Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Si Doel Anak Sekolahan Episode 31, Musim 3: Mandra Bicara Soal Prinsip di Depan Munaroh

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
9 Agustus 2020
A A
si doel anak sekolahan episode 31 musim 3 mandra bicara serius dengan munaroh dialog mojok.co

si doel anak sekolahan episode 31 musim 3 mandra bicara serius dengan munaroh dialog mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Galau. Segalau-galaunya. Si Doel yang baru pulang kerja jadi adegan pembuka di Si Doel Anak Sekolahan episode 31. Pulang kesorean karena banyak kerjaan, lihat teras rumah yang sudah berubah wujud balik kayak dulu, mau mandi malah diolok-olok sama Mandra pula.

“Napa muka lu lecek amat? Kangen lu ya? Makanya mikir! Sekarang aja baru kangen lu! Jadi laki mah kayak gue. Mana nih yayangku? Nyuun…? Nyunyun…? Aa’ di sini… Nyun…,” kata Mandra sambil masuk ke rumah. Ciyeee, sudah lupa sama Munaroh dan Ambar nih kayaknya.

Sementara itu, Sarah ternyata kembali lagi ke rumah Tante Silvi. Niat awalnya untuk pulang batal karena dapat kabar dari mamanya kalau mama dan papanya mau berangkat lagi ke luar negeri. Sarah merasa tidak pernah diperhatikan oleh orang tuanya. Tante Silvi mengingatkan Sarah tentang sebuah kalimat yang isinya kurang lebih begini, “Kalau kamu mau pergi dan meninggalkan rumah siapa pun, jangan membanting pintunya terlalu keras. Karena siapa tahu suatu hari nanti kamu akan datang dan mengetuknya lagi.”

Tante Silvi mengingatkan Sarah tentang ini bukan hanya karena Sarah pergi dari rumah orang tuanya, tapi juga sikap Sarah ke keluarga Doel. Menurut Tante Silvi, Sarah tidak boleh begitu saja lepas dari keluarga Doel karena mereka secara tidak langsung sudah membantu Sarah dalam pengerjaan skripsinya. Sarah harus tetap menjaga hubungan baik dengan mereka apa pun alasannya.

Saat mereka sedang bicara, tiba-tiba ada suara klakson mobil di depan rumah Tante Silvi. Sarah mengintip dari jendela, ternyata Roy yang datang. Sarah bilang ke Tante Silvi bahwa dia malas menemui Roy. Tapi Roy, seperti biasa, dengan tidak tahu malunya langsung menyusul Sarah ke taman.

Roy ternyata malah mengajak Sarah membahas tentang Doel. Berbusa-busa Roy menjelaskan pada Sarah bahwa Doel mengundurkan diri dari posisinya di kantor Om Wisnu itu karena Doel minder, tidak bisa mengikuti irama kerja profesional, blablabla. Intinya Roy tidak mau dijadikan alasan keluarnya Doel. Roy merasa memang Doel saja yang salah.

Sarah gedeg mendengar omongan Roy, dengan alasan mau mengambilkan minum, Sarah masuk ke rumah dan tidak kembali lagi. Pembantu Tante Silvi lah yang datang membawakan minum untuk Roy. Sukurin!

Besok paginya, kegiatan pembribikan dimulai. Awalnya Mandra pinjam duit dulu ke Doel yang lagi siap-siap berangkat kerja. Pucuk dicinta ulam pun tiba, pas Mandra lagi nyuci opelet, Nunung ke depan. Nunung rencananya mau membeli semua perlengkapan salon Atun yang sudah tidak dipakai lagi, jadi dia mendekati Atun yang mau berangkat bareng Doel. Nunung menyapa Mandra dan sepik ala Mandra pun muncul. Mandra berniat mengajak Nunung muter-muter lagi naik opelet, tapi Nunung langsung menolak. Katanya sih hari ini dia dapat pesan dari Mas Karyo buat masak sayur lodeh.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

Waktu Mas Karo mau berangkat dagang, Mas Karyo mengingatkan lagi pesannya pada Nunung. Mandra sempat sok-sok baik ke Mas Karyo.

“Mas Karyooo, nggak mau naik opelet?” tanya Mandra sok manis.
“Aku disuruh naik opelet? Seneng kamu kalo aku masuk angin? Aku mendingan naik truk!” balas Mas Karyo sambil jalan.
“Sombhong amhaaat lu!”

Mandra kemudian berangkat narik opelet ditemani Pak Bendot. Sampai di tengah jalan, ada Munaroh yang memang lagi nunggu Mandra. Munaroh ngotot mau bicara dengan Mandra saat itu juga, padahal penumpang opelet lagi penuh. Bodohnya, Mandra nurut aja. Dia turun dari opelet lalu bicara berdua dengan Munaroh. Pak Bendot lah yang apes diomelin sama penumpang.

Memangnya Munaroh mau ngomongin apa sih sama Mandra? Kok sampai ngotot banget? Begini kira-kira obrolan mereka.

