Sitkom ‘Friends’ Adalah Sitkom Era 90-an Paling Ikonik Sepanjang Masa – Terminal Mojok

Sitkom ‘Friends’ Adalah Sitkom Era 90-an Paling Ikonik Sepanjang Masa

Artikel

Raden Muhammad Wisnu

Sebagai seorang generasi 90-an, tentu saja saya senang ketika ada topik yang membahas bagaimana asyiknya hidup di tahun 90-an. Ada begitu banyak kenangan hidup yang saya kenang sampai sekarang dari tahun 90-an, dari yang paling buruk hingga kenangan yang paling berkesan. Kenangan tersebut bisa selalu dikenang lewat musik, film, peristiwa, maupun acara televisi yang tayang pada masa tersebut.

Bicara acara televisi, saya pikir ada satu sitkom yang merepresentasikan era 90-an dengan sangat sempurna, yakni Friends. Sitkom Friends ini berasal dari Amerika yang tayang pada 1994 hingga 2004.

Sitkom Friends mengisahkan lika-liku kehidupan enam orang sahabat, Phoebe (Lisa Kudrow), Ross (David Schwimmer), Monica (Courteney Cox), Chandler (Matthew Perry), Rachel (Jennifer Aniston), dan Joey (Matt LeBlanc) yang tinggal di Manhattan, New York City, Amerika Serikat.

Sitkom ini ditulis oleh David Crane dan Marta Kauffman, yang dapat saya sebut sebagai sitkom terpopuler di era 90-an. Ini terbukti dengan 62 nominasi Emmy Award dan memenangkan Serial Komedi Terbaik pada 2002. Saya juga ingat bahwa sitkom ini sempat tayang di RCTI pada 1996 sampai 2005.

Lantas, kenapa saya berani menobatkan bahwa sitkom Friends adalah representasi sempurna dari generasi 90-an? Ini alasannya.

#1 Merangkum era 90-an dengan sempurna

Pasti banyak sekali generasi 90-an yang tumbuh dan berkembang dengan menonton sitkom ini. Saya yang lahir pada 1992, tidak begitu mengerti hype sitkom ini saat masih tayang. Saat Friends masih mengudara pada 2000-an, saudara saya yang sudah SMA dan kuliah begitu antusias menontonnya di televisi maupun VCD yang kemudian mereka koleksi. Mungkin mirip dengan hype generasi sekarang akan Avengers atau K-Pop. Saya sendiri baru memahami hype dan menariknya sitkom ini ketika menontonnya saat saya kuliah.

Sampai sekarang, saya pikir sitkom ini adalah warisan pop culture paling populer di era 90-an. Apa yang dipakai oleh para pemainnya merepresentasikan 90-an dengan sempurna, mulai dari cara berpakaian, selera musik, film yang sedang populer, hingga isu-isu sosial seperti rasisme, hak-hak kaum LGBT, dan kesetaraan gender. Sebelum munculnya media sosial dan para SJW-nya yang terkesan berisik, alih-alih memiliki argumen yang berbobot, sitkom ini telah menyampaikannya dengan sangat baik.

#2 Menginspirasi sitkom lainnya

Saking populernya sitkom ini, sampai menginspirasi sitkom How I Met Your Mother, yang merupakan versi modern dari Friends karena sama-sama menceritakan lika-liku anak muda di Manhattan, New York City. How I Met Your Mother mulai mengudara pada 2005 dan selesai pada 2014. Keduanya sering dibanding-bandingkan dan jadi bahan perdebatan seru di antara dua penggemarnya di dunia maya.

Tidak hanya How I Met Your Mother, banyak juga sitkom lainnya seperti The Big Bang Theory yang juga terinspirasi dari Friends. Namun baik How I Met Your Mother dan The Big Bang Theory, tidak ada yang seikonik Friends.

Padahal, sitkom Friends ini dipikir-pikir hanya nyeritain putus nyambung Ross dan Rachel doang, sih. Namun, ia tetap ikonik banget. Bahkan sejak tayang di Netflix, semakin banyak penggemarnya yang datang dari generasi baru.

#3 Mengajarkan arti pertemanan sejati

Sesuai judulnya, Friends berarti “teman”. Materi yang dijual dari sitkom ini adalah kisah ketika sang tokoh utama, Rachel (Jennifer Aniston) yang baru saja kabur dari pernikahannya ketika akan ijab kabul. Ia terpaksa hidup sendirian di New York City tanpa uang sepeser pun, tanpa teman, dan tanpa sanak saudara. Ia kemudian menemukan keluarga baru, yakni kelima sahabatnya.

Keenam sekawan ini juga memiliki sisi kelamnya sendiri-sendiri yang diceritakan dalam 10 season sitkom ini mengudara. Seperti, Phoebe yang menyaksikan ibunya bunuh diri ketika kecil dan terpaksa tinggal di jalanan sejak saat itu, Rachel yang menyaksikan kedua orang tuanya bercerai ketika dia dewasa, Monica (adik Ross) yang sejak kecil terus dibanding-bandingkan oleh orang tuanya dengan kakaknya Ross, Chandler yang menyaksikan kedua orang tuanya cerai karena ayahnya memutuskan untuk menjadi seorang transgender, dan Joey yang memergoki sang ayah selingkuh dengan orang lain.

Namun, semua sisi kelam tersebut justru semakin mempererat pertemanan di antara mereka. Kekuatan Friends juga tentang bagaimana eratnya hubungan pertemanan di antara para tokoh utamanya yang tidak saja berjalan karena skenario yang ditulis oleh David Crane dan Marta Kauffman saja, tapi juga berjalan di dunia nyata sampai saat ini.

Sumber Gambar: YouTube Favorite Videos

BACA JUGA Mengenang 7 Tokoh Guru Pertahanan Ilmu Hitam Hogwarts yang Menyebalkan dalam Film Harry Potter dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Baca Juga:  Malam Minggu Miko, Pelopor Web Series di Indonesia meski Ceritanya Nggak Lucu-lucu Amat
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
5


Komentar

Comments are closed.