magelang Pakai Sembako, Tradisi Aneh tapi Buktikan Betapa Indahnya Seduluran Masyarakat Desa

17 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Menyenangkan Naik Kereta Whoosh, Kereta Cepat yang Jauh Lebih Baik ketimbang Kereta Cepat Taiwan

26 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.