“Apa lagi sih yang kamu ingin bicarakan?” kata Mandra. Mohon netizen fokus ke kalimat yang dipakai Mandra ya. Ini kesannya dia lagi niruin gaya obrolan Doel dan Sarah kapan hari. Ebuseeet. Hahaha.
“Aye mau minta maaf, Bang,” jawab Munaroh.
“Hehe. Maaf… maaf untuk apa?”
“Ya, aye kan pernah ngecewain Abang, pernah ngekhianatin cinta Abang.”
“Cinta… apalah arti sebuah cinta?” (Tjakeeep.)
“Abang kok ngomongnya gitu?”
“Iya dong. Cinta itu kan sesuatu yang indah, bahkan sekarang sudah tidak indah lagi, diakhiri dengan kekecewaan.” (Tsaelaaah.)
“Ya, karena itu aye jadi ngerasa bersalah, Bang.”
“Kenapa kamu harus merasa bersalah? Selama ini kamu terlalu banyak memberi keindahan, Roh. Aku sendiri tidak tahu apakah ada relevansinya dengan hubungan kita.” (He?)
“Relevansi apaan sih, Bang?”
“Ya, relevansi! Maksudnya, cinta itu kan relevansi. Eee, gini. Kita prinsip. Prinsip aja kita berdua. Eee, pokoknya begini deh. Anggap aja antara hubungan kita yang pernah terjalin dulu, itu hanyalah sebuah kenangan belaka.” (Ruwet! Ruwet! Ruwet!)
“Kok Abang gitu sih?”
“Hehehe. Ini realita, Roh. Realita. Sesuatu yang mungkin sulit untuk kita lupakan. Dan apa pun alasannya ini tidak mungkin terulang lagi di antara kita. Ya toh?” (Sumpah ya ini mukanya Bang Mandra ngeselin banget.)
“Jadi Abang nggak berharap kita bisa bersatu lagi?”
“Bersatu lagi? Hehe. Itu sama saja kau mencari jarum di dalam jerami. Tidak mungkin, Roh. Kau kan sekarang sudab menjadi istri orang lain. Tidak mungkin, berat.” (Tahaaan, jangan ngakak, mylov.)
“Tapi aye masih cinta sama Abang.”
“Masih cinta? Apalah artinya cinta sih?”
“Kok Abang ngomongnya gitu melulu sih?”
“Habis musti ngomong apa?”
“Jadi Abang udah nggak sayang lagi sama aye?”
“Ck! Ah, gimana ya?”
“Abang udah nggak cinta lagi ama aye?”
“Emmm….”
“Abang udah punya pacar baru ye? Penyanyi itu kan?”
“Ambar maksudnya?”
“Ya, udahlah, Bang. Hubungan kita emang udah berakhir. Selamat tinggal, Bang.” Munaroh lari meninggalkan Mandra. Mandra bengong. Kaget. Nah lho, tadi aja gaya sok-sok nggak butuh, sekarang ditinggalin bengong kan? Hadeeeh. Nangis deh!

Pak Bendot yang sejak tadi melihat dari jauh, kaget melihat Mandra duduk sambil menangis heboh. Pak Bendot mendekati Mandra dan bertanya apa yang terjadi, eh Mandra malah makin heboh nangisnya. Pakai acara meluk Pak Bendot segala. Hahaha. Aduh, kasihan. Tapi pengen ngetawain.

“Cup, cup, cup, sayaaang. Diem, Nak. Jangan nangis. Cup, cup,” kata Pak Bendot.

Oke, berhenti dulu bahas Mandra. Kita geser ke rumah Mak Nyak. Sekalian sebagai adegan penutup nih di Si Doel Anak Sekolahan episode 31. Nunung yang lagi bantu jaga warung mengira Sarah yang datang adalah orang yang mau belanja di warung. Hahaha. Lalu Sarah bilang kalau dia cuma mau bertemu dengan Mak Nyak. Nunung yang baik hati mengantarkan Sarah memanggil Mak Nyak.

Sarah mendadak mellow melihat bale-bale Babe balik lagi ke tempatnya semula. Kira-kira Sarah mau ngomong apa ya ke Mak Nyak?

Daftar sinopsis sebelumnya: Si Doel Anak Sekolahan musim 1, Si Doel Anak Sekolahan musim 2, dan Si Doel Anak Sekolahan musim 3.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2022 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 3
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

si doel anak sekolahan episode 6 musim 3 sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 6, Musim 3: Sarah Diam-diam Membantu Doel Mencari Kerja

9 Juli 2020
si doel anak sekolahan episode 1 musim 3 babe sabeni meninggal karena kecelakaan benyamin s meninggal dunia mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 1, Musim 3: Babe Sabeni Meninggal Dunia

2 Juli 2020
si doel anak sekolahan episode 13 musim 3 doel dan sarah marahan mojok.co si doel anak sekolahan episode 40

Si Doel Anak Sekolahan Episode 40, Musim 3: Obrolan Sarah dan Doel Bikin Cengar-cengir

25 Agustus 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 1, Musim 1: Perkenalan Bos Preman dan Dunianya

7 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 17 musim 3 doel ke rumah sita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 17, Musim 3: Doel Berkenalan dengan Suami Sita

23 Juli 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 32, Musim 1: Kang Bahar Diundang Ridwan Kamil

23 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.