Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Sisi Lain Gelaran MotoGP Mandalika yang Tidak Terekam Kamera Televisi

Tiara Uci oleh Tiara Uci
17 Oktober 2023
A A
Sisi Lain Gelaran MotoGP Mandalika yang Tidak Terekam Kamera Televisi

Sisi Lain Gelaran MotoGP Mandalika yang Tidak Terekam Kamera Televisi (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Toilet portable warna-warni di gelaran MotoGP Mandalika, tapi baunya pesing sekali

Ada banyak toilet portable yang diletakkan di beberapa titik. Hal ini perlu kita apresiasi dari gelaran MotoGP Mandalika. Tampilan toiletnya pun menarik, dicat berwarna-warni. Sayangnya, keran airnya banyak yang nggak berfungsi sehingga toiletnya pesing sekali. Bahkan saat pintu toilet ditutup, bau pesingnya masih kecium.

Selain itu, kesadaran masyarakat Indonesia soal sampah masih minim. Di sekitaran toilet ada banyak sekali tisu bekas yang dibuang sembarangan. Padahal di dalam toilet ada tong sampahnya, lho.

#4 Panas dan gersang

Kalau dilihat dari televisi, kebanyakan dari kita mungkin akan jatuh cinta dengan pemandangan Mandalika. Sirkuit MotoGP Mandalika ini memang bersebelahan langsung dengan pantai, dan pemandangannya memang jempolan jika dilihat dari atas. Akan tetapi, kalau kalian datang langsung ke sirkuit dan duduk manis di tribun, percayalah pemandangan pantai yang indah tersebut nggak bakal kelihatan karena tertutup batu kapur.

Di sekitar sirkuit juga nggak ada pohon sehingga kondisi di sirkuit benar-benar gersang dan kering kerontang. Masuk ke sirkuit di premier grandstand yang ada atapnya aja panas, apalagi duduk di tribun yang nggak ada atapnya. Rasanya kayak sedang melakukan simulasi masuk neraka, Rek!

#5 Jarak dari parkiran ke gate dan tribun jauh

Jarak antara parkiran motor atau mobil ke gate memang jauh, tapi penonton yang datang bisa naik shuttle bus. Masalahnya, jarak antara gate masuk dan tribun penonton juga jauh, jadi penonton harus berjalan lebih dari satu kilometer menuju tribun dengan kondisi yang ramai dan lumayan uyel-uyelan.

Nggak hanya itu, karena saya dapatnya tiket di zona biru, jarak antara tribun tempat duduk dengan stand makanan pun jauh. Kalau saya makan dan minum di stand makanan, sampai di tribun perut sudah lapar lagi. Hmmm.

#6 Dilarang membawa makanan dan minuman dari luar ke dalam sirkuit MotoGP Mandalika

Sebenarnya saya nggak masalah dengan peraturan penonton dilarang membawa makanan dan minuman dari luar sirkuit. Saya berusaha memahami kalau pihak penyelenggara MotoGP Mandalika pasti ingin agar stand makanan di dalam sirkuit laku.

Masalahnya, saya agak kaget dengan harga makanan yang dijual di dalam sirkuit. Harga makanan dan minumannya terbilang mahal untuk harga standar Indonesia. Kemarin saya membeli kebab isi ayam seharga Rp50 ribu, nasi putih dengan lauk paru harganya Rp100 ribu, dan air mineral 700ml harganya Rp10-Rp15 ribu.

Baca Juga:

MotoGP Butuh Keributan agar Tak Lagi Membosankan

4 Alasan yang Bikin MotoGP Semakin Membosankan

Nggak hanya makanan yang mahal, tarif parkir mobil dan motor di Mandalika juga terbilang mahal. Tarif parkirnya Rp20 ribu, sementara mobilnya Rp50 ribu.

#7 Warung tenda di mana-mana

Salah satu hal yang nggak saya temukan di sirkuit MotoGP Sepang (Malaysia), Buriram (Thailand), dan Motegi (Jepang), tapi ada di sirkuit MotoGP Mandalika adalah keberadaan warung tenda yang ada di luar sirkuit, tapi masih sangat dekat dengan pintu masuk sirkuit. Hal tersebut sangat menguntungkan orang-orang yang kelelahan berjalan menuju parkiran karena bisa mampir makan Pop Mie atau minum dulu di warung. Suasananya Indonesia banget. Bahkan di warung-warung itu ada juga beberapa bule nongkrong layaknya warga lokal.

Nggak hanya itu, hal lain yang cukup unik adalah kehadiran warga lokal yang menjadi tukang ojek dadakan. Mereka menawarkan jasa ojek dari pintu masuk ke parkiran. Padahal sudah ada shuttle bus, lho, tapi masih ada aja yang menawarkan jasa ojek. Lucunya, jasa ojek ini tetap laku dan ada penonton yang naik ojek tersebut. Barangkali orang-orang tersebut memang sengaja mau beramal.

Itulah beberapa hal yang bisa ditemui di gelaran MotoGP Mandalika, tapi tidak terekam di layar kaca. Kalau kalian penasaran dengan suasana langsung di sirkuit, tahun depan bisa banget langsung gas ke Mandalika. Nggak suka nonton MotoGP juga nggak apa-apa, kok, banyak penonton yang saya temui di Mandalika sebenarnya nggak suka nonton MotoGP tapi ingin merasakan vibes-nya aja.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bukan Pawang Hujan, Ini Pihak yang Harus Dihujat dari Gelaran MotoGP Mandalika.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2023 oleh

Tags: Mandalikamotogpsirkuit mandalika
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

suzuki ecstar motogp joan mir mojok

Penantian Panjang Suzuki di MotoGP Sedikit Lagi Terbayarkan

14 November 2020
Moto GP Mandalika

Bukan Pawang Hujan, Ini Pihak yang Harus Dihujat dari Gelaran MotoGP Mandalika

22 Maret 2022
Ducati, Calon Paling Kuat Juara MotoGP Musim Ini

Ducati, Kandidat Terkuat Juara MotoGP Musim Ini

18 Maret 2022
Melihat Peluang 4 Kandidat Juara Motogp 2020 Setelah Marquez Cedera terminal mojok.co

Melihat Peluang 4 Kandidat Juara MotoGP 2020 Setelah Marquez Cedera

14 Oktober 2020
Andrea Dovizioso ducati mojok

Menebak Prioritas Ducati Setelah Berpisah dengan Andrea Dovizioso

16 Agustus 2020
Starter Pack Nonton Balapan di Sirkuit Mandalika biar Nyaman dan Asyik terminal mojok

Starter Pack Nonton Balapan di Sirkuit Mandalika biar Nyaman dan Asyik

20 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.