Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Gramedia Menyedihkan, Ramai Pengunjung Bukan untuk Beli Buku melainkan Alat Tulis dan Aksesori Lucu

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
2 Mei 2025
A A
Gramedia Menyedihkan, Ramai Pengunjung Bukan untuk Beli Buku melainkan Alat Tulis dan Aksesori Lucu

Gramedia Menyedihkan, Ramai Pengunjung Bukan untuk Beli Buku melainkan Alat Tulis dan Aksesori Lucu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu toko buku menjadi tempat terbaik untuk menenangkan pikiran. Suasana tenang dengan alunan musik yang khas membuat jiwa-jiwa galau jadi semangat kembali. Aroma buku baru pun dapat menjadi penyemangat. Walaupun kita nggak beli buku, tapi bisa baca di tempat. Salah satu toko buku yang populer bagi semua kalangan adalah Gramedia.

Saat masih sekolah, saya cukup sering datang ke sini. Sekadar lihat-lihat komik, dan kalau ada yang apik, baru membeli. Sekarang, toko buku yang sudah berusia 50 tahun ini seperti kehilangan jati diri. Hampir di semua cabangnya suasananya kayak gini: sepi dan sudah nggak banyak yang beli buku atau sekadar membaca cover belakang buku. Padahal buku-buku yang dijual di sini selalu uptodate. Kalau saya nggak menemukan bacaan yang diincar di perpustakaan, saya lari ke Gramedia dan biasanya pasti ada.

ADVERTISEMENT

Tata ruang Gramedia waktu saya masih sekolah dan saat ini juga jauh berbeda. Sekarang sudah ada rak khusus untuk buku terbaru, paling banyak dibaca, dan sedang tren. Susunannya pun menarik dan nggak bikin bosan. Namun entah apa yang ada di benak para pengunjung, hanya satu dua orang yang mampir ke rak tersebut.

Harga buku sekarang semakin mahal, tak semua orang bisa menjangkaunya

Saya paham kalau buku-buku yang dijual di Gramedia itu nggak murah. Untuk beli komik keluaran terbaru saja, saya harus menyisihkan uang jajan setiap harinya. Makin hari harganya makin naik pula. Harga buku yang semakin mahal inilah yang mungkin menjadi alasan banyak orang enggan membeli buku. Tak semua orang bisa menjangkaunya.

Ditambah lagi saat ini sudah banyak platform digital yang memberikan kemudahan pada pengguna untuk mengakses e-book secara gratis. Siapa sih yang nggak suka gratisan? Asli pula produknya.

Saya melihat Gramedia sebenarnya sudah berusaha keras menarik kembali minat masyarakat untuk membeli buku. Seperti yang saya singgung sebelumnya, mereka membuat display berbagai produk yang banyak dibaca atau baru terbit. Hal ini untuk memudahkan para pelanggan. Tapi tetap saja toko buku satu ini rasanya semakin sepi.

Banyak pengunjung datang hanya membeli aksesori dan alat tulis

Sebenarnya Gramedia tak hanya menjual buku. Ada juga barang-barang lain seperti alat olahraga, alat tulis, mainan, hingga aksesori lucu kekinian. Beberapa kali saya datang ke Gramedia untuk membeli buku dan saya merasa sedih melihat kondisi sekarang. Toko buku ini dikunjungi orang tapi mereka hanya membeli alat tulis dan aksesori.

Saya menduga menjual alat tulis dan aksesori ini merupakan strategi Gramdia agar tak kehilangan peminatnya. Jadi pengunjung yang datang bisa tetap berbelanja kebutuhan lain. Sebenarnya ini menjadi nilai plus dari toko buku satu ini, ya.

Baca Juga:

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

Asumsi Bangkalan Madura Nggak Butuh Gramedia itu Keliru, Kabupaten ini Tetap Butuh, kok!

Akankah Gramedia bisa bertahan?

Pertanyaan ini selalu berkecamuk dalam benak saya. Apakah toko buku kesayangan satu ini bakal bisa bertahan? Apalagi mengingat saat ini semua hal serba digital, termasuk baca buku. Banyak orang yang jadi lebih suka membaca e-book melalui aplikasi khusus.

Nggak cuma di toko buku saja, di perpustakaan pun kondisinya hampir serupa. Banyak yang baca buku tapi lebih banyak lagi yang memanfaatkan WiFi gratis atau duduk-duduk saja sambil ngadem plus foto-foto. Seiring dengan menurunnya keinginan dan kemampuan masyarakat membeli buku, saya agak ragu Gramedia bisa terus eksis. Tapi saya doakan yang terbaik.

Saya hanya bisa berharap semoga toko buku satu ini bisa terus memperbaharui konsep tokonya. Mungkin Gramedia bisa membuat ruang baca lebih estetik khas anak muda di toko-tokonya untuk menarik lebih banyak pembaca dan pelanggan? Kalau kamu sendiri, apakah masih sering membeli buku di sini?

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Gramedia, Toko Buku yang Sudah Nggak Menarik Lagi untuk Dikunjungi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2025 oleh

Tags: gramediatoko buku
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

5 Toko yang Cocok Dikunjungi Tanpa Perlu Membeli selain MR DIY

5 Toko yang Cocok Dikunjungi Tanpa Perlu Membeli selain MR DIY

14 Mei 2023
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

7 Oktober 2023
Seandainya Toko Buku di Purbalingga Sebanyak Gerai Es Teh Jumbo, Mahasiswa Nggak Akan Kerepotan Mojok.co

Seandainya Toko Buku di Purbalingga Sebanyak Gerai Es Teh Jumbo, Mahasiswa Nggak Akan Kerepotan

17 November 2023
Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Kalau Memang Ingin SDM Madura Meningkat, Langkah Awal yang Harus Dilakukan Adalah Meningkatkan Jumlah Toko Buku

25 Agustus 2023
wisata jakarta, Dear Mas Kevin, Benarkah Toko Buku Bisa Ciptakan Pasar?

Dear Mas Kevin, Benarkah Toko Buku Bisa Ciptakan Pasar?

7 Januari 2020
Tenang Saja, Pasar Bisa Diciptakan di Toko Buku

Tenang Saja, Pasar Bisa Diciptakan di Toko Buku

6 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo? (Wikimedia Commons)

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

21 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.