Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham yang Berpotensi Membuat Orang Awam Bingung, Bahkan Kecewa

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Januari 2026
A A
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau istri saya tidak pernah bekerja di Surabaya selama empat tahun, saya tidak akan tahu beberapa fakta ini. Rentetan fakta yang sebenarnya merugikan Sidoarjo. Saya sebut kebohongan karena bikin saya sempat salah paham.

#1 Terminal Purabaya beralamat di Sidoarjo, bukan Surabaya

Saya sangat suka sekali naik kereta api. Sebuah kesukaan yang menurun ke anak saya yang kedua.

Dulu, selama empat tahun saya dan istri LDR dan LDM, saya rutin mengunjunginya di Surabaya. Dan tentu saja, kereta api jadi favorit saya. Mengunjungi istri naik kereta api selalu jadi momen yang saya nantikan. Tentu saja ketemu istri adalah kebahagiaan tersendiri.

Nah, suatu ketika, teman saya memberi saran untuk sesekali mencoba naik bus. Katanya, tiket bus lebih murah dan saya akan mendapat pengalaman berbeda. Saya nggak ada masalah naik bus. Cuma, kalau ada pilihan naik kereta, ya saya pilih kereta dong. Tapi yah, ada rasa penasaran di sana.

“Nanti turun di Bungurasih,” kata istri ketika saya sudah di atas bus. Bungurasih, adalah nama lain dari Terminal Purabaya. Saya kira, terminal itu ada di Surabaya karena tujuan saya memang ke sana. Namun, nyatanya, Purabaya beralamat di Jalan Letjen Soetoyo, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Teman saya sudah sangat percaya diri bilang, “Hati-hati setelah turun di Terminal Bungurasih. Terminal di Surabaya itu banyak copetnya.” Info yang sama sekali nggak akurat.

#2 Bandara Juanda punya Sidoarjo bukan Surabaya

Ini lagi. Sebagai kota besar, saya anggap Surabaya sama seperti Jogja. Sama-sama punya bandara sebagai pelengkap semua titik kumpul alat transportasi. 

Nyatanya, secara administrasi, Bandara Juanda ini ada di Sidoarjo, tepatnya di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Namun, secara branding dan identitas publik, memang lebih melekat ke Surabaya.

Baca Juga:

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

Ya maklum, Surabaya adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia. Sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, Surabaya menjadi destination city kalau kita membandingkannya dengan Sidoarjo. Maaf ya, Darjo.

Oleh sebab itu, Bandara Juanda, secara fungsional, banyak yang menganggapnya sebagai bagian dari infrastruktur Surabaya. Kenyataan yang bikin nama Sidoarjo agak terpinggirkan.

Selain itu, yang kerap membuat “salah paham” adalah perkara jarak. Meskipun berada di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, letak Bandara Juanda sangat dekat dengan perbatasan Surabaya. 

Jaraknya hanya sekitar 15 kilometer dari pusat kota Surabaya. Bagi orang luar daerah, batas wilayah antara Sidoarjo dan Surabaya sering tidak terlihat jelas karena pembangunan yang sudah menyambung.

Baca juga Sidoarjo yang Membuat Wisatawan Bertanya-tanya, Antara Resah dan Heran karena ini Bukan Kabupaten tapi Kota yang Menyamar

#3 Lontong kupang yang sangat bikin salah paham

Saya tidak suka lontong kupang. Entah kenapa nggak cocok sama selera saya. Sudah nggak suka, kuliner ini paling bisa bikin salah paham.

Pertama, meski memakai nama “kupang”, kuliner ini tidak berasal dari Kupang di NTT. Kedua, ia tidak berasal dari Surabaya meski banyak orang awam yang mengenalnya sebagai kuliner khas Kota Pahlawan. Ketiga, lontong kupang berasal dari Sidoarjo. Keren sekali.

Secara historis dan geografis, lontong kupang berasal dari daerah pesisir Sidoarjo seperti Balongdowo dan Candi. Istilah “kupang” merujuk kepada kerang laut berukuran sangat kecil seukuran biji beras di pantai berlumpur. Nah, para nelayan dan pedagang dari Sidoarjo akan memasarkan kupang tangkapan ke Surabaya karena potensi ekonomi yang lebih besar.

Ada beberapa alasan kuliner ini malah nempel ke branding-nya Surabaya. Pertama, populasi pedagang lontong kupang di Surabaya lebih besar ketimbang Sidoarjo. Mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran khusus.

Kedua, Kota Pahlawan menjadi pusat wisata kuliner. Ini yang membuat wisatawan mengasosiasikannya sebagai “makanan khas Surabaya”. Ketiga, kemiripan budaya yang semirip itu sehingga sering dianggap satu kesatuan wilayah (Gerbangkertosusila).

Nah, begitulah, kalau nggak sering ke Surabaya, saya nggak akan tahu berbagai “kebohongan” ini. Padahal faktanya, Sidoarjo sekeren itu. Punya terminal, bandara, dan kuliner yang begitu khas. 

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2026 oleh

Tags: bandara juandajawa timurlontong kupangSidoarjoSurabayaterminal bungurasihTerminal Purabaya
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

3 Peninggalan Kolonial Belanda di Kediri yang Jarang Diketahui terminal mojok.co

3 Peninggalan Kolonial Belanda di Kediri yang Jarang Diketahui

28 Desember 2021
Surabaya Nggak Melulu Berisi Hal-hal Buruk, Ini 5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Kota Pahlawan

Surabaya Nggak Melulu Berisi Hal-hal Buruk, Ini 5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Kota Pahlawan

3 Oktober 2024
Pelican Crossing di Malang: Antara Ada dan Tiada

Pelican Crossing di Malang: Antara Ada dan Tiada

20 Februari 2023
4 Waktu yang Pas untuk Menikmati Indahnya Surabaya MOJOK.CO

4 Waktu yang Pas untuk Menikmati Indahnya Surabaya

1 Agustus 2020
Bandara Dhoho Kediri Bikin Warga Kecewa dan Nggak Percaya karena Jadwal Operasional Molor Terus

Bandara Dhoho Kediri Bikin Warga Kecewa dan Nggak Percaya karena Jadwal Operasional Molor Terus

6 Januari 2024
Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya Mojok.co

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya

12 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

20 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

20 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua
  • Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional
  • Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia
  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.