Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Memangnya Kenapa kalau Skripsi Dihapus? Nggak Ada Efeknya Juga kan?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
30 Agustus 2023
A A
Alasan Saya Nggak Pernah Jadi Bagian Mahasiswa yang Ngerjain Skripsi di McD terminal mojok.co skripsi mendikbudristek

Alasan Saya Nggak Pernah Jadi Bagian Mahasiswa yang Ngerjain Skripsi di McD terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya jujur saja nggak paham kenapa orang bersorak atas berita yang mengatakan skripsi “dihapus”, atau lebih tepatnya, tak lagi jadi syarat wajib kelulusan. Ada euforia aneh dan meleset yang terjadi sejak Mendikbudristek, Nadiem Makarim mengatakan hal tersebut.

Oh, tunggu dulu. Jangan bilang saya nggak suka melihat orang lain bahagia. Jangan bilang juga saya iri sebab saya harus merasakan skripsi, sedang generasi selanjutnya tidak. Meski saya bukan mahasiswa baik-baik dan bernafaskan akademik, tapi saya nggak ada masalah dengan skripsi.

Maksudnya, saya fine-fine saja berhadapan dengan skripsi. Ha wong itu syaratnya kok, ngapain merasa berat atas sesuatu yang memang seharusnya dihadapi.

Yang saya maksud aneh dari euforia tersebut adalah, betul, skripsi tak wajib, tapi tetap harus mengerjakan tugas-tugas akhir selain skripsi. BUKAN lulus tanpa ngapa-ngapain.

Pun keputusan ini katanya diserahkan pada universitas masing-masing. Kalian mau sujud syukur 7 hari berturut-turut juga percuma kalau kampus kalian tetap menerapkan skripsi sebagai tugas akhir.

Kalau kalian lebih teliti, sebenarnya “penghapusan” skripsi sebagai syarat kelulusan itu bukan barang baru. Banyak jurusan yang sudah memberi opsi selain skripsi sebagai syarat kelulusan. Jurusan saya bahkan sudah melakukannya beberapa tahun yang lalu. Di jurusan lain, kalau tidak salah Seni Rupa sudah menerapkan opsi pameran sebagai tugas akhir. Saya lupa namanya, pokoknya pengganti skripsi lah.

Jadi berita “skripsi dihapus” ini sebenarnya nggak baru-baru amat. Mendikbudristek Nadiem Makarim tidak sedang jadi malaikat yang memberi mukjizat juga. Kalian aja yang lupa, atau emang nggak ngeh kalau itu dah jadi praktik lama.

Tapi ada bagusnya Pak Mendikbudristek bilang begitu, akhirnya menegaskan ke publik kalau memang skripsi bukan satu-satunya cara untuk lulus. Harusnya sih, Pak Nadiem bilang begini:

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

“Kalian itu penting bangun pagi dulu, berangkat kuliah, nggak dapat D. Baru ngomongin skripsi.”

Penanda bahwa kita “pernah” dan “bisa” berpikir

Saya harus akui, skripsi saya jelek betul. Dosbing saya geleng-geleng tiap bimbingan. Tapi dari proses skripsi itulah, saya jadi punya chemistry dengan dosen dan memahami mereka kenapa banyak dosen yang marah-marah saat bimbingan.

Skripsi itu, sesederhana produk pikiran kita selama 4 tahun (atau lebih) kuliah. Ibaratnya, kita sudah diberi cara bikin roti, dan kita bikin roti sesuai yang diajarkan dan memberikan penjelasan kenapa kalian bisa bikin roti kayak gitu. Sesederhana itu sebenarnya.

Misal ada yang perlu dikritisi dari proses-proses ini adalah ya karena memang birokrasi dalam skripsi itu ribetnya minta ampun. Pengerjaan dan bimbingan itu malah kadang jadi terlihat sepele ketimbang birokrasi ngurus sidang dan setelah sidang. Guide line tiap kampus berbeda-beda, dan kadang ya banyak aturan aneh.

Misal, jumlah lembar minimal skripsi. Menurut dosbing saya, hal ini amat aneh. Kalau tidak bisa menjelaskan konsep secara brief dan bertele-tele, artinya ya nggak paham. Kalau memang skripsinya bukanlah sesuatu yang rumit, nggak harus juga dibikin panjang penjelasannya.

Skripsi jadi menakutkan karena dibuat menakutkan

Saat itulah saya baru sadar. Jangan-jangan memang inilah yang bikin orang nggak mau mengerjakan skripsi. Jangan-jangan, inilah kenapa orang-orang merayakan skripsi “dihapus”. Takut birokrasi, takut menghadapi hal-hal aneh, yang malah jadi mengaburkan esensi dari tugas akhir ini sendiri: sebagai sarana pembuktian bahwa harusnya mahasiswa punya critical thinking dan bisa berpikir dan paham scientific method.

Kalau memang ini masalahnya, berarti Mendikbudristek punya PR yang jauh lebih genting ketimbang skripsi, yaitu membinasakan birokrasi bertele-tele dan menumbuhkan critical thinking.

Ya masak lho Pak Mendikbudristek puas dengan kualitas mahasiswa yang dikit-dikit nanya akun base. Menurut saya lho, Pak, itu jelas tanda orang yang daya pikirnya jelek saja belum.

Bahagia secara berlebihan itu nggak baik

Pernyataan Mendikbudristek tentang skripsi ini, harusnya tak perlu lah dirayakan dengan begitu gempita. Wis biasa wae, meski ya kalau mau bahagia ya wajar. Tapi ingat, mau gimana pun, tugas akhir dalam bentuk apa pun wajib kalian hadapi.

Kalau merasa takut, merasa skripsi nggak berguna, merasa malas, ya baiknya berikan saja jatah kuliah kalian untuk orang lain yang nggak mampu. Saya yakin, mereka lebih memilih dihajar dosen pembimbing, karena pendidikan, tak bisa dimungkiri, adalah tiket mereka untuk meraih kans hidup lebih baik.

Kalau memilih untuk melepaskan tiket hidup lebih baik hanya karena males/takut dengan tugas akhir, yo mending rasah kuliah. Apalagi menganggap itu nggak penting, halaaah raimu.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sistem Konversi Skripsi: Solusi Lulus Tepat Waktu, Bukan Ajang Memburu Waktu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2023 oleh

Tags: Kuliahmendikbudristekskripsi dihapustugas akhir
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus Mojok.co

Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus

14 Mei 2024
10 Gosip Kocak Jurusan Teknik. Yuk, Ketahui Faktanya!

10 Gosip Kocak Jurusan Teknik. Yuk, Ketahui Faktanya!

14 April 2023
Saya Ditolak Masuk Organisasi Mahasiswa, dan Itu Adalah Keberuntungan Terbesar di Masa Kuliah

Saya Ditolak Masuk Organisasi Mahasiswa, dan Itu Adalah Anugerah Terbesar di Masa Kuliah

15 Juni 2025
jurusan peternakan kuliah mahasiswa derita hewan lucu alpaca mojok

Izinkan Saya Menjawab ‘Kuliah di Jurusan Peternakan’ dengan Tenang

3 Mei 2020
Derita Anak Kampung yang Kuliah, Dikira Master of Everything terminal mojok.co

Sebagai Anak Kampung yang Kuliah, Saya Dianggap Master of Everything

15 Oktober 2020
Menjadi Pengangguran Setelah Lulus Kuliah Adalah Fase Hidup Paling Menyebalkan terminal mojok

Menjadi Pengangguran Setelah Lulus Kuliah Adalah Fase Hidup Paling Menyebalkan

16 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.