Di laman Instagram Universitas Terbuka (UT), kita mungkin akan dibuat gagal fokus dengan tampilan feeds-nya yang rapi, segar, dan eye catching. Mungkin pula kita dibuat gagal fokus dengan adminnya yang secara telaten menjawab pertanyaan-pertanyaan di kolom komentar. Namun, dari semua hal yang ada di laman IG mereka, ada satu hal yang paling susah diabaikan. Itu adalah highlight “Prestasi UT” yang terpampang di bawah profil mereka.
Melalui highlight yang mereka sematkan, kita jadi tahu bahwa UT mencetak prestasi dari segala arah. Ada akreditasi institusi dan program studi, capaian mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional, pengakuan dari internasional, dan lain sebagainya.
Melihat deretan prestasi yang diraih, ada satu hal yang langsung terasa dan tak bisa terbantahkan. Prestasi yang UT torehkan pasti bukan suatu kebetulan, apalagi untung-untungan. Pasti ada sesuatu yang bekerja di baliknya. Dan semakin dipikirkan, jawabannya cuma satu: kampus ini punya sistem yang keren.
Tidak ada yang kebetulan di UT
Soal sistem ini, kita pasti sepakat bahwa yang namanya prestasi, baik di level institusi maupun mahasiswa, tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia selalu bertumbuh dari sistem yang memungkinkan seseorang untuk berkembang.
Ndilalah, sistem di kampus ini membuka pintu selebarnya bagi siapa saja, dengan latar belakang apa pun untuk berprestasi. UT tidak pernah menuntut kehidupan ideal agar seseorang bisa berprestasi. Dari dukungan inilah prestasi itu menemukan tanah suburnya.
Ditambah lagi, adanya fleksibilitas, kemudahan akses dan dukungan internal kampus membuat prestasi jadi sesuatu yang sangat mungkin untuk diraih di UT, baik secara institusi ataupun mahasiswanya.
Fleksibilitas di kampus
Pertama, soal fleksibilitas. Fleksibilitas di UT bukan berarti semua serba longgar tanpa arah, ya. Fleksibilitas di kampus ini dimaknai sebagai kepercayaan. UT percaya bahwa mahasiswa tahu bagaimana mengatur hidup dan belajarnya sendiri. Dengan waktu belajar yang tidak kaku, harapannya, mahasiswa bisa menemukan sisi terbaik dari diri mereka.
Fleksibilitas yang ditawarkan kampus ini juga membuat mahasiswa tidak perlu repot-repot memilih antara hidup atau kuliah. Pasalnya, di UT, mahasiswa bisa tetap bekerja atau mengurus keluarga, lalu belajar di waktu yang tersisa. Dan justru dari kondisi inilah disiplin dan tanggung jawab tumbuh secara alami.
Kemudahan akses adalah kunci
Selanjutnya, tentang kemudahan akses. UT membuka akses seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin belajar. Akses geografis, usia, latar belakang ekonomi, hingga status pekerjaan bukan lagi tembok penghalang. Selama ada kemauan, selalu ada pintu yang bisa diketuk.
Kalau bicara soal materi ajar, tutorial, hingga layanan akademik pun, semua dirancang agar bisa dijangkau dari mana saja. Akses yang mudah inilah yang pada akhirnya membuat potensi-potensi tersembunyi mahasiswa UT bisa muncul ke permukaan.
Hasilnya? Kita akan melihat mahasiswa UT menorehkan prestasi bukan cuma di kejuaraan nasional, tapi juga internasional.
Dukungan UT sebagai teman seperjalanan
Satu hal yang paling penting dari semua alasan kenapa prestasi di UT bukanlah suatu kebetulan adalah kampus ini tidak membiarkan mahasiswa mereka berjalan sendirian.
Maksud saya begini. Secara sistem pembelajaran, UT memang menerapkan pembelajaran jarak jauh. Tapi, bukan berarti kampus tidak hadir. UT justru memposisikan diri sebagai teman seperjalanan dengan menyediakan tutor, layanan akademik, pusat bantuan, serta ekosistem yang terus diperbaiki agar mahasiswa tetap merasa ditemani.
Dan kalian tahu? Ketika fleksibilitas, akses, dan dukungan disatukan, saat itulah lahir sebuah sistem yang mengerti akan hidup. Nah, karena sistemnya mengerti hidup, maka, mahasiswa UT bisa bertumbuh dengan caranya sendiri. Dan dari proses bertumbuh itulah prestasi demi prestasi bermunculan.
Jadi, masih mau bilang kalau prestasi di UT di kebetulan? Noh, ngomong sama tembok.
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















