Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Warga Sidoarjo, tapi Nggak Pernah Bangga dengan Kota Sendiri

Caraka Wahyu oleh Caraka Wahyu
5 Agustus 2025
A A
Saya Warga Sidoarjo, tapi Nggak Pernah Bangga dengan Kota Sendiri

Saya Warga Sidoarjo, tapi Nggak Pernah Bangga dengan Kota Sendiri (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dibilang nggak cinta kampung halaman itu dosa sosial, tapi gimana ya, saya nggak bisa pura-pura bangga sama Sidoarjo. Kota yang katanya “gerbangnya Surabaya” ini rasanya lebih kayak tempat singgah ketimbang tempat tinggal. Apalagi kalau kamu hidup di sekitar Gedangan, Waru, atau Candi. Kawasan-kawasan itu setiap hari bikin dada sesak karena macet, bising, dan berantakan.

Macetnya Sidoarjo nggak main-main, tapi solusinya cuma klaksonan

Setiap hari, jalanan di Gedangan dan sekitarnya macet parah. Dari arah Surabaya ke Sidoarjo (atau sebaliknya), selalu saja penuh kendaraan. Mau berangkat pagi, siang, malam, selalu padat.

ADVERTISEMENT

Tetapi anehnya, kayak nggak ada upaya serius buat memperbaiki hal ini. Trotoarnya nggak layak dilalui pejalan kaki, zebra cross-nya nggak kelihatan, bahkan parahnya kadang lampu merah cuma jadi pajangan.

Warga lokal? Ya udah biasa. Klakson jadi solusi, bukan aturan. Bahkan kadang kamu bisa melihat pengendara yang nyelonong lawan arah kayak lagi uji nyali di sirkuit liar.

Tata kotanya ambyar

Oke, saya akui Sidoarjo berkembang. Mall makin banyak, perumahan makin menjamur, dan kafe estetik mulai menjajah pinggiran kota. Tetapi tumbuhnya kota ini kayak tanaman liar yang nggak ditata. Nggak diarahkan dengan baik.

Jalan kecil makin sempit karena parkir liar. Kawasan hunian makin jauh dari pusat aktivitas. Ruang terbuka hijau? Duh, nyarinya harus pakai Google Maps.

Sidoarjo bukan nggak punya potensi, tapi kadang pemerintah daerahnya kayak sibuk sendiri. Menambah bangunan, tapi lupa aksesnya. Bikin taman, tapi nggak ada tempat duduknya. Bangun jalan, tapi saluran airnya bikin genangan.

Budaya gotong royong cuma tinggal cerita

Salah satu hal yang bikin saya sedih adalah Sidoarjo sekarang sudah mulai kehilangan jiwanya. Dulu, tiap RT aktif. Kerja bakti ramai, ronda malam jalan.

Baca Juga:

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

Sekarang? Banyak warga tinggal di perumahan tertutup, jarang sapa tetangga, bahkan pengajian pun cuma disebar lewat WhatsApp itu pun banyak yang di-read doang.

Gotong royong sudah digantikan sama bayar iuran. Kepekaan sosial? Lama-lama makin luntur di kota ini. Mungkin ini problem banyak kota satelit di Indonesia, tapi tetap aja bikin hati getir.

Sidoarjo malas dandan, tapi ingin dipuji

Kalau boleh saya ibaratkan, Sidoarjo itu kayak orang yang datang ke pesta pakai sendal jepit, tapi ngarep difoto paling depan. Penginnya disebut kota penyangga Surabaya, tapi nggak siap secara infrastruktur. Mau dipandang punya identitas, tapi malah jual diri lewat embel-embel “kota udang” atau “lumpur Lapindo” yang ironisnya bukan prestasi, melainkan tragedi.

Jujur, kadang saya bingung sendiri. Mau bangga sama apanya?

Tetapi bukan berarti saya benci…

Tentu saya menulis ini semua bukan berarti saya membenci Sidoarjo. Justru karena cinta, saya berani mengkritik. Sidoarjo butuh dibenahi, bukan cuma dicintai secara buta.

Banyak warga seperti saya yang ingin membanggakan daerah ini. Tetapi sampai sekarang kami belum diberi alasan yang cukup kuat untuk itu.

Jadi, kalau ada yang bertanya kenapa saya nggak pernah bangga sama Sidoarjo, jawabannya sederhana. Karena saya masih menunggu saat di mana kota ini benar-benar layak dibanggakan. Bukan cuma karena lokasinya, tetapi karena kualitas hidup warganya.

Penulis: Caraka Wahyu
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Alasan Perempatan Gedangan Sidoarjo Selalu Macet, Salah Satunya Budaya Berkendara yang Amburadul.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2025 oleh

Tags: Kabupaten SidoarjoSidoarjo
Caraka Wahyu

Caraka Wahyu

Seorang pria (menolak) dewasa, yang menyukai artikel dengan tema-tema slice of life dengan tema yang menyayat kehidupan.

ArtikelTerkait

GOR Sidoarjo, Kawasan Makan yang Mendadak Jadi "Arena Balap" Sepeda Listrik

GOR Sidoarjo, Kawasan Makan yang Mendadak Jadi “Arena Balap” Sepeda Listrik

5 Desember 2024
Randegan, Kampung di Sidoarjo yang Menganggap Berjualan Nasi itu Tabu

Randegan, Kampung di Sidoarjo yang Anggap Jualan Nasi Itu Tabu

25 Maret 2020
Pemilihan Bupati Sidoarjo Disambut Dingin oleh Warga, Harap Maklum Masih Trauma Mojok.co

Pemilihan Bupati Sidoarjo Disambut Dingin oleh Warga, Harap Maklum Masih Trauma

13 Oktober 2024
Mojokerto Tenggelam Jika Jalan Benteng Pancasila Menghilang (Unsplash)

Membayangkan Nasib Orang Mojokerto jika Jalan Benteng Pancasila Tak Pernah Ada, Pasti Menderita dan Terlalu Bergantung sama Surabaya

28 Maret 2025
Memperkirakan Kondisi Infrastruktur Sidoarjo setelah Anggaran Dipangkas Habis-habisan oleh Pemerintah Pusat

Memperkirakan Kondisi Infrastruktur Sidoarjo setelah Anggaran Dipangkas Habis-habisan oleh Pemerintah Pusat

26 Februari 2025
Sidoarjo Ramah untuk Pebisnis, tapi Tidak Ramah untuk Perantau

5 Kuliner Kota Sidoarjo yang Wajib Dicoba Saat Mampir

10 Mei 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.