Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Si Doel Anak Sekolahan Episode 44, Musim 3: Sarah Marah Besar!

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
31 Agustus 2020
A A
si doel anak sekolahan episode 44 musim 3 sarah marah besar kepada roy mandra digebukin mojok.co

si doel anak sekolahan episode 44 musim 3 sarah marah besar kepada roy mandra digebukin mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Si Doel Anak Sekolahan Episode 44 masih menyambung cerita dari episode sebelumnya nih, mylov. Sarah pulang dari rumah Doel dan menemukan ada mobil Roy parkir di depan rumahnya. Berarti Roy sedang ada di dalam bersama orang tua Sarah.

Sarah turun dari mobil dengan memasang wajah cemberut. Mama dan Papa Sarah sempat membujuk Sarah untuk ikut duduk dulu di situ menemani Roy, tetapi Sarah sedang sangat emosional. Dia langsung melabrak dan memarahi Roy saat itu juga.

“Dari mana kamu?” tanya Papa Sarah.
“Dari kantor polisi, Pa,” jawab Sarah.
“Ada apa di kantor polisi, hah?”
“Habis ngelapor kalau ada orang pengecut yang cuma berani bayar orang, nggak berani ngadepin sendirian,” Sarah menatap tajam ke arah Roy. Roy pasti langsung deg-degan ini yak.
“Siapa hah?”
“Tanya aja ama dia nih!” Sarah langsung menujuk Roy.
“Lho, ada apa, Sar? Aku nggak ngerti,” kata Roy sok kalem.
“Halah, Roy, kamu nggak usah pura-pura nggak ngerti deh! Buat apa kamu minta maaf sama aku tadi malam, heh? Supaya bisa deket sama aku terus? Iya? Sementara kamu nyuruh orang gebukin Doel!”
“Aku tidak nyuruh mukulin si Doel.”
“Nggak usah banyak ngomong deh kamu Roy! Pengecut! Laki-laki macam apa kamu Roy? Heh? Orang yang kamu bayar bilang kok disuruh sama kamu! Masih aja kamu mungkir!”
“Aku? Ngapain aku ngurusin orang seperti dia?” Roy masih ngeyel.
“Orang seperti apa Doel? Kampungan? Primitif, heh? Siapa yang kampungan? Kamu apa Doel? Kenapa? Tersinggung? Nggak pantes kamu tersinggung, tahu nggak Roy? Kamu mustinya malu sama kelakuan kamu sendiri! Di mataku kamu tuh laki-laki nggak ada harganya, Roy! Kamu tuh pengecut! Picik! Yang cuma ngumpet di balik jas, dasi, mobil mewah, dan semua kekayaan kamu yang nggak ada artinya buat aku! Siapa yang primitif? Kamu apa mereka?” Sarah mulai menangis.

“Sarah, kamu nggak boleh gitu dong,” Papa Sarah mencoba menenangkan Sarah.
“Bukan cuma itu, Pa. Orang yang selama ini Papa-Mama anggap baik, sopan, berpendidikan, palsu tuh semuanya! Dan asal Papa-Mama tahu aja ya, dia udah berani maki-maki Sarah di depan orang! Dan gara-gara dia juga Doel terpaksa berhenti kerja dari kantor Om Wisnu!”
“Wisnu?”
“Iya, Pa. Doel terpaksa berhenti kerja daripada musti ngikutin kemauannya dia untuk nanda tanganin proposal yang diajuin ke Om Wisnu yang secara teknis nggak memenuhi standar!” (Modyar kowe, Roy.)

Papa Sarah mulai menatap Roy dengan pandangan menyelidik, kelihatannya sudah mulai kehilangan simpati kepada Roy. Roy kicep, tapi Sarah belum mau berhenti.

“Bersyukurlah kamu, Roy, keluarga Doel cukup berjiwa besar untuk nggak ngelaporin ulah anak buah kamu ke kantor polisi! Dan asal kamu tahu aja ya, anak buah kamu tuh goblok! Bukan Doel yang digebukin, tapi Bang Mandra!”
“Mandra?” tanya Roy.
“Iya! Pulang deh kamu, Roy! Aku udah muak ngelihat muka kamu! Dan satu lagi ya, Roy. Jangan kamu datang dan telepon aku lagi!” Sarah masuk ke rumah. Wajah Roy mulai kelihatan panik. Papa Sarah bertanya ke Roy apakah betul semua yang dibilang Sarah, tapi Roy berbohong dan ngeles dengan berbagai alasan. Beuh, ngeselin emang!

Sementara itu, si korban pemukulan, Mandra, malah manfaatin kesempatan buat minta perhatian dari Munaroh. Sok masih sakitlah, masih nyerilah, ini, itu. Tapi pas Munaroh mau pulang, Mandra malah sok mau nganterin. (Lha begimana ceritanya?)

Bahkan nganterin Munaroh ini nggak tanggung-tanggung, sampai malam Mandra belum balik juga ke rumah. Saat pulang, Mandra cerita ke Mak Nyak katanya tadi menemani Munaroh dulu di rumahnya sambil menunggu babenya Munaroh pulang. Kan kasihan kalau Munaroh sendirian. (Hilih! Nyunyun pakabaaar, Baaang?)

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

“Ini mah bener-bener ada hikmahnya, Mpok. Bener dah ada hikmahnya!” kata Mandra.
“Hikmah apaan?” tanya Mak Nyak.
“Ya, kalo nggak gara-gara saya dipukulin orang ya belum tentu saya baekan sama dia lagi!”
“Baekan gimana?”
“Ah, Mpok kayak kagak tahu anak muda aja deh ah!”
“Lu gimana sih, Ndra? Semua perempuan lu arepin! Nah, Neng Nunung gimane tuh?” (Hayolooo.)
“Kan Mpok tahu kalau dia tuh ninggalin saya, ngapain saya musti arepin dia?”

