Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Sisi Gelap Bekerja Jadi Agent Call Center: Dimaki Tiap Hari, dan Kadang Terpaksa Jebol Kantong Pribadi untuk Nutup Ganti Rugi

Budi oleh Budi
12 Agustus 2025
A A
Sisi Gelap Bekerja Jadi Agent Call Center: Dimaki Tiap Hari, dan Kadang Terpaksa Jebol Kantong Pribadi untuk Nutup Ganti Rugi

Sisi Gelap Bekerja Jadi Agent Call Center: Dimaki Tiap Hari, dan Kadang Terpaksa Jebol Kantong Pribadi untuk Nutup Ganti Rugi

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian selama ini mengira kerja di call center itu cuma duduk manis sambil ngopi, lalu sesekali jawab telepon sambil scroll Instagram, percayalah: itu cuma mitos yang lebih menyesatkan daripada promo “kuota unlimited” yang ternyata dibatasi FUP.

Teman saya, sebut saja Lisa (nama samaran), sudah tiga tahun jadi agent call center di sebuah provider telekomunikasi. Satu malam, sambil menunggu bakso tetelan langganan, dia cerita kalau pekerjaannya bukan sekadar “halo-halo” ramah di telepon.

“Aku kerja sambil nahan marah, nahan nangis, bahkan kadang nahan pipis,” katanya.

Saya awalnya ketawa, tapi ternyata ini bukan bahan komedi. Ini realitas.

Makian, SOP, dan Salah Paham Se-Indonesia Raya

Call center itu seperti tempat pembuangan akhir emosi pelanggan. Sinyal lenyap, kuota mendadak habis, tagihan melonjak, bahkan kekecewaan hidup yang tidak ada hubungannya sama sekali—semuanya tumpah di telinga agent.

Masalahnya, agent hanya penyambung lidah. Eksekusi ada di tim lapangan atau divisi lain. Tapi di mata pelanggan, agent adalah perusahaan itu sendiri.

“Bilang aja perusahaan kalian malas. Masa masalah kayak gitu harus nunggu tiga hari?”

“Ini prosedur, Pak. Sesuai SOP”

“Ngeles aja kamu! Dasar tukang bohong!”

Lisa bilang, itu termasuk yang masih “halus”. Sisanya? Lebih pedas dari sambal terasi yang dimakan pakai cabe rawit mentah.

Agent call center: gaji nggak banyak, ganti rugi dari kantong sendiri

Kalau ada pelanggan yang salah langganan paket atau lupa mematikan layanan berbayar, tagihannya tentu membengkak. Lalu komplain. Dan kadang meminta ganti rugi. Bukan dari perusahaan, tapi dari kantong pribadi: agent diminta “ganti rugi”.

Baca Juga:

3 Alasan yang Membuat Saya Malas Menghubungi Call Center IndiHome Saat Terjadi Gangguan Internet

Ketahui Tingkat Kesulitan Call Center Sebuah Bank, Profesi yang Katanya Menjanjikan

“Gaji sebulan aja pas-pasan buat kos, makan, bensin, dan kirim ke kampung. Masih harus keluar uang buat nutupin tagihan pelanggan yang nggak baca syarat dan ketentuan,” kata Lisa.

Kalau hidup ini ujian kesabaran, agent call center itu pesertanya. Dan sayangnya, hadiahnya bukan emas 10 gram, tapi SP kalau rating pelayanan jeblok.

Pelecehan berkedok komplain

Bagian ini bikin saya geram. Ada saja penelepon yang menelepon bukan untuk tanya promo atau komplain layanan, tapi melakukan hal tak senonoh sambil bicara.

Lisa pernah mengalami, awalnya mengira penelepon itu sesekali terengah karena sinyal jelek. Tapi makin lama, kok desahannya makin intens. Langsung end call dan lapor. Sayangnya, kejadian ini bukan kejadian yang langka.

Jam kerja call center 24 jam. Malam memang rawan, tapi justru pagi dan siang lebih sering karena agent perempuan lebih banyak di jam ini. Sampai sini saya cuma bisa bengong. Kok bisa ada manusia yang menjadikan layanan pelanggan sebagai layanan hiburan pribadi?

Agent call center: tameng sekaligus tumbal

Lisa menutup ceritanya dengan satu kalimat yang membekas:

“Kami ini garda terdepan, tapi juga garda terbelakang. Di depan, kami jadi tameng perusahaan. Di belakang, kami sering jadi tumbal kebijakan yang nggak masuk akal.”

Dan benar saja, selama ini kita sering memaki orang yang salah. Kita mengira agent call center adalah otak di balik kebijakan perusahaan, padahal mereka cuma juru bicara yang kebetulan suaranya terdengar paling jelas. 

Besok kalau nelpon, ingat ini

Besok atau lusa kalau nelpon call center, entah karena kuota hilang atau tagihan nyeleneh, ingatlah: di balik suara ramah itu ada orang yang juga punya batas sabar, punya cicilan, dan ingin hidup dengan layak.

Kalau mau marah, marahlah pada kebijakan, bukan pada orang yang cuma membacakannya. Dan mungkin—siapa tahu—satu-satunya hal yang lebih lelah dari sinyal provider adalah mental agent call center itu sendiri.

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Suram Fresh Graduate Kerja Jadi Operator Call Center yang Punya Banyak Sisi Gelap 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2025 oleh

Tags: agen call centercall centerlowongan call centersisi gelap call center
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

3 Alasan yang Membuat Saya Malas Menghubungi Call Center IndiHome Saat Terjadi Gangguan Internet (Unsplash)

3 Alasan yang Membuat Saya Malas Menghubungi Call Center IndiHome Saat Terjadi Gangguan Internet

3 Maret 2023
Ketahui Tingkat Kesulitan Call Center Sebuah Bank (Unsplash.com)

Ketahui Tingkat Kesulitan Call Center Sebuah Bank, Profesi yang Katanya Menjanjikan

6 September 2022
Call Center Adalah Alternatif Profesi Paling Cocok bagi Freshgraduate terminal mojok.co

Call Center Adalah Alternatif Profesi Paling Cocok bagi Fresh Graduate

4 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.