Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Smadav, Antivirus yang Nggak Berguna-berguna Amat

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
19 Agustus 2022
A A
Smadav, Antivirus yang Nggak Berguna-berguna Amat

Smadav, Antivirus yang Nggak Berguna-berguna Amat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Lambang segitiga hijau itu anteng berada di sudut layar laptop saya. Dia juga ada di sudut layar laptop istri, ibu, bahkan tempat fotokopi. Kehadirannya sering terlupakan, kecuali saat minta update. Bahkan fungsinya sebagai barikade keamanan laptop saja sering terlupakan. Ia adalah Smadav, “antivirus” lokal yang selalu diinstal tukang service ke laptop kita.

Smadav Naik Daun

Smadav pernah naik daun. Digadang sebagai produk anak bangsa, “antivirus” yang satu ini tidak pernah ingar bingar. Bahkan di tengah kampanye Kemenkominfo tentang aplikasi buatan anak bangsa, Smadav tetap jauh dari sorotan. Dibicarakan saja tidak, apalagi dipromosikan menteri.

Hadirnya juga seperti DC, alias tidak pernah diundang. Setiap pulang dari service laptop, selalu saja ada Smadav yang terinstal. Ketika saya tanyakan pada tukang service, ia hanya menjawab, “Biar lebih aman mas.” Pada akhirnya, aplikasi yang tidak diminta ini anteng di pojok kanan bawah, sambil sesekali menunjukkan notifikasi.

Hadir tak diundang, fungsi dilupakan, serta tidak dipedulikan. Lalu apa Smadav ini? Yang lebih penting, apakah ia adalah antivirus seperti yang dideskripsikan? Ataukah ia hanyalah aplikasi tanpa tujuan yang bisa diikhlaskan kepergiannya? Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Zainuddin Nafarin sang pembuat. Tapi, pertanyaan saya ini murni karena penasaran.

Pensaran Terhadap Smadav

Pertama, Smadav digadang sebagai antivirus spesialis virus lokal. Saya setuju dengan ini, karena saya pernah ditolong aplikasi tersebut. Mungkin Anda pernah bertemu virus komputer bernama “Loren”. Nah, waktu itu Smadav yang bisa mengatasi virus berlogo bunga mawar ini. Jadi kita masih bisa menerima fungsi Smadav sebagai antivirus lokal.

Masalahnya, perkembangan virus lokal juga sangat lambat. Ancaman terbesar gawai kita adalah virus internasional. Dan Smadav tidak bisa melacak virus impor ini karena tidak memiliki database untuk itu. Maklum sih, bang Zainuddin Nafarin masih memotori perkembangan antivirus tersebut tanpa support dari pihak lain.

Perkara virus impor, Smadav pernah moncer karena menyebut dirinya anti Ransomware. Itu lho, malware yang mengunci gawai Anda dan akan menghapus data kecuali Anda membayar “tebusan”. Tapi sekali lagi, ini juga bukan sebuah nilai jual bagi sebuah antivirus. Toh antivirus lain juga segera merilis fungsi anti-ransomware.

Tidak Cocok dengan Antri Virus Lain

Smadav sendiri juga sering bentrok dengan antivirus lain. Padahal, ia disebut sebagai antivirus pendamping. Teorinya, antivirus utama seperti Kapersky akan berfokus pada virus impor dan proteksi tinggi. Smadav nanti akan mengatasi virus lokal yang belum masuk daftar antivirus impor. Menjanjikan?

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Realitasnya, ia sering melakukan false alarm. Pengalaman saya, antivirus seperti AVG dan McAfee sering dianggap sebagai virus oleh Smadav. Sebaliknya, antivirus lain juga menganggap antivirus sebagai virus. Modar ccte. Gimana mau kolaborasi, lha wong secara ideologi saja sudah bentrok. Maklum, antivirus lebih saklek daripada parpol.

Perkara false alarm ini juga menyebalkan. Banyak aplikasi yang sebenarnya aman tapi dianggap sebagai virus. Memang, bukan aplikasi krusial seperti Microsoft Office, tapi tetap bikin sebal. Terutama untuk orang yang suka memodifikasi gim seperti saya. Banyak mod yang dipandang sebagai virus, sehingga gim tersebut tidak bisa beroperasi.

Cara Kerja Anti Virus

Proses pembersihan virus dari Smadav juga sering bikin kacau. Dengan sistem quarantine, banyak registry dan .exe yang langsung diangkut ke karantina. Untuk registry dan file .exe standar sih aman. Tapi beberapa aplikasi tiba-tiba macet karena sistem karantina ini.

Pada akhirnya saya sering melakukan pindai manual. Melihat file yang terdeteksi, lalu memilah mana yang benar-benar asing dan mana yang False Alarm. Tentu sangat tidak praktis untuk pemakaian serba-cepat.

Mungkin kelebihan Smadav yang paling terasa adalah sistem proteksi untuk USB. Setidaknya, antivirus tersebut berhasil mencegat virus untuk berkembang. Tapi sekali lagi, sering terjadi False Alarm. Dan saya juga selalu melakukan pindai manual untuk memastikan bukan file penting yang dikarantina.

Dari banyak kekurangan ini, Smadav masih sering diinstal tukang servis laptop. Salah satunya karena gratis (kecuali Smadav Pro). Tapi apa gunanya juga kalau sedikit-sedikit harus dinonaktifkan? Saya pun selalu mematikan sistem pindai otomatis aplikasi ini. Biasanya baru saya aktifkan hanya untuk pindai flash disk yang masuk.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada kreator, saya tidak akan menjadikan Smadav sebagai antivirus tunggal. Bahkan memandang Smadav sebagai antivirus pun tidak. Tapi saya tetap apresiasi antivirus tersebut sebagai karya anak bangsa. Meskipun pihak yang berwenang tidak pernah memberi apresiasi lebih dari saya.

Aku ki mung opo to.

Daripada ngimpi bikin “Steam” dan mesin pencari lokal, mending Kemenkominfo melirik dan mendukung Smadav. Dengan dukungan moneter serta moral dari kementerian, saya yakin aplikasi akan menjadi apa yang seharusnya: antivirus.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 6 Alasan Pengguna Windows Tergoda Hijrah ke Linux

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: antivirussmadav
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.