Yeee. Bang Mandra sok iye nih.

Besok paginya, kehidupan di rumah Doel berjalan normal kembali. Atun masih ngambek berat dengan Mas Karyo, bagaimanapun cara Mas Karyo merayu, Atun tidak luluh. Doel berangkat tes masuk kerja ke Trakindo dan Mandra sibuk latihan mukulin sansak. Eeeng, bukan sansak sih sebenarnya. Lebih mirip buntelan kain yang entah diisi apa dan digantung pohon. Kata Mandra sih dia mau latihan biar kuat nanti balas dendam kalau-kalau anak buahnya Roy datang lagi ke pangkalan.

Di rumah Sarah, Papa Sarah yang sebenarnya tidak ada rencana kerja hari ini kelihatan sudah berpakaian rapi di meja makan. Katanya beliau mau ke kantornya Om Wisnu. Mungkin mau menanyakan apa yang diceritakan oleh Sarah kemarin. Papa Sarah sempat bertanya tentang Doel.

“Doel kerja di mana sekarang?”
“Nganggur,” jawab Sarah.
“Suruh dia kerja di tempat Papa!”
“Hm, mana dia mau! Dia tuh bukan tipe benalu kayak Roy!”
“Hebat dong.”
“Iya dong, hebat.” Hm, apakah Si Doel Anak Sekolahan episode 44 ini akan jadi penutup riwayat Roy?

Sudah agak siang saat Munaroh datang ke rumah Doel untuk menjenguk Mandra. Padahal apanya yang dijenguk sih ya? Orangnya udah sok kuat nimba air segala di sumur! Malahan, Mandra lagi minta dirawat mukanya oleh Atun di teras. Munaroh mendekat ke teras dan menyerahkan buah pisang yang dibawanya buat Mandra.

“Masih sakit, Bang?” tanya Munaroh.

Mandra cuma cengengesan sambil memegang pipinya yang kemarin kena pukul.

“Boong, boong, Roh. Udah sembuh,” sahut Atun. Hahaha. Sukurin!

Mas Karyo kemudian datang membawa dagangannya yang sudah dipasangi merek sendiri. Mas Karyo membagikan beberapa dagangannya untuk Mak Nyak dan Atun, rencananya juga mau membagi ke Doel dan Mandra. Sarah yang datang setelah itu ternyata juga dikasih oleh Mas Karyo, sebagai tanda terima kasih atas fotonya kapan hari, katanya.

Dari Atun, Sarah tahu bahwa Doel dapat panggilan untuk ikut tes di Trakindo. Saat Sarah menemui Mak Nyak dan menanyakan tentang Doel, Mak Nyak malah berterima kasih lagi karena katanya ini semua pasti atas bantuan Sarah juga.

Sarah sedang menemani Mak Nyak menyiapkan seterika arang di halaman belakang saat Doel pulang. Tahu kalau Mandra tidak narik opelet hari ini, Doel berniat narik. Mumpung masih siang, katanya. Sarah minta ikut.

“Mau ngapain?” tanya Doel.
“Ya, iseng aja,” jawab Sarah.

Sebelum berangkat, Doel sempat bertanya ke Mandra.

“Masih sakit, Bang?”
“Ya, kalau gue sehat masak gue kagak narik apa?” kata Mandra sok iye.
“Ya udah kalo gitu gue narik deh.”
“Kernetnya siapa?”
“Saya, Bang,” jawab Sarah.

Mak Nyak emosi melihat kelakuan Mandra.

“Ndra? Lu kagak malu ama si Doel? Si Doel tuh udah capek nyari kerjaan, masih mau nyempetin narik! Nah elu yang kemaren bilang udah sehat, sekarang malahan males. Kapan lu mau maju?”

Munaroh langsung merasa tidak enak. Dia paham Mandra ternyata cuma pura-pura masih sakit biar dapat perhatian, biar dijengukin, biar ada alasan untuk nggak narik opelet. Munaroh kesal lalu pamit pulang tanpa mau diantar oleh Mandra. Di ujung Si Doel Anak Sekolahan episode 44 ini, ada Mandra yang lagi-lagi apes.

Daftar sinopsis sebelumnya: Si Doel Anak Sekolahan musim 1, Si Doel Anak Sekolahan musim 2, dan Si Doel Anak Sekolahan musim 3.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2022 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 3
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Season 1 Episode 3: Anak Preman Kecopetan, dan Uyan si Kuda Hitam

7 Juni 2020

Si Doel Anak Sekolahan Episode 12, Musim 2: Babe Dilabrak Mak Nyak di Pangkalan Opelet

16 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 24, Musim 1: Hah? Amin Melamar Kinanti?

19 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 16 musim 2 mandra munaroh kawin lari pak bendot pertama kali hadir mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 16, Musim 2: Mandra Diajak Kawin Lari

20 Juni 2020
Nyawa Sebenarnya Si Doel Anak Sekolahan Bukan Ada Pada Sosok Doel, Melainkan Babe Sabeni dan Mandra terminal mojok

Nyawa Sebenarnya Si Doel Anak Sekolahan Bukan Ada Pada Sosok Doel, Melainkan Babe Sabeni dan Mandra

14 September 2021
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 14, Musim 1: Kang Bahar Pensiun!

10 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.